
Alya dan nenek saling tertawa.Mereka berpose dengan handphone baru mereka miliki.
Handphone berwarna hitam menjadi pilihan mereka.
Nathan mengerahkan IT nya menyusuri titik Handhone Alya terakhir.adan Nathan pun mengacak data handphone Alya. Nathan pun bertolak ke kota Solo.Seperti titik terakhir handphone Alya.
Alya menyusuri jembatan gantung di dekat sebuah sungai.
terasa damai jika tinggal di suasana perdesaan.Anak pelayannya yang SMP menemani Alya berjalan jalan membuang semua beban dan kepaitan hidupnya.
Alya menelepon James.
📞Hallo.....ujar Alya.
📞Al.....apa kabar?tanya James
📞Baik mas.Gimana keadaan mas?ujar Alya.
📞Baik Al.
📞Mas...jangan lupa cek up 3 hari lagi jadwalnya.
📞Apa kamu masih peduli sama mas Al
📞Mas ...maaf...ujar Alya.
📞Mas yang harus nya memjnta maaf padamu Al.Kamu jadi dikata katai mamimu dengan kasa.
📞Sudahlah mas.Gak apa apa.Alya sudah terbiasa .
📞Kenapa ganti nomor Al?
📞handphonnya sudah di tenggelamkan mas.Ujar Alya tertawa.
📞kamu bertengjar dengan mamimu Al?
📞Iya mas.Alya hanya ingatin mas ..jangan lipa cek up yah.
📞Temani mas Al....
📞Maaf mas....Alya belum bisa.Cek up berikutnya aja ya.
📞Jane sudah mau melahirkan.Apa gak mau melihat dia punya baby?
__ADS_1
📞Mau mas...tapi....
📞Kami tunggu kedatanganmu Al....jaga kesehatan ya
📞Mas juga.Jaga kesehatan
📞hmmmm......
📞bye mas
📞bye Al....
Alya duduk di teras rumah rumah uang di sewa neneknya.
Tiba tjba sebuah mobil terparkir tepat di depan rumah.Alya perlahan mundur hendak memasuki rumah.
Tangan Alya dicekal.
Alya memejamkan matanya.Dia tidak berani melihat sosok siapa yang berada di belakang nya.
"Jangan pernah menghindar lagi Al.....penantian ini begitu melelahkan"
"Maaf....aku gak pantas untuk kamu nantikan mas.Aku sudah pernah bilang padamu,pergi dari hidipku".
"Kita masuk ke dalam.Kita bicara di dalam saja mas...ujar Alya".
Alya pun memasuki rumah sederhana dan duduk di sofa.Demikian juga dengan Nathan.
Nathan menatap penuh kerinduan pada sosok Alya.Alya melihat ke tempat lain .
Nathan tersenyum.
"Kamu kemana 1tahun lebih Al?tanya Nathan".
"Aku di China bersama James.James sakit,menjalani sejumlah test dan pengobatan.James kakak dari Jane temanku.Selama itu,aku dan James tinggal di rumah sakit.Setelah pengobatan 1 tahun dijalani.James terbebas dari kanker.Dan orangtuanya membeli sebuah rumah di depan rumah sakit."
"Kalian hidup bersama dengan nya Al?"
"Ya...kami hidup bersama ,ujar Alya".
"Apakah kamu sudah menikah dengannya?tanya Nathan".
"Tidak...berulang kali dia melamar ku mas.Tapi aku menolaknya.Aku membantunya karena dia sangat baik.Dia selalu ada melindungiku dari mami ataupun yang hendak melukaiku.Aku sangat meyayangi nya,perlahan karena kebersamaan kami,aku semakin mencintainya.Tapi aku sadar,bersamanya akan membuat mamiku menghinanya lagi.Aku sudah tidak punya siapa siapa lagi.Aku dan nenek dalam satu kartu keluarga."
__ADS_1
"Mas bertemu dengan papimu.Papimu sudah hidup terpisah dengan mamimu.Papimu menceraikan mamimu karena ambisinya sangat mengerikan.Kamu korban dari mamimu,itu yang selalu papimu katakan.Kamu tau Al...Juan kembali mempengaruhi mamimu agar kamu kembali padanya.Papi dan mamimu bertengkar dan terjadilah perpisahan mereka."
"Tidak mengherankan mas,begitulah mami.Dan aku bahagia seperti ini."
"Al.....mari kita ke Canada.Ikutah bersama mas.Mas sudah melamarmu pada papimu.Papimu menyerahkan keputusan pada dirimu."
"Maaf mas....Alya gak bisa.Kisah kita sudah usai.Alya gak bisa bersama mas.Akan selalu ada rasa sakit yang mas alami,dari seorang anak dari wanita yang menyakiti mas,menghina mas."
"Tidak Al....mas hanya menginginkan mu menjadi ibu dari anak anak mas.Mas gak pernah memikirkan lagi semua kata kata dari mamimu.Mas melakukan itu buat kita.Kita berhak bahagia."
"Mas....hati Alya sudah memilih seseorang,saat dia sakit,baru Alya sadari mencintainya.Alya awalnya sangat menyayanginya,cinta itu tidak Alya sadari.Bahkan saat ini..
yang ada hanya memikirkan dia."
"Kamu kasihan melihatnya kan Al..kamu simpatik melihatnya".
"Tidak mas....karena bersama dia ,Alya benar benar bahagia.Dia sembuh Alya sangat bahagia.Maaf mas....Alya gak bisa menerima mas."
"Kamu hanya dijadikannya teman untuk menemaninya.Citramu buruk karena seperti bersama tanpa status.Iya kan Al...".
"Aku akan menunggu nya mas.Aku merasa Dia tidak melamarku karena takut aku tolak,takut mengingatkanku pada trauma perkawinan pertamaku."
"Al..kamu hanya mengasihaninya.Please....Al....beri mas kesempatan."
"Mas.....maaf....Alya gak bisa."
Nathan tertunduk.Matanya berkaca kaca.
"Perjuangan mas apa sia sia untuk mu Al?Semua keberhasilan mas apa sia sia?"
"Mas....maaf".
"Baik...beri mas kesempatan.Kita berserah pada takdir dan jodoh."
"Baiklah....ujar Alya.Biar Adil buat mas dan Alya."
Aku menantikan satu nama
Tapi apakah dia mencintaiku?
Apa perhatiannya hanya sebatas dia membutuhkanku?
Ah.....ku meragu....
__ADS_1