
Alya memandang layar handphonenya.Kemudian Alda menggeser tanda hijau.
"Hallo....ujar Alya".
"Hallo Al....kamu dimana?Wa tidak ada kamu balas,ujar James."
"Aku lagi di Canada James.....ujar Alya".
"Kamu di Canada?ada kerjaan mendadak?tanya James."
"I..iya James...ujar Alya.Nanti malam aku sudah pulang,ujar Alya.Aku sudah mengambil tiket pesawat jam 10 malam,ujar Alya".
Nathan terkejut ,menatap tajam Alya.Alya membuang pandangannya,ke arah yang berbeda.
"James...apa Jane ada di sekitar mu?tanya Alya".
"Nih dia Al....ujar James".
"Al...kamu buat aku kawatir....sampai aku suruh petugas apartemen buka apartemenmu dengan kunci darurat.Takut kamu pingsan atau kenapa kenapa.Kamu nakal Allll...teriakan Jane membuat Alya menjauhkan teleponnya dari telinganya".
"Maaf kepergianku mendadak Jane....kamu mau titip alat make up?atau apaan?aku lagi di Canada.....ujar Alya".
"Aku gak nitip apa -apa Al...cukup kamu pulang ,itu sudah membuat aku lega.Kamu baik -baik saja kan Al?James mencarimu seperti orang gila.Dia tidak tidur ,kamu tau Al...James demam tinggi.Nih di apartemenku,ujar Jane".
"Maaf..kepergianku mendadak.Aku juga terlalu sibuk.Nanti di bandara aku kabari ya Jane...ujar Alya".
"Baiklah Al...info kode pesawat dan jam keberangkatan yah..ujar Jane".
"Hmmm....baiklah Jane...ujar Alya.Bye ..."
"Bye Al.....".
Alya memasukkan handphone nya ke jeans nya.Nathan langsung melangkah di depan Alya.
"Al..kenapa mau pulang?apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman.tinggallah semingguan Al....ujar Nathan".
"Maaf Nath....aku terlalu lama.Pekerjaanku menumpuk,Alya berkilah."
Alya bangga melihat keberhasilan Nathan.Tetapi ada sisi hatinya sedih,bayangan hinaan kata kata maminya membuatnya sangat merssa bersalah.Umpatan,kata kata kasar itu kembali seperti kilas balik berputar di dalam memory kepalanya.Alya merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.Dan dia mau menemui seorang pastor rohaniwan,yang sangat banyak melakukan konseling kepadanya.Alya sudah menelepon sang pastor jam 12 malam.Waktu rohaniwan selalu melakukan doa di jam jam tertentu.
Nathan memegang tangan Alya.Ada sesuatu yang berbeda dalam diri Agata.
__ADS_1
"Kamu kenapa Al?tanya Nathan".
"Tidak apa apa Nath...ujar Alya.Kembali menghindar dan duduk di sofa."
Alya meminum jus strawbery yang memang Alya sukai.Nathan masih mengingat kesukaannya.
"Aku haus Nath...aku minum ya...ujar Alya."
Tadi seorang pelayan membawa minuman dan beberapa makanan kecil ke ruangan Nathan.Alya sempat menatap gadis itu.Gadis itu lumayan manis,tidak tinggi,berkulit kecoklatan.Dari sorot matanya sangat kentara dia menyukai Nathan.
Alya sangat sadar,dia tidak mungkin menerima Nathan.
Statusnya seorang janda,sampai se antreo kasus kekerasan yang dia perjuangkan dengan bantuan hukum dari.pemerintah dimana kekerasan itu terjadi.Alya sangat sadar diri,dirinya siapa.
"Kenapa ambil tiket nanti malam Al...ujar Nathan".
"Tadi ada email dari asistenku Nath....ada pertemuan mendadak dengan seorang klien
"Kamu mulai pintar berbohong Al....dan kamu paling kentara kalau berbohong,ujar Nathan".
"Maaf Nath...aku harus jujur.Aku bahagia bertemu denganmu.Kamu sesukses ini,membuat aku bangga dan salut.Tapi buat menerima kamu....maaf...kita tidak bisa lagi Nath.Maaf....Alya tertunduk.Kamu berhak mendapatkan seseorang yang terbaik.Bukan janda sepertiku ,bahkan korban KDRT yang lumayan terkenal di media dan dimanapun.Agata tertunduk sedih"
"Al...kamu kenapa harus mengatakan itu semua padaku?ujar Nathan."
Alya menghapus air matanya.
"Al....aku tidak pernah menyalahkanmu.Aku tidak pernah menganggapmu serendah itu.Aku sedih melihat apa yang kamu alami ,tapi aku jujur sangat membenci mamimu.Kita berdua adalah korban nya.Kamu lebih mengalami banyak kepaitan hidup."
"Kamu jalanilah kehidupan mu Nath...lupakanlah aku.Maaf Nath....kalau papi ku tidak putus asa,saat ini aku sudah hidup membiara.Papi ku orang yang masih aku sayangi.Dia sangat hancur saat diriku terpuruk.Aku tak memikirkan apapun lagi.Aku hanya menjalani kehidupan ku Nath."
Nathan tau,dari pertama kali bertemu Alya.Alya sangat berbeda.Bisa tertawa tetapi tawa Alya tidak se natural dulu.Ada guratan kesedihan mendalam dari sorot matanya.
Nathan sangat sedih.
"Berikanlah kesempatan padaku Al...pada kita.Kita akan sama sama berjuang.Kita harus melupakan semua rasa sakit itu Al.Bukan terpuruk dan meratapi hidup.Percayalah Al...begitu jatuh,kita berdiri lagi.Begitu gagal,kita mencoba lagi."
"Maaf Nath...aku tidak bisa."
"Baiklah..aku gak akan memaksamu Al...tapi kamu jangan menghindariku,ujar Nathan."
"Al....kamu mau makan apa,biar aku masakin,ujar Nathan".
__ADS_1
"Aku kangen nasi kotak yang sering dulu kita makan di kampus.Ada teri dan tempenya,ada tempe gorengnya,kita makan sama sama yuk Nath...ujar Alya".
"Baiklah,kita ke bawah yukkk.Biar aku masakin buat kamu,ujar Nathan."
"Kamu di meja pantry aja,di dalam ruangan ini panas.Ujar Nathan".
Alya melihat ke sekeliling,Restoran ini sangat ramai.Alya bisa melihat Nathan memakai pakaian chef nya,berwarna hitam juga.Alya tersenyum.Dan Alya punya ide akan sesuatu.
Nasi kotak sudah ada di hadapan Alya.Nathan memberi sendok ke tangan Alya.
"Dimakan Al...ujar Nathan sambil tersenyum bahagia".
"Masih enak gak yah ...nasi kotak buatan kamu nath,sebelum di makan aku foto dulu,ujar Alya.Kemudian Alya menyendok sesuap di dalam mulutnya."
"Rasanya masih sama percis Nath.Kamu memang chef hebat.Kamu bisa memberi kepuasan kepada pelanggan gratis sepertiku,ujar Alya tertawa."
"Makan bareng yuk Nath....ujar Alya".
Mereka pun makan seperti mengulangi kisah masa kuliah mereka.
"Kamu semakin cantik Al...ujar Nathan".
"Kalau gak cantik gak tau lagi deh Nath...kamu bayangin aja,pemerintah memberikan dokter terbaik menangani perawatan luka lukaku paska kejadian itu.Untung saja wajahku hancur hancuran ada hikmahnya.Orang tidak mengenal detail wajahku saat ini,ujar Alya".
"Mereka mengobatiku tanpa operasi pelastik.Hanya ada luka di bagian kepala dan di bawah dada seperti memanjang.Rambutku ada segaris gitu ,gak tumbuh lagi karena bekas operasi.Karena lebat,gak gitu kentara,ujar Alya".
Nathan sangat sedih mendengar curhatan cerita Alya.Nathan sudah mendapat detail.kasus dan setiap luka yang Alya alami dari papi Alya sendiri.Sewaktu papinya bertemu dengan Nathan di restoran ini.
Kesedihan dan kebahagiaan bagai
Dua mata uang yang berbeda
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tinggalkan jejak🐾🐾🐾🐾🐾🐾
happy reading
sehat selalu.
like yah
__ADS_1
koment
dan vote.