
Terjadi pembicaraan James , orangtua James dan papa Alya .
Papa Alya mengatakan , semua keputusannya dia serahkan pada Alya , karena Alya yang menjalani hidup nya .
Apapun pilihan Alya , papa nya selalu mendukung.
James tidak bisa berkata apa -apa lagi , dirinya sangat menyesal , tidak mengatakan sejujurnya , tidak mencurahkan perhatian disaat Alya mengandung anak mereka , komunikasi yang tidak terjalin dengan baik , hanya karena masalah melindungi dari lawan bisnis , harusnya mereka bisa saling bicara dan terbuka .
Tidak berjalan sendiri - sendiri .
Nathan dan ibunya datang malam itu ke rumah papa Alya .
Papa Alya menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka .
" Kedatangan kami , mau meneruskan niat anak - anak kita . Alya menerima Nathan dan mereka memutuskan akan menikah besok , kami meminang anak bapak ."
" Saya menerima maksud baik keluarga nak Nathan , semua keputusan saya serahkan pada Alya . Baiknya bapak suruh Alya nya mengatakan sendiri ".
Papa Alya mengetuk pintu kamar Alya .
" Nak....".
" Yah pa....." .
" Keluarga Nathan datang mau melamar kamu nak , papa tunggu di ruang keluarga , pakaian yang rapi ya nak ."
" Baik pa..."
Alya berganti pakaian dan berbedak ala kadarnya .
Alya pun duduk di hadapan Nathan dan ibu nya , juga duduk di samping papa nya .
" Nak...kedatangan ibu kerumah ini , menanyakan, apakah benar Alya menerima lamaran Nathan ? ".
" Benar bu....".
" Makasih nak....".
" Pa....apa papa mengijinkan dan merestui Alya ? "
" Papa merestui mu nak...apapun keputusan kamu , papa dukung , berbahagialah nak..."
" Makasih pa " .
" Mengenai agama kalian , bagi Nathan dan ibu , baiknya kalian menganut agama masing - masing , Nathan tidak mau memaksakan sesuatu yang kamu tidak nyaman . Menurut bapak bagaimana ".
" Saya merasa semua sama , selama hidup kita bertakwa dan berbuat baik , semua nya akan mendapat pahala ".
" Semua surat sudah selesai Al....besok kita akan menikah di lembaga hukum yang mengurus pernjkahan kita beda agama dan pernikahan sipil kita ."
" Jam 10 kita akan kesana ".
" Ini pakaian buat besok ya nak ".
" Makasih bu " .
" Al....mas memberikan cin - cin ini sebagai bukti keseriusan hubungan kita , cinta mas sejak pertama kita bertemu , sampai saat inibtidak pernah berkurang . Penantian panjang mas , menjadi nyata , makasih Al..."
" Alya yang makasih , ibu , dan mas selalu ada buat Alya ."
__ADS_1
" Al...aku mengikatmu dengan kasih sayang , meminangmu di depan papa mu dengan niat dan kejujuran , semoga ikatan ini membawa kita pada kebahagiaan ."
Nathan menggenggam tangan Alya dan menyemaykan sebuah cin cin ke jari Alya .
" Alya percaya , ibu dan mas benar - benar menerima anak - anak Alya , dan menerima kekurangan diri Alya . Alya berharap mas menyayangi anak - anak ini , seperti mas juga menyayangi anak - anak kita kelak . Mas tidak membedakan kasih sayang antar anak kita kelak ."
" Mas berjanji Al...".
" Ibu juga akan menganggap mereka cucu ibu , tidak akan membeda - bedakan dengan anak kalian nantinya ."
" Makasih mas...makasih bu ".
" Apa gak mau kalian membuat pesta resepsi nak ? "
" Tidak usah bu...ujar Alya ."
" Ibu mengerti , karena keadaan mu , tidak jauh berbeda dengan keadaan ibu dulu , sewaktu mengandung Nathan ".
" Baiklah nak...istirahatlah , jangan banyak pikiran ,".
Ibu Nathan memeluk Alya dengan erat .
Nathan sangat bahagia , senyumannya mekar di kedua pipinya .
Papa Alya lega melihat kesungguhan keluarga Nathan .
Ketika keluarga Nathan sudah pergi , papa Alya menggenggam tangan Alya .
" Papa mengerti dan menerima keputusan kamu , dan permintaan nenek mu . Papa mendoakan kamu di penuhi kebahagiaan nak ".
" Makasih pa....".
" Rasanya berlebih banget pa..., " ujar Alya .
" Kalian bicarakanlah berdua , papa gak ikut campur ."
" Apa kamu mau menyematkan nama Nathan untuk kedua anak mu? baik nya hargai kedua orangtua James nak , dan juga James . Walau dia sangat salah dalam perceraian kalian ".
" Nanti Alya pikirkan pa....".
" Kamu harus memaafkan James , agar kamu menjalani kehidupan baru mu dengan damai ".
" Iya pa...Alya akan memaafkan James dan Alya mau dengan keinginan Alya sendiri , tanpa paksaan siapapun pa ".
" Iya nak..".
☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Matahari pagi , membawa harapan baru .
Seorang make up MUA sudah selesai merias wajah Alya .
Badan Alya tetap kurus , hanya perutnya yang membulat di kehamilan nya 8 bulan 1 minggu .
Keluarga Nathan sudah datang , terlihat juga Jane menunduk dan banyak diam di kursi taman .
Hati Jane sangat sedih , dan kesal . Harusnya James bisa menghargai pernikahannya dengan Alya , Jane tau ...James sangat menyesali apa yang dia lakukan pada Alya .
Orang sebaik dan se sabar Alya , sekalipun punya batas kesabaran .
__ADS_1
Alya sangat marah dengan ketidakjujuran , Sangat marah dengan penghianatan .
Alya sangat cantik , berkulit putih dan matanya sangat indah .
Papa Alya menggenggam tangan Alya .
Mereka menuju mobil yang di siapkan keluarga Nathan .
Jane menggenggam tangan Alya . Memeluk Alya dengan erat .
" Apapun yang terjadi , aku tetap sahabat mu Al...dan aku juga Aunty dari twins , kamu tau pertemanan kita bukan ? " .
" Makasih Jane ."
" Aku selalu mendoakan mu dengan kedua
twins ".
" Hmmmm..."
" Kegagalan lampau , jadikan pengalaman , jangan trauma , bangak berdoa dan berserah ."
" Hm......".
Setiba di gedung , para petugas catatan sipil menerangkannpada Alya dan Nathan , memberikan nasihat dan bimbingan .
Kemudian Nathan menandatangani surat pernikahan sipil, demikian di ikuti dengan Nathan .
Mereka juga menandatangani pernikahan berbeda keyakinan . Semua sudah selesai .
Nathan menyematkan sebuah cincin pernikahan ,Alya juga menyematkan ke jari Nathan .
Nathan mengecup kening Alya .
Mata Jane , papa Alya , ibu Nathan , Nathan dan Alya berkaca - kaca .
Mereka sudah sah dimata hukum , secara Agama karena mereka berbeda keyakinan ada secara khusus yang mereka penuhi dari sisi Alya dan sisi Nathan sendiri .
Nathan membawa mereka ke restoran Nathan , disana Nathan mengundang karyawannya dan mengenalkan Alya sebagai isterinya .
Jane bolak balik menghapus air matanya , Jane mengirim video pernikahan Alya dan Nathan .
Kepada kedua orangtua Nya dan pada James .
" Al....mau tinggal di rumah nenek atau dk rumahnya mas ? tanya Nathan ".
" Dirumah nya mas saja . Kalau di rumah nenek ada papa , ibu kasihan sendiri tinggal ,biasanya mas temani ibu ".
" Baiklah Al...mas bilang ke papa dulu ya ."
Nathan pun menemui mertuanya .
💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️💁♀️💁♂️
Jangan lupa like
Vote
Koment
__ADS_1