Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor

Hidup Bahagia Dan Karma Pelakor
Menerima


__ADS_3

Terjadi pembicaraan James , orangtua James dan papa Alya .


Papa Alya mengatakan , semua keputusannya dia serahkan pada Alya , karena Alya yang menjalani hidup nya .


Apapun pilihan Alya , papa nya selalu mendukung.


James tidak bisa berkata apa -apa lagi , dirinya sangat menyesal , tidak mengatakan sejujurnya , tidak mencurahkan perhatian disaat Alya mengandung anak mereka , komunikasi yang tidak terjalin dengan baik , hanya karena masalah melindungi dari lawan bisnis , harusnya mereka bisa saling bicara dan terbuka .


Tidak berjalan sendiri - sendiri .


Nathan dan ibunya datang malam itu ke rumah papa Alya .


Papa Alya menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka .


" Kedatangan kami , mau meneruskan niat anak - anak kita . Alya menerima Nathan dan mereka memutuskan akan menikah besok , kami meminang anak bapak ."


" Saya menerima maksud baik keluarga nak Nathan , semua keputusan saya serahkan pada Alya . Baiknya bapak suruh Alya nya mengatakan sendiri ".


Papa Alya mengetuk pintu kamar Alya .


" Nak....".


" Yah pa....." .


" Keluarga Nathan datang mau melamar kamu nak , papa tunggu di ruang keluarga , pakaian yang rapi ya nak ."


" Baik pa..."


Alya berganti pakaian dan berbedak ala kadarnya .


Alya pun duduk di hadapan Nathan dan ibu nya , juga duduk di samping papa nya .


" Nak...kedatangan ibu kerumah ini , menanyakan, apakah benar Alya menerima lamaran Nathan ? ".


" Benar bu....".


" Makasih nak....".


" Pa....apa papa mengijinkan dan merestui Alya ? "


" Papa merestui mu nak...apapun keputusan kamu , papa dukung , berbahagialah nak..."


" Makasih pa " .


" Saya merasa semua sama , selama hidup kita bertakwa dan berbuat baik , semua nya akan mendapat pahala ".


" Semua surat sudah selesai Al....besok kita akan menikah di lembaga hukum yang mengurus pernikahan kita."


" Jam 10 kita akan kesana ".


" Ini pakaian buat besok ya nak ".


" Makasih bu " .


" Al....mas memberikan cin - cin ini sebagai bukti keseriusan hubungan kita , cinta mas sejak pertama kita bertemu , sampai saat ini tidak pernah berkurang . Penantian panjang mas , menjadi nyata , makasih Al..."


" Alya yang makasih , ibu , dan mas selalu ada buat Alya ."

__ADS_1


" Al...aku mengikatmu dengan kasih sayang , meminangmu di depan papa mu dengan niat dan kejujuran , semoga ikatan ini membawa kita pada kebahagiaan ."


Nathan menggenggam tangan Alya dan menyemaykan sebuah cin cin ke jari Alya .


" Alya percaya , ibu dan mas benar - benar menerima anak - anak Alya , dan menerima kekurangan diri Alya . Alya berharap mas menyayangi anak - anak ini , seperti mas juga menyayangi anak - anak kita kelak . Mas tidak membedakan kasih sayang antar anak kita kelak ."


" Mas berjanji Al...".


" Ibu juga akan menganggap mereka cucu ibu , tidak akan membeda - bedakan dengan anak kalian nantinya ."


" Makasih mas...makasih bu ".


" Apa gak mau kalian membuat pesta resepsi nak ? "


" Tidak usah bu...ujar Alya ."


" Ibu mengerti , karena keadaan mu , tidak jauh berbeda dengan keadaan ibu dulu , sewaktu mengandung Nathan ".


" Baiklah nak...istirahatlah , jangan banyak pikiran ,".


Ibu Nathan memeluk Alya dengan erat .


Nathan sangat bahagia , senyumannya mekar di kedua pipinya .


Papa Alya lega melihat kesungguhan keluarga Nathan .


Ketika keluarga Nathan sudah pergi , papa Alya menggenggam tangan Alya .


" Papa mengerti dan menerima keputusan kamu , dan permintaan nenek mu . Papa mendoakan kamu di penuhi kebahagiaan nak ".


" Makasih pa....".


" Rasanya berlebih banget pa..., " ujar Alya .


" Kalian bicarakanlah berdua , papa gak ikut campur ."


" Apa kamu mau menyematkan nama Nathan untuk kedua anak mu? baik nya hargai kedua orangtua James nak , dan juga James . Walau dia sangat salah dalam perceraian kalian ".


" Nanti Alya pikirkan pa....".


" Kamu harus memaafkan James , agar kamu menjalani kehidupan baru mu dengan damai ".


" Iya pa...Alya akan memaafkan James dan Alya mau dengan keinginan Alya sendiri , tanpa paksaan siapapun pa ".


" Iya nak..".


☀️☀️☀️☀️☀️☀️


Matahari pagi , membawa harapan baru .


Seorang make up MUA sudah selesai merias wajah Alya .


Badan Alya tetap kurus , hanya perutnya yang membulat di kehamilan nya 8 bulan 1 minggu .


Keluarga Nathan sudah datang , terlihat juga Jane menunduk dan banyak diam di kursi taman .


Hati Jane sangat sedih , dan kesal . Harusnya James bisa menghargai pernikahannya dengan Alya , Jane tau ...James sangat menyesali apa yang dia lakukan pada Alya .

__ADS_1


Orang sebaik dan se sabar Alya , sekalipun punya batas kesabaran .


Alya sangat marah dengan ketidakjujuran , Sangat marah dengan penghianatan .


Alya sangat cantik , berkulit putih dan matanya sangat indah .


Papa Alya menggenggam tangan Alya .


Mereka menuju mobil yang di siapkan keluarga Nathan .


Jane menggenggam tangan Alya . Memeluk Alya dengan erat .


" Apapun yang terjadi , aku tetap sahabat mu Al...dan aku juga Aunty dari twins , kamu tau pertemanan kita bukan ? " .


" Makasih Jane ."


" Aku selalu mendoakan mu dengan kedua


twins ".


" Hmmmm..."


" Kegagalan lampau , jadikan pengalaman , jangan trauma , bangak berdoa dan berserah ."


" Hm......".


Setiba di gedung , para petugas catatan sipil menerangkannpada Alya dan Nathan , memberikan nasihat dan bimbingan .


Kemudian Nathan menandatangani surat pernikahan sipil, demikian di ikuti dengan Nathan .


Semua sudah selesai .


Nathan menyematkan sebuah cincin pernikahan ,Alya juga menyematkan ke jari Nathan .


Nathan mengecup kening Alya .


Mata Jane , papa Alya , ibu Nathan , Nathan dan Alya berkaca - kaca .


Mereka sudah sah .


Nathan membawa mereka ke restoran Nathan , disana Nathan mengundang karyawannya dan mengenalkan Alya sebagai isterinya .


Jane bolak balik menghapus air matanya , Jane mengirim video pernikahan Alya dan Nathan .


Kepada kedua orangtua Nya dan pada James .


" Al....mau tinggal di rumah nenek atau dk rumahnya mas ? tanya Nathan ".


" Dirumah nya mas saja . Kalau di rumah nenek ada papa , ibu kasihan sendiri tinggal ,biasanya mas temani ibu ".


" Baiklah Al...mas bilang ke papa dulu ya ."


Nathan pun menemui mertuanya .


💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️💁‍♀️💁‍♂️


Jangan lupa like

__ADS_1


Vote


Koment


__ADS_2