
Alya dan Nathan tiba di sebuah rumah modern,seorang wanita berkisar 60an menyambut kehadiran Nathan dan Alya.
"Kenalkan Al..ini ibu ku,panggilannya bu Darsih."
Alya mengulurkan tangannya.
"Alya Kusuma bu,temannya Nathan".
Bu Darsih memeluk Alya.Menepuk nepuk punggung Alya.
"Kamu Alya....kamu sangat Nathan nantikan nak.Nathan mencarimu selama ini,trima kasih nak,trima kasih ,Tuhan menjawab doa Nathan dan doa ibu".
Alya hanya bisa menunduk.
"Masuk nak....ujar bu Darsih".
Seorang wanita pekerja membawa koper Alya.
"Nath...bawa Alya ke kamar nak.Dia terlihat lelah,ujar Darsih."
"Yuk Al...ujar Nathan".
Sebenarnya Alya sangat malu,mendaoatkan penerimaan dari ibu nya Nathan begitu baik.Sangat berbeda dengan tabiat maminya sendiri.
Kalau bisa Alya tinggal di hotel,dalam situasi yang dialaminya saat ini,Alya sangat tidak pantas.Walaupun bukan dia yang melakukan,tapi maminya memang sangat kejam.Alya menjadi banyak pikiran.Luka perkataan lebih tajam dari luka fisik.
Alya termenung di balkon kamar itu.Ibunya Nathan sangat rajin.Alya memperhatikan beliau merapikan aneka tanaman anggrek nya,banyak aneka sayuran,dan buah buahan di kebunnya.
Alya tau ,wanita ini sangat baik.Wanita berpakaian sederhana,tutur katanya lembut.Sosok ibu yang dia rindukan seperti mama Liana.
Aku salah menuruti permintaan Nathan.Tapi aku tak kuasa menolak ajakannya.Aku terlalu banyak melukai hidupnya.Alya menutup kedua matanya.
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Alya.
Alya melangkah membuka pintu.
"Sudah siang,makan yuk Al...ujar Nathan".
Alya mengangguk.
Aneka masakan khas indonesia tersaji di meja makan.
__ADS_1
"Mari makan Al...aku memasak ini semua untukmu,ujar Aldi".
"Beneran?ujar Alya bengong".
"Aku mengambil kelas chef,sesudah restoranku berjalan beberapa tahun.Karena chef di restoran selalu bolak balik berhenti dan minta pembagian hasil yang tidak masuk akal,membuatku melanjutkan kursus chef.Belajar dari beberapa chef ,belajar dari ibu juga dan saudara ibu di kampung.Cicipi Al...ujar Nathan".
Alya merasa bahagia,Nathan tidak hancur karena hinaan orangtuanya.Alya meng iyakan mengikuti Nathan,Alya tau,Nathan bukanlah orang yang pamer.Nathan hanya ingin dirinya melihat usahanya selama ini.
Semua makanan yang Nathan masak,Alya cicipi ,walaupun tidak banyak.
"Kamu pandai memasak Nath.Aku aja gak sejago kamu memasak,ujar Alya tertawa".
Nathan dan ibunya tersenyum.
"Al...mau ikut ke restoran?tanya Nathan".
"Mau...ujar Alya."
Mereka pun permisi dan berangkat menuju restoran.Hanya 10 menitan dari rumah Nathan.
Alya memandang restoran itu begitu besar,modelnya modern dan juga memakai ornamen khas indonesia.Ternyata peminat masakan Indonesia sangat banyak.
"Jangan bingung melihat orang sini makan masakan kita Al,mereka suka nasi goreng,rendang,kari ayam,gudeg,rawon,bubur makasar,soto madura,soto medan dan sop buntut.Tapi yang paling di minati adalah nasi goreng dan rendang."
"Disini pekerjanya banyakkan orang indonesia Nath?ujar Alya".
"Benar Al...aku mempekerjakan mahasiswa asal Indonesia.Rata -rata seperti itu.Mereka kerja shift.Mereka mendapatkan makanan juga disini Al.Lumayan kan....mengirit biaya hidup.Ingat masa masa kuliah dulu,aku sampai bawa kotak makanan,dan aku dulu kepayahan mencari pekerjaan,ujar Nathan".
"Kamu sangat baik Nath....kamu banyak membantu mahasiswa negara kita.Membuka lapangan pekerjaan bagi mereka,apalagi yang punya keerbatasan ekonomi,ujar Alya".
Para pekerja disana menundukkan kepala,ketika Nathan melewati mereka.Nathan sangat susah senyum.Hanya anggukan ,sifat Nathan sangat cool,tetwpi berbeda jika bersama Alya.Nathan sangat hangat.
Para pekerja bengong melihat Nathan bisa tersenyum sambil begitu hangat nya ngobrol dengan seorang wanita di sampingnya.Pekerja bisa menyimpulkan sendiri,bahwa wanita itu sangat istimewa buat Nathan.
Alya melihat dekor ruang kerja Nathan berwarna hitam.Semua serba hitam.
"Seram banget Nath ruang kerjamu.....kenapa semua dominan hitam?hidup itu harus seperti pelangi Nath...berwarna.Jangan hanya dominan pada satu warna.Walau terkadang ada sisi kelam dan sisi sedih dalam hidup,dengan berwarnanya hidup,kita akan lebih semarak menjalani nya,ujar Alya."
__ADS_1
"Pakaian dan lainnya juga hitam kamu pakai Nath?apa ada alasannya?tanya Alya".
"Sebenwrnya aku memang suka warna hitam.Jadi kebiasaan semua dominan ke hitam.Ibu sering memarahikuenegurku sama seperti mu Al....ujar Nathan".
"Tapi kamu gak mau dengain masukan dari ibumu.Buktinya semua hitam....ujar Alya tersenyum".
Alya terkejut memandang beberapa pigura di atas meja Nathan.Dan di sebuah dinding Ada foto mereka sewaktu di laut dengan latar belakang gelapnya malam.
Alya membuang pandangannya.Merasa heran kenapa Nathan masih menyimpan semua masa mereka pacaran dulu.
Nathan mendekati Alya.
Alya memandang sekitar,di balik kaca ruangan itu.
"Aku masih mencintai kamu Al....ujar Nathan.Sama seperti dulu.Aku selalu menanti mu Al....tidak pernah aku menyukai wanita lain,selain kamu Al..ujar Nathan".
"Aku gak pantas buat orang sebaik kamu Nath.....Carilah seseorang yang lebih baik.Pasti ada.Aku ....aku gak bisa Nath....ujar Alya."
"Kenapa Al....aku gak mau.Aku sangat berterima kasih pada Tuhan,akhirnya doaku di jawab,aku bertemu denganmu,ujar Nathan".
"Kehadiran ku hanya buat kamu terluka.Maaf....mami ku sangat jahat padamu.Dengan bersujud di kakimu mewakilinya pun aku tak pantas.Kata katanya melukai harga dirimu,kata kata dan hinaan kejamnya sangat keterlaluan.Kadang aku malu menjadi anaknya.Tapi dia benar benar ibuku Nath,bahkan luka itu juga dia berikan pada putrinya sendiri,ujar Alya sambil menutup matanya,terasa berat perasaan dirinya."
"Akutodak peduli Al....yang aku butuh hanya kamu".
"Tidak Nath....kehadiranku akan membuat lukamu terbuka.Kehadiranku hanya membuat kamu kembali ke masa lalumu.Aku tidak layak.Seorang janda dengan masa lalu kelam.Aku bukan pilihan mu yang terbaik Al.Maaf....kamu temanku,teman terbaikku...ujar Alya".
"Allll...please ...aku gak mau hanya sekedar teman.Keberhasilanku ini buat kamu dan ibuku Al.Tanpa ibu dan kamu,aku bukan apa -apa,ujar Nathan".
"Maaf...ujar Alya.Mengalir air matanya.Maaf Nath...aku gak bisa."
Telepon Alya berbunyi.
Alya pun melihat nama di layar handphonenya.
Siapakah yang menelepon Alya?
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment
happy reading.