
Kamr itu begitu indah,setiap sudut terdapat sketsa seorang pria dan wanita dengan pemandangan berlatar belakang negeri Titai bambu.
Setelah mengepak Pakaian James,Alya takjup melihat beberapa sketsa di dalam bingkai.Alya tersenyum.dan memandang James tergolek di ranjangnya sambil menatap Alya dengan senyuman manisnya.
"Yang buat sketsa ini siapa mas?tanya Alya".
"Mas....ujar James singkat".
Alya kemudian melihat sebuah buju hitam dengan motif unik.Alya membukanya.Alya membolak balik isi map tersebut.
Alya berpindah duduk di pinggir ranjang.
"Mas....ini beneran hasil karya mas?tanya Alya".
"Beneran...masa bohongan,ujar James."
"Sejak kapan mas buat sketsa sebagus ini?"
"Sejak kuliah dulu selalu sering coret coret suatu tempat yang mas sukai.Sesekali saja."
"Sewaktu kamu meninggalkan mas,mas merasa sangat kesepian,sangat patah hati,sangat hancur,sampai hendak terpuruk.Tetapi rekaman masa masa kita bersama,menguatkan mas.Rekaman itu mas pindahkan dari handycam ke handphone dan laptop mas.Kapan mas merindukan mu,mas akan memutarnya.James menutup matanya terlihat matanya berkaca kaca."
"Kenapa kata kata mami mu,membuatmu meninggalkan mas Al.....itu seharusnya tidak terjadi.Sebenarnya mama ,papa dan Jane sudah menyiapkan semua acara mas melamarmu.Tapi sebelum itu semua terjadi,malam itu Jane mendengar pertengkaranmu dengan kedua orangtuamu.Jane menyimpannya sendiri,tidak mau mas terbebani dengan itu semua."
"Perlahan mas pulih,tetapi bagai jiwa kosong tanpa kamu.Canda tawamu mengingatkan mas akan segala hal."
"Mas pikir mas punya salah padamu Al....ujar James .Ketika mas mendengar penuturan Jane.Mas sangat tau apa yang kamu rasa.Kamu teramat baik.Mas mencintaimu bukan karena kamu merawat mas.Kamu ada besama di saat mas sehat,ataupun sakit.Sebenarnya di awal pertemuan kita,mas sudah mencintaimu.Mas belum berani mengungkapkan perasaan mas.Mas sangat terkejut mendengarmu sudah menikah dari Jane.Saat itu mas sangat terluka.Menyesali diri,kenapa tidak mengungkapkan perasaan mas."
"Kamu tau Al....kamu wanita yang sangat baik,seorang teman,bahkan Jane mengakui kamu seperti malaikat bagi nya.Apa mas masih layak meminta kamu bersama dengan mas.Kamu tau mas pernah punya riwayat sakit."
"Alya mengecup bibir James."
"Alya menjauh dari mas,Alya memikirkan banyak hal.Alya memang mencintai mas jauh sebelum menikah.Ketika menikah....Alya mencoba menerima sosok Juan.Kami sama sama berjuang.Tapi akhirnya kisah kami berakhir.Mas dan mas Nathan kembali dalam kehidupan Alya.Alya sangat sedih ketika mas sakit.Alya gak bisa biarkan mas sendiri.Sebuah perasaan itu kembali.Bukan rasa kasihan,rasa ingin berjuang bersama."
James tersenyum.
__ADS_1
"Maafkan Alya mas....Alya terluka dan pergi karena kata kata mami."
James memeluk Alya.Kembali mereka saling bertautan.
"Tidurlah diaini Al...ujar James."
"Gak mau ah...belum halal,ujar Alya."
"Kalau sudah halal,mas akan buat pintu disana.Kalau kita mau ke apartemenmu,ada pintu doraemon,ujar James tertawa".
"Tidurla mas,sudah pukul 12 malam."
"Alya balik dulu,ujar Alya".
"Baiklah....ujar James".
Alya kembali memasuki apartemenya.Alya menangis karena merasa bersalahmeninggalkan pria sebaik James.Alya menyalahkan kebodohannya.Alya pun menarik selimut nya.Membuka gorden kamarnya,dan menatap lampu lampu menara Eiffel.
Pagi datang,Alya pun sudah mandi dan mengambil tas nya,serta menarik kopernya.Alya membuka pintu apartemen James.
"Al sayaaang...ujar mama James.".
"Mama...ujar Alya menyambuk pelukan mama James."
"Papa James Richland juga memeluk Alya."
"Apa kabar nak?James mu mendapatimu kembali berkat Eline bukan,ujar Mama James."
Alya tersenyum.
"Kamu tau Al....James sangat bo*oh bukan"
"Mau membuat surprise melamarmu,hmmm....gatot semua.Alias gagal total,ujar mama James.Kamu tidak tau dia mengurung diri di kamar,memutat Handicamnya di proyektor.Setiap hari seeprti itu selama 1mingguan.Mama memarahinya.Mama takut dia tidak jaga kesehatan.Ternyata dia menghargai perawatanmu selama ini.Hanya kurang tidur,terkadang seperti itu."
Alya tersenyu..Ketika James memeluknya dari belakang.Alya menoleh.
__ADS_1
"Ma....James minta restu,James menarik tangan Alya dan duduk di sofa tepat di depan kedua orangtua James".
"Ma...ijinkan James menikahi Alya.James janji akan bahagiakan Alya.James janji akan jaga kesehatan James,James hanya mau Alya ma...pa...ujar James berlutut di depan orangtuanya."
papa James menarik putranya berdiri.
Air mata Alya pun mengalir di pipinya.Sang papa menarik tubuh putra nya.
"Papa ijinkan nak.Papa sabgat bahagia mendengarmu mau menikahi Alya.Alya perempuan yang baik,Alya tulus mencintaimu,papa dan mama memahami isi hati kalian berdua."
"Secepatnya menikahla Son...kamu jangan ketua an...ujar sang mama memeluk James.Kemudian sang mama memeluk Alya."
"Mami sangat pengen punya cucu dari kalian.Kapan rencana kalian nak?jangan lama lama ,ujar Mama James".
"Ma...pa...akan sulit mendapat restu dari mami Elvi,maminya Alya.Ujar Alya."
"Tetapi papi memberikan restunya.Apapun yang Alya putuskan,ujar Alya."
"Tidak usah acara mewah mas...ma...pa....Alya gak mau tersebar ke media.ujar Alya menunduk.Alya ingin keluarga saja.Jika mamintidak datang,Alya harap mama,papa ,mas,Jane dan keluarga memahami Alya.Maaf ujar Alya".
"Tidak masalah nak.Papa sudah menelepon papa dan nenekmu.Mereka menyerahkan sepenuhnya pada keputusan mu,ujar Papa Richland".
👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫👫
Jangan lupatinggalkan jejak 🐾
like
vote
koment
salam sehat
hppy readkng
__ADS_1