
Alya masuk ketika pintu di buka James.Alya masuk dan memakai safety belt nya.
James melajukan mobilnya sangat kencang,Alya hanya diam dan pandangannya kosong.James memandang Alya,wajah Alya nampak banyak memikirkan berbagai hal.James mendesah panjang dan mengacak rambutnya.
Mereka tiba di Apartemen James.
"Mas...kenapa gak ke manshion,stok pakaian Alya disini tidak banyak,ujar Alya".
James memarkir mobilnya.Meletakkan laptop Alya di kursi belakang.Turunlah Al...kita harus bicara.Ujar James menahan amarahnya.
Alya menunduk dan membuka pintu.Perlahan berjalan dan tiba tiba tangannya di genggam James sangat erat.
James dengan langkah panajngnya,seakan menarik Alya memasuki lift.
James mengunci Alya di dalam Lift.Kemudian memeluk Alya dengan erat.
"Bagaimana aku bisa marah padamu Al.....mas tidak pernah bia.Tapi mas ingin kamu tau...mas ini ada,kamu jangan pernah berjalan sendiri,tidak menganggap mas ada.Mas merasa sakit,James memegang dadanya.Mengatakan hatinya perih".
"Apa yang kamu lakukan di luar mas?kamu juga tidak menganggapku ada.Jadi baiknya kita seperti ini saja,ujar Alya menunduk."
"Mas melakukan apa maskudmu Al....?ujar James menatap tajam mata Alya".
"Hanya mas yang tau.Dan dari pada kita saling melukai,biarlah kita berjalan sendiri,ujar Alya menundukkan kepalanya.Matanya tidak mampu membendung air matanya.Maatnya sudah berkaca kaca".
"Apa maksud kamu Al?8bulan kita masih melalui rumah tangga kita.Kenapa?????ujar James."'
Pintu lift terbuka.James menggenggam tangan Alya.Membuka pintu apartemen James.
James memasuki kamar mandi,membuka pakaiannya,menghidulkan shower.James sangat takut Alya meninggalkannya.Sangat takut.Air mata James larut dalam derasnya air shower.Begitu sulitnya dia meraih Alya.Dia tidak gau kenapa Alya tiba- tiba berubah.
James memakai handuknya,keluar dari kamar mandi.
Alya melihat ke arah James,tubuh atletis James,dada penuh dengan pahatan,James begitu memikat banyak wanita.
Mandilah Al...ujar James."
Alya pun memasuki kamar mandi.Berendam dan memakai aroma terapi ,menenangkan pikirannya.
Air mata Alya mengalir,Alya memejamkan matanya.Sebuah kecupan di dahi dan kemudian dua buah tangan menghapus air mata Alya.James membuang handuknya,memasuki bethup.James menarik Alya menghadapinya.James menyandarkan Alya di dadanya.
Perlahan James mencium punggung Alya.Mencium di area telinga Alya,kemudian ******* bibir ranum Alya.James begitu lembut.Alya menolak tubuh James.
James mengusap rambut Alya.
"Apa yang kamu pikirkan yaaang?tanya James".
"Banyak hal..ujar Alya."
"Mas merjndukanmu.Kamu gak tau,mas sangat sulit tidur tanpamu Al....kamu hanya membalas 3 pesan dari siang.Kamu juga tidur dimana mas gak tau."
"Alya tidur di apartemen Alya mas.Awalnya di temani Laura,ujar Dina."
"Laura pulang jam 7 mas,Dan Alya sendiri tidur disana".
"Kenapa gak ngabari mas?ujar James."
__ADS_1
"Alya pingin sendiri mas....ujar Alya."
"Gak....kamu gak boleh sendiri lagi.Kita sudah berdua.Satu tubuh,satu di hadapan Tuhan."
"Alya boleh menanyakan pada mas?tanya Alya"
"Boleh....".
"Jawab dengan. jujur,ujar Alya gak marah,ujar Alya".
"Baik...ujar James menatap wajah Alya."
"Apa mas masih mencintai Alya?ujar Alya".
"Sangat...sangat.....dan teramat sangat.Di kehidupan mas yang ke 2 ini,Tuhan berikan hanya buat mencintaimu dan kelak buat mencintai anak anak kita Al...ujar James."
"Apakah mas masih setia pada janji pernikahan kita di hadapan Tuhan?apa mas masih setia pada Alya isteri mas?ujar Dina."
"Mas setia di hadapan Tuhan,di hadapan jemaat,di hadapan istri mas.Mas tidak pernah menodai kesucian perkawinan kita."
"Apa mas yakin?tanya Alya".
"Yakin....jangan meragukan mas yaaang...ujar Dina".
Air mata Alya kembali mengalir.
James sangat sedih melihat Alya sangat rapuh.
"Apa yang menjadi pikiranmu yaaaang?tanya James.Cerita sama mas."
"Dia menyakitimu?tanya James."
"Alya langsung pergi ketika mama nya dan Juan meminta waktu Alya untuk bicara.Pikiran Alya kacau mas....Alya takut,bayangan tentang semua jal kembali mengusik Alya."
James memeluk Alya.******* diri Alya.
Mas menginginkanmu Al...ujar James dalam nafas beratnya.
Mereka saling bertautan,kemudian di bawah shower mereka mnegulangi penyatuan mereka.Leguha. dan desahan menghiasi kamar mandi apartemen."
James mengangkat Alya,membaringkannya di atas ranjang.
James mengambil pakaian Alya,memakaikannya pada Alya.Beginilah seorang James.Semua perhatian ,kasih sayangnya sangat banyak buat Alya.Alya takut dia kehilangan sosok yang memperjuangkannya,sosok yang begitu tulus menyayanginya.
Alya mengorder beberapa makanan.Tidak begitu lama,setelah James selesai memakai pakaiannya dan merapikan kamar tidur,makanan pun sudah datang.
James menyuapi Alya,mereka saling menyuapi.
"Enak?tanya Alya."
"Sangat....apalagi istri mas yang suap,ujar James."
Ketika James mengambil air minumnya,Alya melihat beberapa pesan di handpjone James.Alya membuka pesan itu.Alya juga mengecek isi pesan pertanggal Wa James.
Isi pesan Elisa banyak rayuan.
__ADS_1
"Mas...ini pesan dari Elisa.Ujar Alya".
"Elisa menyukai mas kan...ujar Alya".
James hanya diam.
"Alya membaca pesan darinya,ujar Alya."
"Mas marah?tanya Alya".
"Gak...mas tidak mau menghapus apapun dia kirim.Mas tidak ada menyembunyikan apapun.Ujar James."
Beberapa Wa memasuki Handphone Alya.
Alya mengangkat telepon di arah dapur sambil mengambil air minumnya.
"Saya akan kirimkan alamatnya.Tolong kirimkan sekarang,ujar Alya."
"Mas....kita ke manshion ya,ujar Alya."
James pun menggenggam tangan Alya.Mereka memasuki mobil dan menuju ke manshion mereka.Tidak lama kemudian seorang kurir membawa paket dan alya menandatanganinya.
Alya menaiki tangga,mengambil koper dan berkemas untuk perjalanan nya ke Paris.
Memasukkan keperluannya secukupnya.
Alya duduk di ruangan kerjanya,ruangan kerja James berbeda dengan ruangan kerjanya.Alya membuka beberapa video,melihat lumayan banyak foto.
Air mata Alya mengalir di pipinya.
Ketika Alya turun ke lantai bawah,tiba tiba bel berbunyi.Terlihat orang tua James,dan Jane memasuki ruang tamu.
Jane terlihat marah karena Alya tidak membalas 2 harian Wa dan tidak mengangkat teleponnya.
"Mama merindukan kalian,ujar Mama James dan papa James pun mengangguk"
"Kalian baik baik saja kan?tanya mama".
Alya hanya diam,termenung.
"Ma...pa...Alya akan ke Paris besok seminggu.Bulan depan beberapa bulan Alya akan terlibat pembangunan hotel di Pataya Thailand,ujar Alya."
"Bagaimana dengan mas James?tanya Jane".
"Jane...kamu pernah menasehati mas James soal Elisa dan Ruth.Sepertinya sudah saatnya aku membuka cerita ini.Aku pikir,akan butuh waktu lama ,selama waktu membuka kedok seorang Juan.Mungkin terlalu bodoh rasanya mas mu ini meninggalkan jejak seperti ini.Agar aku mengerti juga Jane ,aku seperti apa dalam hidupnya,ujar Alya,dan posisi ku seperti apa,ujqr Alya."
Semua mata menatap Alya dengan berbagai pertanyaan dalam pikiran mereka.
☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹☹Jangan lupa like
vote
koment
happy reading guysss
__ADS_1