
Sore itu begitu gelap,demikian gelap ,seperti yang Alya rasakan.Menikah dua kali,pernikahan pertama mengalami pembatalan pernikahan,karena perosalan ketidaksetiian,KDRT dan masih utuhnya diri Alya saat itu.Pernikannya kini menoreh hal yang sama,ibarat sudah di ujung tanduk.Alya sangat sakit dengan ketidak acuhan dirinya di perlakukan sang suami.Bukan tidak mau memberi maaf,tetapi rasa sakit itu sangat lah besar,di saat dia mengandung,tetapi seakan tidak ada yang memedulikan,apalagi suaminya sendiri yang melakukan padanya.
Kadang aku berpikir,kenapa harus menjanjikan dan menyentuh kehidupanku,kalau hanya mengacuhkan dan menghancurkan.
Semua ibarat beribu kata maaf yang keluar dari mulutmu,tapi tak mampu mengobati setiap luka dalam hatiku.Lebih banyakan orang tidak mengerti akan perasaan yang kita alami,diam kita tersiksa,jikalau kita bicara ,disalahkan.
Yang kubisa saat ini hanya menangis,Air mata seperti doa ,di saat .ta:k ma::mpu mengatakan rasa sedih dan kehilangan.
Rasanya hati terlalu lelah untuk mencintai.Aku pernah berharap,tetapi akhirnya kecewa.
Bukankah dalam hidup,kita harus memilih
"Apa yang membuatmu sedih...tinggalkan,apa yang membuatmu *bahagia dan tersenyum ,jagalah biarkan pergi."
Alya menatap awan,berpikir...kapanlah bahagia itu ada.Rasanya sangat jauhhhhh letak kebahagiaan itu.
__ADS_1
Alya memutuskan berangkat sendiri,tidak banyak yang dibawanya.Hanya sebuah koper.Jane memaksa buat mengantarnya,namun Alya tidak mau,dia harus mengandalkan dirinya sensiri sejak saat ini.Karena Jane juga punya anak dan suami,Jane punya tanggung jawab sendiri.
Dengan langkah gontai,Alya memakai aplikasi dan memesan Taxi.Awalnya keluarga James mau mengantarkan Alya ke bandara.Alya berkilah ada keperluan sebelum dia pergi.Alya menuju kantor dan bertemu Laura.Laura memeluknya.Dan dari kantor Alya berangkat menuju bandara,sendirian tanpa siapapun.
Alya menitipkan perusahaan pada Laura ,Lita ,Theo dan Brayan.Untuk perusahaan di Paris,Lita dan Theo yang akan handle dengan pengawasan papa Alya.
Alya lega masih ada sahabatnya yang peduli padanya dan selalu setia selama ini padanya.Dan itu sudah teruji oleh waktu.
Alya memasuki pesawat,sengaja mengambil kelas bisnis agar dirinya lebih nyaman di masa kehamilannya saat ini.Rasa perih hatinya masih begitu dalam.Tapi dia berusaha tidak bersedih lagi,agar tidak mempengaruhi kehamilannya.
Alya membaca sebuah buku tentang ketegaran seorang wanita ,apa yang membuatnya bisa kuat menghadapi dunia,apa yang membuat dia tegar.Jawabannya adalah anaknya.Yah...sama seperti nya saat ini,dia kuat karena anak yang di kandungnya.
Alya mengelus perutnya.Sebuah senyuman Alya pun perlahan terbit,saat baby nya bergerak,walau gerakannya masih begitu lembut karena masih berusia 5 bulan.
Inilah cahaya hidupnya.Sebuah pelita dan penghiburan hatinya.Alya masih bersyukur memiliki nenek yang masih sehat,nenek yang selalu ada di saat dirinya dan papa nya jatuh dan bangun dalam kehidupan mereka.Terkadang nenek tertawa melihat anak dan cucunya.Melalui banyak persoalan hidup.Tetapi nenek percaya,proses hidup akan menempa mereka ,menjadi manusia yang lebih ter asah dari waktu ke waktu.
__ADS_1
Setelah beberapa jam penerbangan dan transit,Alya pun tiba di Canada.Di pintu kedatangan sudah menunggu neneknya beserta sepupu jauhnya.
Sebuah pelukan yang mendamaikan memeluk Alya saat ini.Sebuah pelukan yang sangat dia butuhkan agar tetap tegar.
"Jangan menangis lagi....kesedihanmu sudah kamu tinggalkan.Saatnya kamu kamu kuat.Demi anak yang kamu kandung.Calon mama gak boleh sedih-sedih ujar sang nenek.Kamu sudah berjuang,sudha menjadi isteri yang baik,jika orang tidak mengacuhkanmu,tidak menghargai keberadaanmu,jangan terlalu kecewa.Kamu layak mendapat yang terbaik.Buah kesabaran itu akan manis dan indah pada waktunya.Badai akan selalu berlalu,di balik hujan akan ada pelangi.Yakinlah kata-kata nenekmu ini Al."
"Alya selalu yakin nek...nenek sangat banyak memakan asam garam.Kalau Alya banyakan makan roti bukan?,"ujar Alya berusaha membuat lelucon.
"Benar-benar...,"ujar sang nenek tertawa.Tidak ada hati seorang nenek yang tidak sedih melihat nasib cucu nya.Tapi sang nenek berusaha berbesar hati.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
Jangan lupa like
vote
__ADS_1
koment