Hipotesis Cinta

Hipotesis Cinta
Eps 17


__ADS_3

Pak Dhiaz sudah memenuhi permintaan waitress sekaligus fansnya dari Sulbar itu. Ia pun kembali ke kamar untuk tidur.


Tapi pikirannya tetap saja dipenuhi oleh bayang-bayang Aisyah. Tak kuasa bertengkar dengan otaknya, pak Dhiaz memutusukan untuk menghubungi Aisyah.


Ia mengambil gawai di nakas, kemudian menelepon Aisyah. Namun tak ada jawaban, karena Aisyah sedang terlelap.


Saking lelapnya, Aisyah tak menyadari gawainya berdering untuk kesekian kalinya. Justru bu Arni yang penasaran untuk memeriksa gawai anaknya.


Menurut bu Arni, itu pasti perkara penting. Karena tidak mungkin si penelepon menghubungi Aisyah berkali-kali, jika itu tidak penting.


Bu Arni memasuki kamar Aisyah. “Pantas teleponnya tidak diangkat, ternyata lagi tidur toh.”


Bu Arni mengambil gawai Aisyah. Ia mendapati kontak bernama Dosen Killer tertera di layar gawai anaknya.


Bu Arni segera menerima panggilan, yang ia yakini sembilan puluh tujuh persen dari pak Dhiaz. “Tunggu sebentar ya. Aku bangunkan Aisyah dulu,” ujarnya.


“Iya bu.”


“Ternyata benar pak Dhiaz. Aisyah ada-ada saja menamai dosennya,” batin bu Arni setelah mendengar suara si penelepon.


Pak Dhiaz menanti dengan perasaan tak sabar. Sedari tadi ia ingin sekali mendengar suara Aisyah.


“Bangun nak. Kamu belum shalat isya,” ucap bu Arni seraya menggoyang-goyangkan tubuh Aisyah.


Aisyah lalu duduk, perlahan ia memicingkan matanya. “Aku tidak shalat ma. Lagi mens,” tuturnya.


Aisyah bersiap untuk tidur kembali. “Jangan tidur dulu sayang. Ini dosen kamu mau bicara,” cegah bu Arni.


“Bilang ke pak Dhiaz besok saja bicaranya. Ngantuk ma, aku juga capek sekali.”


“Aisyah, tidak sopan. Ini dosen kamu loh nak, sekarang kamu bangun terus cuci muka.”


Aisyah terpaksa bangun, ia lalu ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Kemudian kembali ke kamar untuk mengambil gawainya.


“Ada apa sir?” tanyanya dengan menahan kantuk.


Aisyah sudah berbicara dengan pak Dhiaz. Jadi bu Arni melangkah kembali ke dapur. Di ruangan untuk mengolah makanan tersebut, ia dan Wahdah menyiapkan bahan jualan untuk besok.

__ADS_1


“Bagaimana mengajarmu hari ini, lancar?” tanya pak Dhiaz.


“Iya sir, lancar.”


Ingin sekali rasanya Aisyah memutuskan panggilan dari pak Dhiaz. Tapi ia tahan, dengan pikiran pak Dhiaz pasti bicaranya sebentar saja.


“Baru juga sehari mengajar, kamu sudah selelah itu. I can’t imagine selelah apa kamu kalau jadi dosen beneran.”


Aisyah jadi meradang mendengar ucapan pak Dhiaz yang terdengar seperti sebuah ledekan.


“Cepat pulang sir, jangan keluar kota terus! Kasihan asistenmu ini.”


Pak Dhiaz senyum-senyum sendiri karena berhasil mengembalikan mode cerewet Aisyah.


“Kemarin yang suruh sering-sering keluar kota siapa?”


“Me, coz I do not know kalau ternyata jadi asisten itu susah.”


“Susah bagaimana?”


Benar saja, Aisyah menyampaikan semua uneg-unegnya. Dan pak Dhiaz mendengarnya dengan seksama, dan dalam tempo yang sepanjang-panjangnya.


“Banyak yang meragukan penguasaan materiku sir. Makanya mereka bertanya terus, bahkan yang di luar tema pun ditanyakan. Untung aku rajin membaca, jadi gampang menjawab pertanyaan mereka.”


“Jangankan kamu, dosen saja pernah diragukan mahasiswa. Let me tell you, di dalam satu kelas pasti ada tipe pelajar yang seperti itu. Pelajar tipe ini akan sering-sering bertanya untuk menguji kemampuan si pengajar. Tapi itu dilakukan hanya di pertemuan awal. Kalau pengajar berhasil menjawab dengan baik, maka si pelajar ini akan belajar dengan serius sampai akhir semester. Begitu pun sebaliknya.”


“Wow, fakta yang cukup membagongkan sir. Ternyata ada ya pelajar yang seperti itu.”


“Cuman itu keluhan kamu?”


“Masih ada yang lebih parah sir. You know what, di kelas Adifa ada yang menggodaku. Katanya sir menang banyak punya asisten cantik sepertiku. Yang paling parah, yang duduk di samping penggoda itu malah minta nomor HPku.”


Kalimat yang dilontarkan Aisyah terdengar begitu lucu di telinga pak Dhiaz. Ia jadi tertawa terbahak-bahak.


“Ish, sir jahat. Malah ketawa di atas penderitaan orang lain. Mana ketawa sir fals lagi.”


“Bagaimana tidak ketawa, ceritamu lucu begitu. Anyway, aku sengaja ketawa fals. Soalnya kalau ketawaku merdu, kamu bisa jatuh cinta nanti.”

__ADS_1


“Kresek! Mana kresek?”


“Kresek itu hasil daya cipta kan?”


“Kreasi sir, malah perosotan.”


“Plesetan Aisyah, ha ha.”


“He he sir duluan sih. By the way sudah dulu ya sir, aku mengantuk sekali. ”


“Iya, silakan tidur lagi. I just wanna ensure kamu mengajar dengan baik.”


Aisyah lalu memutuskan panggilan dari pak Dhiaz. Akhirnya, dua insan yang berbeda jenis kelamin ini, melakukan aktivitas yang sama di provinsi yang berbeda.


Keesokan harinya, Aisyah kembali menggantikan pak Dhiaz mengajar. Kali ini Aisyah menggantikan sang dosen mengajar di kelasnya sendiri.


Aisyah mulai memaparkan materinya. Setelah selesai, ia memberikan kesempatan kepada temannya untuk bertanya jika ada materi yang belum dimengerti.


Dengan cepat Ilham mengangkat tangannya. “May I?” tanyanya.


“Yup, of course. Why not? Tafadhol akhy!”


“Bagaimana cara mengetahui experimental research yang dilakukan researcher berhasil?”


“Seperti yang kubilang tadi, penelitian eksperimen dikatakan berhasil kalau hasilnya positif.”


“Kita semua juga tahu kalau hasilnya positif berarti eksperimennya berhasil. Maksud Ilham itu langkah-langkahnya,” bela Keysya.


“Itu juga sudah kujelaskan tadi. Tapi kalau kalian berdua belum paham, dengan baik hati aku akan menjelaskannya kembali. Tapi tolong perhatikan baik-baik, jangan sampai materi yang sudah kujelaskan dengan baik kalian tanyakan lagi. Well, jadi cara untuk mengetahui penelitian eksperimennya berhasil adalah mengurangi hasil experimental group dengan hasil dari control group. Kalau hasilnya positif, berarti penelitiannya berhasil. Sampai sini paham kan?”


“Paham dong Ai,” sahut mahasiswa yang lain.


“Makanya kalau Aisyah menjelaskan, kalian berdua perhatikan dong. Jangan cuman asyik pacaran di kelas,” tegur Ismi.


Mahasiswa yang lain turut meneriaki Ilham dan Keysya. Karena mereka semua tahu kalau Ilham dan Keysya itu tipe tong kosong nyaring bunyinya.


Good night guys, jangan lupa dilike ya...

__ADS_1


__ADS_2