
Setelah itu, Aisyah langsung menghampiri pak Diaz yang sedari tadi menunggunya untuk masuk menemui Aris dan Aisyah Munaf.
Ilham dan Keysya juga berada di pesta pernikahan itu. Mereka pangling saat melihat pak Dhiaz datang bersama Aisyah.
“Ada Ilham sir,” ucap Aisyah sembari terus melangkah. Langkahnya serentak dengan langkah pak Dhiaz.
“Aku sudah tahu dia akan datang.”
“How come you knew that?”
“Karena Ilham sepupuan dengan Aisyah.”
“Aisyah? Oh, jadi kita ke sini karena Aisyah. Dia siapanya sir?”
“Aisyah itu kakak si empunya acara. Dia pacarku yang selingkuh waktu masih kuliah dulu. Jadi hari ini impas ya. Aku balas dendam ke mantan pacarku dan kamu balas dendam ke mantan calon suamimu. Tampil yang mesra, biar rencana kita memanasi mereka berhasil.”
“Okay sir.”
Mata Ilham dan Keysya lama tak berkedip saat menatap Aisyah yang semakin mendekat ke panggung pernikahan. Aisyah si gadis culun berkacamata, tiba-tiba saja menjadi seperti bidadari hari ini.
Aisyah yang dulunya bisanya hanya memakai flat shoes, kini melangkah begitu anggun dengan statement heels di kedua kakinya. Ia yang dulunya juga selalu menunduk saat berjalan, kini fokus menatap ke depan.
__ADS_1
Dengan ditemani Aisyah di sampingnya, pak Dhiaz memberikan kado pernikahan ke adik mantan pacarnya.
“Selamat yah Dirga,” ucapnya dengan senyum yang dipaksa untuk merekah.
“Iya kak, semoga cepat nyusul.”
“Ini siapanya kamu?” tanya Aris yang berdiri di samping Dirga.
“Kenalkan ini Aisyah, my soulmate.”
“Aisyah,” ucapnya pada Aris seraya meletakkan kedua tangannya di dada.
“Apa Anda tidak tahu, kalau sugar daddy itu hanya diperuntukkan bagi lelaki tua? Kak Dhiaz kan masih muda, so sangat jelas dia tidak bisa dikatakan sugar daddy. Satu lagi, kami sepasang kekasih om. Bukan partner s-e-x seperti yang Anda tuduhkan.”
Aisyah tidak dapat mengontrol emosinya lagi karena dituduh sebagai sugar baby. Tanpa aba-aba, ia berjalan keluar dari hajatan itu. Meninggalkan rumah Aris, sahabat pak Dhiaz yang tega mengkhianati pak Dhiaz.
Melihat Aisyah pergi, pak Dhiaz bergegas menyusulnya. Aisyah dan pak Dhiaz kini berjalan beriringan ke parkiran di rumah itu.
Mereka berdua memasuki mobil. Seperti biasa, pak Dhiaz mengemudi mobil. Sedangkan Aisyah, ia duduk di jok tengah.
“Maaf untuk tindakanku tadi sir. Aku sudah bikin sir malu,” ucap Aisyah sembari menunduk.
__ADS_1
“Tidak usah minta maaf, kamu tidak salah apa-apa. Seharusnya aku yang minta maaf, sudah membawa kamu ke sini. Kalau bukan karena ajakanku, kamu tidak akan dikatai sugar baby tadi.”
Aisyah membisu setelahnya. Pak Dhiaz ikut membisu di sepanjang perjalanan menuju rumah Aisyah.
“Aisyah jadi cantik ya sayang,” pancing Keysya pada Ilham.
“Iya, cantik.”
“Kok cantik sih?” tanya Keysya dengan nada sedikit meninggi.
“Duh, salah ya? Jadi gini, maksud aku yang cantik itu kamu bukan Aisyah.”
Karena ucapannya, Ilham akhirnya mati-matian membujuk Keysya agar tidak ngambek.
Di malam hari, sebuah chat masuk ke WhatsApp pak Dhiaz. Karena sedang sibuk memeriksa tugas mahasiswa, ia menunda untuk membuka chat dari nomor baru itu.
Chat itu baru dibuka pak Dhiaz saat ingin tidur. Dibukanya profil si pengirim, “Aisyah, Aisyah, sudah bersuami kok enteng sekali kirim chat banyak begini ke lelaki lain.”
Alih-alih menjawab, pak Dhiaz langsung menghapus semua chat itu tanpa membalas satu pun. Pantang baginya menjalin ikatan cinta dengan perempuan yang telah bersuami. Apalagi yang pengkhianat seperti Aisyah Munaf.
*Jangan lupa kasih dukungannya ya readers. Semoga terhibur and stay healthy...
__ADS_1