Hipotesis Cinta

Hipotesis Cinta
Eps 51


__ADS_3

“Proposalmu sudah bagus. Kamu bisa maju ujian proposal,” tutur pak Dhiaz usai memeriksa proposal Aisyah.


“Terima kasih sir.” Saking bahagianya, Aisyah spontan memeluk pak Dhiaz.


Pak Dhiaz pun membalas pelukan Aisyah. Sudah lama ia memeluk Aisyah, tapi ia tidak melepaskan pelukannya. Bahkan jadi semakin erat.


“Lepaskan aku sir.”


“Nanti saja, aku sangat suka memelukmu.” Ia lalu melepaskan hijab Aisyah.


“What are you do-?”


Belum selesai bicara, pak Dhiaz langsung membungkam bibir Aisyah dengan melu-matnya. Tangannya berpindah ke pakaian Aisyah. Dengan cekatan, tangan itu melepaskannya.


“Stop it sir, ingat janji kita ke Jus. Kita tidak akan bersikap sebagai suami istri.”


“But I love you so much Aisyah. Aku sudah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi,” ucap pak Dhiaz yang semakin bergairah.


“But I don’t love you. Jadi tolong berhenti sir!”


“Aku tidak peduli kamu cinta atau tidak, yang jelasnya kamu sudah halal untuk kusentuh.”


Pak Dhiaz terus melanjutkan aktivitasnya.


“Aku lagi menstruasi sir. So you can’t touch me.” Berbagai alasan Aisyah ungkapkan agar pak Dhiaz mau berhenti.


“Menstruasi? Kamu pasti bohong kan?”


“Tidak sir, aku serius.”


“Really?”


“Yeah, really.”


“Kalau begitu biar kuperiksa.” Pak Dhiaz beralih melepaskan pertahanan terakhir Aisyah.


“Sudah kuduga. You are a bad liar sayang,” lanjutnya yang tak mendapati setetes darah pun.

__ADS_1


Dengan cepat pak Dhiaz menanggalkan semua pakaiannya. Dia semakin mendekat ke Aisyah.


“I beg you, tolong sadar sir!”


“Aku sangat sadar sayang.” Pak Dhiaz meraih Aisyah yang sudah polos ke dalam dekapannya.


“I will do it slowly,” bisiknya di daun telinga Aisyah yang ketakutan.


“Please don’t! Ini salah sir.”


“Apa yang salah? Kamu istriku dan aku berhak melakukan ini padamu.”


“We promised to Jus untuk tidak bersikap sebagai suami istri. So, tolong lepaskan aku sir!”


“Aku tidak akan melepaskanmu sayang. Aku tidak peduli janji itu lagi. Saat ini, aku hanya ingin memilikimu seutuhnya.”


Big snake pak Dhiaz kini masuk ke sarang milik Aisyah dengan paksa.


Then boom, sesuatu telah robek di bawah sana. Dia berhasil menjadi satu-satunya pemilik mahkota yang telah dijaga selama 21 tahun itu.


“Sa-kit,” lirih sang istri.


“Aku tidak akan pernah menyesal melakukan ini.” Pak Dhiaz semakin mempercepat pergerakannya.


“Siiir,” desah Aisyah.


“Aku tahu, aku tahu kamu sangat menikmati ini.”


Mereka berdua kini merasakan sensasi yang sama. Hingga suara lenguhan lolos dari mulut keduanya.


Usai permainan panas itu, pak Dhiaz mengecup dahi Aisyah. “Terima kasih istriku,” ucapnya lalu berbaring.


Aisyah terlalu malu atas yang terjadi barusan. Dia bersembunyi di balik selimut.


Pak Dhiaz malah menariknya, lalu mendekapnya. “Aku akan memintanya setiap hari.”


“You can’t,” balas Aisyah yang tak berani menatap netra pak Dhiaz.

__ADS_1


“Aku akan memaksamu.”


“Jahat.”


“Meminta hak pada istri bukan kejahatan sayang. Oh ya, aku mau bertanya sesuatu.”


“Apa?”


“Apa benar kamu tidak mencintaiku?”


“No, I love you so bad.”


“Sejak kapan?”


“Sudah lama.”


“Then, kenapa kamu tolak aku terus?”


“Sejak dikhianati Ilham, aku jadi susah untuk percaya pada laki-laki, termasuk sir. Aku tolak sir coz I think sir cuman bercanda seperti Ilham.”


“Aku sudah tahu kebenarannya. Aku tidak akan melepaskanmu lagi.”


“Tapi, sir harus menikahi Jus.”


“Aku tidak akan menikahinya.” Pak Dhiaz melepaskan selimut yang menutupi tubuh Aisyah.


“Mau apa lagi sir?”


“Lanjut ronde ke dua dong.”


“Aish.”


.


.


.

__ADS_1


Part tervulgar yang pernah author buat. Kali aja bisa laku kayak beberapa novel famous🙈


__ADS_2