Hipotesis Cinta

Hipotesis Cinta
Eps 33


__ADS_3

“Pakai ini,” saran Adifa ke Keysya.


“Darimana kamu dapat gaun dan sepatu sebagus ini? Harganya kan mahal Fa.”


“Ini punya si eks culun.”


“Masa’ iya aku pakai ini. Nanti ketahuan Aisyah bagaimana?”


“Tidak akan Key. Penjual kan banyak, wajar dong kalau ada barang yang sama persis.”


“I cannot Fa. Aku sudah menyakiti Aisyah berkali-kali, tapi dia masih mau membantuku kemarin. How bad I am kalau masih tega mengusik dia lagi.”


“Ucapanmu itu loh. Sok baik,” umpat Adifa sebelum hengkang dari hadapan Keysya.


Dia bergegas mencari tempat sampah untuk membuang gaun dan sepatu Cinderella milik Aisyah. “Kamu tidak akan menang Aisyah. Gaunmu sudah jadi sampah sekarang.”

__ADS_1


Di mushallah, “Oh My God, gaun dan sepatunya mana kak?” tanya Sissy panik.


“Aku juga tidak tahu dek,” balas Aisyah tak bersemangat.


Dia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Perasaannya akhirnya agak baikan setelahnya. Pikirannya juga sudah kembali jernih seperti sediakala.


“Cari gaun baru sudah tidak sempat. Mau tidak mau kita harus gunakan cara lain. Sammy bantu aku buat baju ini kelihatan lusuh.”


Sissy mengeluarkan alat-alat make upnya. Ini pertama kalinya Sissy memberikan sentuhan make up bukan pada orang, melainkan pada baju yang akan Aisyah kenakan di fashion show nanti.


Saat semuanya sudah siap, dia mengendap-endap ke belakang stage agar tidak diperhatikan oleh yang lain.


Host membuka acara, Aisyah sebagai penampil pertama berjalan dengan tegak saat show. Dia tetap tampil begitu percaya diri di stage, walau tanpa gaun cantik dan sepatu kaca seperti yang peserta lain kenakan.


Hanya Aisyah seorang yang tampil beda seperti itu. Hal ini berhasil mengundang perhatian juri. “Kenapa Anda tidak memakai gaun cantik dan sepatu kristal seperti yang lain?” tanya juri padanya di sesi interview pada para peserta.

__ADS_1


“Aku ingin merepresentasikan Cinderella dengan cara yang berbeda,” jawab Aisyah mantap.


“Jelaskan lebih rinci!” perintah juri yang kian penasaran.


“Saat membahas Cinderella, orang-orang akan tertuju pada gadis cantik yang menghadiri pesta dansa. Gadis yang meninggalkan sepatu kacanya karena waktu telah mendekati jam dua belas malam. Kali ini aku ingin menonjolkan bahwa Cinderella bukan hanya sebatas itu. Aku ingin memperlihatkan bahwa ada banyak hal pahit yang harus dia lalui sebelum bertemu dengan pangeran di pesta dansa itu. Salah satunya digambarkan oleh penampilanku ini, dimana Cinderella harus bangun setiap pagi untuk memasak makanan untuk ibu tiri dan saudara tirinya. Cinderella juga harus membersihkan seisi rumah setiap hari. Sehingga bajunya kusam dan berantakan karena terkena abu dari api saat memasak, dan terkena debu dari perabotan rumah saat bersih-bersih.”


Juri manggut-manggut mendengarnya. Juri itu kembali bertanya ke model-model yang lain. Setelah itu, juri berdiskusi sebentar untuk menentukan pemenang.


“Okay models, kami sudah menentukan pemenangnya. Setelah menilai busana, kelincahan, dan ekspresi kalian semua, kami memutuskan bahwa peraih juara pertama di Cinderella Fashion Show malam ini adalah Aisyah. Nilai tertinggi kedua diraih oleh Keysya, dan nilai tertinggi ketiga diberikan kepada Humairah.”


“Selamat untuk ketiga pemenang, yaitu Aisyah, Keysya, dan Humairah. Dimohon untuk maju ke depan,” pinta host.


Mereka bertiga pun melangkah ke depan untuk mengambil hadiahnya.


Like, komen, dll

__ADS_1


__ADS_2