Hipotesis Cinta

Hipotesis Cinta
Eps 31


__ADS_3

“Aku akan ikut lombanya,” sahut Aisyah dengan nada lirih.


“Alhamdulillah, kalau begitu malam ini kita cari baju Cinderella yang cocok untuk kamu. Sekalian beli sepatu kaca juga. Aku akan minta Sammy untuk menemani kita. Sekalian minta dia ajari kamu cara jadi model yang profesional.”


“Sissy ciinn, not Sammy.” Aisyah menghapus air matanya.


“Kamu cantika kalau senyum tsayyy,” celoteh pak Dhiaz dengan menggigit jari telunjuknya. Persis seperti yang biasa Sissy lakukan.


Karena itu mereka berdua tertawa. “Harus beli malam ini ya sir?” tanya Aisyah setelahnya.


“Iya, takutnya susah dapat gaun dan sepatunya. So kita harus cepat cari. Supaya besok kamu juga bisa fokus latihan dengan Sammy.”


“Tapi cewek yang sering keluar malam arisannya bakal naik di tongkrongan emak-emak sir,” tolak Aisyah secara halus.


“Bawa Wahdah juga.”


“Iya juga ya. Anyway, tidak usah beli sepatu lagi sir. Sepatu yang sir kasih kan bisa dipakai.”


“Tidak bisa karena warnanya pink. Sedangkan kita butuh sepatu yang senada dengan baju Cinderellanya.”

__ADS_1


“Oh, gitu ya sir.”


Sudah sampai di depan rumah, Aisyah keluar dari mobil. “Aku jemput kamu after isya ya,” tutur pak Dhiaz lalu mengemudikan mobilnya.


“Okay sir.” Aisyah kemudian menggerakkan kedua kakinya dengan cepat untuk menjangkau rumah.


Sesampainya di ruang keluarga, dia langsung memberitahu ide pak Dhiaz pada ibu dan adiknya yang tengah menonton serial Naruto.


“Ini sudah malam Ai, besok saja kamu cari baju! Tidak baik kalau anak perempuan sering keluar malam,” tegur bu Arni.


“Tapi ma, gaun dan sepatu Cinderella itu seperti minyak goreng. Langka, jadi harus cepat dicari supaya tidak kehabisan peserta yang lain. Kalau beli gaunnya ditunda sampai besok, aku juga tidak akan sempat belajar modelling ma.”


“Siap ma.”


Waktu terus bergulir, Aisyah dan Wahdah sudah siap. Seperti yang pak Dhiaz janjikan, dia benar datang ba’da isya.


Di dalam mobil pak Dhiaz sudah ada Sissy yang akan memilihkan gaun untuk Aisyah. Pak Dhiaz segera melajukan mobil, dan berhenti tepat di butik langganan keluarganya selama ini.


Butik Salma Absara, butik yang menyediakan beragam pakaian high quality. Mereka berempat masuk ke dalam.

__ADS_1


Sissy langsung berjalan ke pakaian khusus cosplay. Dia melihat-lihat dulu, hingga agak lama setelahnya dia memilih tiga gaun untuk Aisyah coba.


Aisyah mencoba satu per satu gaun tersebut. Seusai mengenakannya, dia keluar untuk memperlihatkannya pada Sissy.


Semua gaun itu telah Aisyah coba. “Bagusan yang kedua Ai,” ujar Sissy.


Gaun kedua itu pun dipinang. Mereka kembali melanjutkan pencarian ke toko sepatu. Di toko Wanita Mandiri itu, sepasang sepatu kristal juga dipinang.


Gaun dan sepatu sudah siap. Pak Dhiaz segera mengantar Aisyah pulang, sebelum jarum jam menunjukkan pukul dua belas malam.


Jika tidak, mobilnya akan berubah menjadi labu. Dia menjadi tikus, Wahdah dan Sissy menjadi kadal, gaun cantik Aisyah menjadi lusuh, dan author menjadi pemenang lomba Mengubah Takdir-Wanita tanggal 10 Mei 2022 nanti. Halu tapi Aamiin.


Di tempat tidurnya, Ilham mengutuk diri. Malam ini dia insomnia karena dihantui kejahatannya pada Aisyah selama ini.


Penyesalan yang amat besar sungguh memenuhi ruang hatinya. Karena kejahatannya itu, karma kini betah bersarang di hidupnya. Bagaimana tidak, setelah kejadian tadi siang, dia tiba-tiba jatuh cinta pada Aisyah.


Perempuan yang pernah dihinanya habis-habisan itu ternyata sangat baik. Sekarang Aisyah juga sudah sangat cantik.


Kecantikan Keysya kini bisa dia temukan di Aisyah. Tapi kebaikan Aisyah sampai kapan pun tidak akan pernah bisa dia temukan di Keysya.

__ADS_1


“Aku harus bisa merebut hati Aisyah,” tuturnya.


__ADS_2