
Jam kerja telah berakhir satu jam yang lalu dan aku masih bertahan di kantor menyelesaikan laporan.
"Ayok pulang Nay, gue anterin" ucap Given yang duduk diujung mejaku.
"Turun lu, sopan amat jadi orang" sindirku.
"Hehee hayukkk bestie pulang, hayuk calon kakak iparku" ucapnya memasang wajah menggelikan.
"Jijik" jawabku ketus.
Aku mematikan komputerku dan turun ke lantai 1 bersama Given. Baru saja aku mau membuka pintu mobil Given, suara teriakan Ara memaksaku untuk berbalik arah.
"Tanteeee Naaaaayyy" teriak Ara.
Aku memasang wajah full senyumku, dan Ara berlari memeluk kakiku.
"Ara sama siapa, kennapa bisa disini?" Tanyaku.
"Sama papii, aku sama papi tadi nunggu tante di sana"tunjuknya di sofa untuk tamu,pantas saja aku tidak melihatnya karena aku memang tidak melihat ke arah sana.
"Terusss papinya mana?" Tanyaku.
"Ekheeem, saya disini" ucapnya berdehem membuatku langsung tegang. Karena terlalu fokus pada Ara aku sampai tidak memperhatikan kalau Alan sudah di sampingku.
"Selamat sore pak Alan, mau ketemu pak Rahmat ? Tapi pak Rahmat tadi sudah pulang, mau saya buatkan janji dulu" ucapku formal mengusir rasa canggung saat bertatapan dengan matanya yang hitam memancarkan ketegasan di dalamnya.
"Santai saja Nay, tidak usah terlalu formal gitu, panggil seperti biasanya saja, saya juga tidak ingin bertemu om Rahmat, saya hanya ingin mengantar Ara yang ingin bertemu dengan tante Naya-nya" ucapnya di iringi kekehan kecil.
"Emh, Ara masih ingat sama om nggak ?" Tanya Given berjongkok di depan Ara.
"Om temennya tante Nay kan?" Ucapnya setelah beberapa saat berpikir.
"Yappp, pintar. Ara kenapa ingin ketemu sama tante Nay?" Ucap Given.
"Ara mau ajak tante Nay ke Mall om, om mau ikut" jawab Ara
"Enggak sayang kamu sama tanye Naya aja, om mau langsung pulang saja" ucap Given lalu berdiri dan melihat ke arahku.
"Gue duluan ya Nay"ucapnya mengerlingkan matanya membuatku memicing ,lalu dia terbahak.
__ADS_1
"Saya duluan pak Alan"pamitmya pada Alan yang hanya di tanggapai anggukan.
"Pergi sono lu, awas besok-besok nggak usah ngajakin balik bareng" sinisku.
"Halah bilang aja lu mau di jemput sama pak Alan tiap hari, ngode kan lu" ucapnya terbahak lalu berlari ke arah kemudi.
Dasar temenn laknutttt. Batinku
Aku tidak berani menatap Alan karena malu.
"Mau sampai kappan nunduk terus Nay, emang di bawah ada apasih betah banget kayaknya kiat ke bawah" ucapnya terkekeh.
"Ayooo, kita ke mobil saya dulu"lanjutnya mendahuluikundan Ara.
"Ayo tantee"ajak Ara mengamit dan menarik tanganku untuk mengikuti papainya.
"Ara mau duduk di depan sama tante Nay boleh nggak ?" Ucap Ara dengan sorot akan sarat permohonan.
"Nggak bo.."
"Bileh kok sayang, sini tantee pangku sini, kita sambil nyanyi ya biar ngvak bosen" ucapku memotong perkataan papinya Ara.
"Yeeeeyyyy, makasih tantee" Ara lalu memeluk'ku erat,lalu kami tertawa bersama. Aku melirik ke arah Alan yang tersenyum melihat tingkah kami.
"Emh, let it go"ucapnya berbinar menaruh telunjuk di dagu.
"alright, let's sing together" ucapku setengah berteriak dan mengepalkam tangan ke atas, di ikuti Ara yang melakukan hal yang sama. Lalu kami bersama , melupakan bahwa masih ada sesorang yang tengah tertawa melihat interaksi kami berdua.
The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation
And it looks like I'm the queen
The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in, heaven knows I've tried
__ADS_1
Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always have to be
Conceal, don't feel, don't let them know
Well, now they know
Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn away and slam the door
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway
Karena terlalu bersemangat baru bernyanyi sedikit saja kami sudah lelah dan kehausan.
"Minum dulu sebelum tenggorokan kalian sakit" ucap Alan tertawa menyodorkan sebotol air minum padaku.
"Ehhh, iyaaa.maaf saya teriak-teriak tadi" ucapku canggung merutuki kebodohanku yang bisa-bisanya lupa kalau ada Alan di sini.
"Tante kenapa kepalanya di pukul-pukuk, tante pusing tante sakit ya, kenapa mukanya merah" ucap Ara.
"Heheee enggak kok sayang, tante gapapa" jawabku. Aku melirik ke arah Alan yang terlihat sedang menahan tawa.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Ketawa ketawa aja kalii mas ntar berubah jadi kentut malah bahayaaaaaaaa.. 😒