Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 56


__ADS_3

"Adik-adik kamu gimama kabarnya?" Tanya Alan memecah keheningan.


"Alhamdulillah semua baik Mas" jawabku semnbari membenarkan posisi Almeer yang berada di pangkuanku.


"Saya serius Nay , perasaan saya sama kamu itu nggak pernah berubah, Saya juga tahu kamu masih sering komunikasi sama Ara".ucap Alan membuatku melihat ke arahnya.


"Kasih saya waktu ya Mas, saya nggak bisa kasih jawaban sekarang" jawabku lalu menatap ke arah Almeer yang tertidur dengan damai di pelukanku


Mobil yang di kendarai Alan masih melaju di jalanan tappi tak ada percakapan apapun lagi di antara kami hingga mobil yang kami tumpangi berhenti di bassement.


Alan memintaku untuk tidak turun terlebih dahulu, aku awalnya bingung lalu aku tersenyum saat Alan membuka pintu di sebelahku dan mengambil alih Almeer dalam gendongannya.


Aku berjalan terlebih dahulu lalu menekan angka 8 di lift yang membawa kami naik ke atas.


"Kalian cuma tinggal berdua?" Tanya Alan.


"Iya, terkadang Althaf atau Nuha juga sering menginap bergantian disini" jawabku.

__ADS_1


"Lalu waktu Almeer kecil siapa yang menjaganya?" Alan mengernyit heran.


Aku melangkahkan kaki keluar dari kotak besi itu dan menuju pintu apartemen yang ku punya.


"Aku membawanya kemana-mana Mas, mari masuk"


"Berarti kamu lagi awal-awal buka Cafee kan pasa saat Almeer kecil?"


"Iya Mas, aku menggendongnya dan mengurusnya sendiri karena aku merasa bertanggung jawab padanya, dan ya Alhamdulillah berkat adanya Almeer juga aku bisa memiliki semua ini dan bahkan bisa membuka dua cabang Caffe yang lain" aku mengusap wajah Almeer yang baru saja di letakkan Alan di ranjang.


"Aku ingin semua orang mengenalnya sebagai anakku mas, aku tidak mau jika sampai dia besar dan di bulli oleh orang lain" ucapku beranjak keluar dan masuk ke dapur.


"Bagiku tidak ada bedanya kandung atau tidak Mas, karena banyak orang tua kandung yang malah menyiksa, membuang bahkan membunuh darah daging mereka sendiri" aku meletakkan segelas kopi si hadapan Alan.


"Andai semua orang punya pemikiran sepertimu" Alan tersenyum lalu menyesap kopi buatanku.


Aku hanya diam saja dan menyesap cokelat hangatku, .

__ADS_1


"Kabar Jesii gimana mas?sudah lama aku tidak mendengar kabarnya sejak dia mengikutimu kembali ke jakarta"


"Dia terkena AIDS,tapi sebulan yang lalu dia di bawa orang tuanya ke Singapura. Hanya itu yang ku tahu"


Aku menganggukan kepala lalu kembali menyesap Cokelar hangatku.


"Saya boleh tidur disini?" tanya Alan


"Maaf mas" aku menggelengkan kepalaku.


"it's okey, saya pergi dulu ya Nay. Besok saya masih stay disini sampai minggu depan, saya boleh mendekati kamu kan ?"tanya nya melihat ke arahku.


"Silahkan saja Mas" jawabku menundukkan kepala.


Alan turun dari kursi dan menghampiriku lalu mencium puncak kepalaku, lalu mengusapnyaa.


"aku pulang duku, nggak usah di antar. Oh iya, mobil kamu Saya.bawa, besok pagi saya jemput kamu".ucapnya lalu berjalan keluar.

__ADS_1


"kenapa aku diam saja saat dia menciumku tadi, dasar bodoh" umpatku lalu membawa gelasku dan gelas Alan tadi ke wastafel, aku mencucinya sekalian lalu segera masuk ke dalam kamar.


Aku menatap ke arah Almeer yang tidur telentang di atas ranjang, aku tersenyum melihatnya, dia adalah hidupku, separuh jiwaku, dan dia adalah duniaku. Sagara Almeer Alfatih.


__ADS_2