Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 21


__ADS_3

Aku dan Alan kembali ke mobil. Aku menatap ke arah Alan.


"Apa?kenapa natap saya kayak gitu?"tanyanya memasang kacamata dan mulai menjalankan mobil meninggalkan lokasi proyek.


"Kenapa tadi nggak di jelasin kalau saya bukan istri Mas"tanyaku dengan mata memicing.


"Iyaaa maaf ya, ini kita mau ke rumah Given langsung apa mau kemana dulu?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Kita beli macaron dulu baru ke rumah Given" jawabku.


Akhirnya kami membeli beberapa roti , 1 kotak macaroon dan 1 kotak strawberry tartlets.


Aku membuka kotak strawberry tartles dan mulai memakannya, rasanya benar-benar enak.


"Saya juga mau 1 dong, kayaknya enak gitu"ucap Alan melirik'ku.


"Inii Mas ,ambil aja"ucapku menyodorkan kotak berisi strawberry tartlesnya.


"Saya lagi nyetir Nay, boleh minta di suapin aja nggak, tapi kalau nggak mau juga gapapa"ucapnya.


Aku menghela nafas dan mengambil 1 buah dan menyuapinya.


"Hemmmmm , ennaakk ternyata" ucapnya.


"Ya emang enak Mas"ucapku.


Kami sampai di rumah kakak Given, dan di sambut kak Selly.


"Apa kabbar Nay?" Tanyanya.


"Baik kak, kakak gimana kabarnya, ini lagi hamil lagi kak"tanyaku.


"Iyaa anak ke-3 Nay, yuk masuk"ucapnya mempersilahkan aku dan Alan masuk.


"Anak-anak ada di taman belakang, lagi mainan, mau kesana sekarang?" Tanya kak Selly.


"Aku mau jenguk tante Handa dulu bileh nggak kak? Oh iyaa ini buat kakak sama anak-anak" ucapku menyerahkan roti yang kami beli tadi.

__ADS_1


"Duhh malah ngrepotin"ujarnya merasa sungkan"boleh kalau mau jenguk ibu, ibu ada kamar, yuk kakak anter"lanjutnya.


Aku melihat ke arah Alan dan dia menganggukan kepala mengikuti kak Selly dari belakang.


"Bu, ini ada temennya Given mau jenguk"ucap kak Selly begitu pintu terbuka.


Tante Handa yang sedang rebahan mencoba bangun perlahan.


"Gak usah bangun tante, tante tiduran aja gapapa, maaf kalau kedatangan kami menganggu waktu istirahat tante" ucapku setelah mencium punggung tangganya.


"Kamu Naya kan?"tanya tante Handa menngelus pipiku.


"Iyaa tante, saya Naya" ucapku tersenyum dan mengangguk.


"Kamu cantik"puji tante Handa"dia suami kamu?" Tanya tante Handa melihat ke arah Alan.


"Insyallah bu"ucap Alan tersenyum membuatku mengernyitkan dahi.


"Kasihaann, cintanya gak pernah tersampaikan" ucap tante Handa ambigu.


"Bu, ibu istirahat ya. Ayo kita ke belakang, kalian mau jemput Ara kan?" Tanya kak Shelly.


Lalu kami bertiga berjalan ke taman belakang, disana ada Given, Ara dan 2 Anak kak Selly sedang bermaiin di dalam kolam renang balon jumbo yang ada perosotannya.


Aku dan Alan hanya memperhatiakna dari samping.


"Ayooo udahan dulu, ini Ara udah di jemput" teriak kak Selly.


"Tanteeee Nay, aku berenang disini"lapornya.


"Baju Ara tadi mana, ini pakai baju siapa?" Tanyaku.


"Pinjem punya Dinda tantee" jawabnya.


Kak selly memberiku handuk, dan aku mengeringkan tubuh Ara.


Seorang anak lelaki yang berumur 8thmemberiku pakaian yang di kenakan Ara saat datang dia datang tadi.

__ADS_1


"Ini siapa namanya" tanyaku setelah menerima baju Ara


"Sky"jawabnya singkat lalu berlalu.


"Dia emang kayak gitu Nay, kayak bapaknya"ujar Given yang melihatku melongo.


"Sky ganteng ya tante"bisik Ara malu-malu lalu menutup mulutnya terkikuk.


"Ara!" Tegur Alan yang juga mendengar bisikan anaknya.


"Heheee tetep papii yang paling ganteng kok"gombalnya membuatku tertawa.


"Ganti baju sana lu, basah gitu ntar masuk angin baru tau rasa lu"ucapku.


"Ciyeeehhh perhatian banget sih lu Nay, bentar ya gue gnti baju dulu"ucapnya mengusap kepalaku.


"Kalian pacaran ya?" Tanya Alan.


"Hahahaa ya enggaklah Mas,kita xyman temen kok"jawabku.


"Oh kiraaiin" ucapnya.


Setelah berbincang-bincang sebentar kami bertiga pulang.


*


Di mobil Ara sudah terlihat lelah dan mengantuk.


"Ara jangan tidur dulu, kita makan dulu ya"ucapku


"Iyaa tanteee"jawabnya.


"Mas cari tempat makan paling deket aja , keburu Ara tidur nanti, kasihan kalau tidur perutnya masih kosong"ujarku pada Alan.


"Iyaaa" jawabnya tersenyum lalu Alan membelokkan mobil ke restoran keluarga Dapoer Desa Asri.


Kami masuk dan memesan makanan yang kami inginkan.

__ADS_1


Ara tidak terlalu bernafsu dan hanya makan sedikit lalu merebahkan kepalanya di pahaku. Aku sesekali mengusap kepalanya.


Setelah selesai dan Alan membayar kami ke hotel.


__ADS_2