Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 8


__ADS_3

Pagi-pagi begini apalagi hari senin adalah jam-jam rawan macet, untungnya aku memilih naik ojeg, kalau saja aku naik angkot aku pasti sudah menggerutu karena masih terjebak macet dan juga berdesakaa-desakan dengan penumoang yang lain.


Pukul 8 kurang 15menit aku sampai di depan gedung kantorku bekerja.


Aku berpapasan dengan Given di depan pintu lift.


"Nay, jodohin gue sama adik loe dong, ya calon kakak ipar" pinta Given membuatku menaikkan sebelah alisku.


"Ogah gue punya adik upar modelan kayak lu" sarkasku.


"Tega ku Nay sama gue, nanti siang gue traktir deh" rayunya lagi.


"Usaha sendiri sana Gip, tapi ntar kalau di tolak jangan sakit ati tapi ya, sialnya Nuha tipenya yang alim soleh, ponter ngaji rajin ibadah" ucapku.


"Laaah, gue langsung kebanting dong Nay kalau gitu" melasnya. Aku terkekeh.


"Semua adik dalam perang dan cinta bro, selama ada kemauan dan tekad buat belajar pasti bisa, coba aja deketin dukulu. Gue nggak bakal halangi  kok.kalau memang Nuha nya juga mau sama ku" ucapku menepuk pundaknya memberi semangat.


"Beneran Nay" ucapnya berbinar"ntar pulang gue anterin lagi aja Nay, lu nggak bawa motor kan?" Tanyanya lagi.


"Iyaaa, taudah gue kerja dulu. Sana luu kerja kerja kerja" ucapku mendorong bahunya.


"Iyeeeeeee, ni juga mau kerja" jawabnya.


Aku mendudukan diri di kursiku, menyalakan komputer dan mngecek e-mail yang masuk.


Triiing trrrinngggg. Telfon mejaku berbunyi.


"Hallo dengan Naya di sini, ada yang bisa saya bantu" ucapku setelah mengangkat telfon.


"Ke ruangan saya sekarang Nay, sekalian bawa berkas kerjasama kita dengan Adyatama" titah pak bos Rahmat Wijaya.

__ADS_1


"Baik pak , saya akan segera ke ruangan bapak" ucapku lalu menyiapkan berkas dengan Adyatama,.


"Mbak Hasna, aku mau di suruh pak bos ke ruangannya" ucaoku pada sekretaris pak Rahmat.


"Masuk aja Nay, udah di tunggu" ucap mbak Hasna.


Aku mengetuk pintu lalau masuk ke dalam setelah di persilahkan masuk.


"Ini pak berkas kerjasamanya" ucapku menyerahkan berkas ke meja pak Rahmat.


"Iyaaa, nanti jam 10 kamu ikut saya meeting sama perwakilan Adyatama, katanya yang datang nanti anaknya" ucap pak Rahmat.


"Nggak sama mbak Hasna aja pak, saya kan hanya staff keuangan"cicitku meringis setelah menyadari keberanianku menjawab perintah bos.


"Hahaa, gapapa, kebetulan Hasna asa kerjaan lain, dan saya rasa kamu nanti bisa menjelaskan keuntungan kerjasama kita kali ini pada klien" ucap pak Rahmat.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" ucapku melangkah keluar.


"Aku diajakin meeting pak Rahmat mbak, dinsurub nge-lobby klien supaya mau kerjasama" ucapku.


"Hahaaaa ya gapapa , itung-itung tambah oengalaman, kamu kan juga udah lama kerja disini Nay"jawab mbak Hasna terkekh"udah sana balik siap-siap buat meeting nanti,semangaat!" Ucapnya mengepalkan tangan ke atas. Lalu tertawa.


Aku pasrah dan kembali ke ruanganku, menyiapkan apa saja yang akan aku ucapkan saat meeting nanti, aku mencatatnya di buku supaya aku tidak lupa.


Pukul setengah 10 telfon mejaku berdering.


"Hallo"


"Nay tunggu pak Rahmat di lobby, kamu turun sekarang ya" ucap mbak Hasna.


"Okee mbak" ucapku lalu bersiap dan mengecek barang yang akan aku bawa. Setelah selesai aku langsung ke lantai 1 untuk menunggu pak Rahmat.

__ADS_1


"Ayoo Nay" ajak pak Rahmat. Padahal belum sampai 5menit aku di lobby.


"Nanti kamu jelasin aja secara garis besarnya aja, nanti saya bantu. nggak usah tegang, buat pengalaman" ucap pak Rahmat terkekeh.


Pak Rahmat ini duda anak 1, anaknya perempuan namanya Mariska Wijaya, orangnya baik da juga cantik, dan sebenarnya pak Rahmat ini dulu teman sekolah papaku. Jadi kalau di luar kerjaan aku memanggilnya Om Rahmat.


*


*


*


Kami janjian dengan perwakilan Adyatama di sebuah restoran, kamu menuju di ruang VIP.


15menit kami menunggu akhirnya perwakilan Adyatama tiba.


Ceklek


Aku mengalihkan tatapanku ke arah pintu yang baru saja terbuka. Aku terkejut siapa yang datang.begitupun sebaliknya.


"Mas Alan"


"Naya"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2