Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 22


__ADS_3

Malam ini aku menyeduh coklat panas di balkon hotel, menikmati lampu-lampu kota di jalanan.


Aku sungguh tidak sabar lagi bertemu kekasihku.


Selangkah lagi kami mendekat dan bertemu melepas rindu. batinku.


"Lagi mikirin apa?"


Aku tersenyum menoleh ke arah Alan yang juga sedang berada di balkon kamarnya.


"Tidak adaa, hanya ingin menikmati udaraa malam di kota orang" jawabku sekenanya san Alan terkekeh.


Sejenak kami terdiam memandangi langit.


"Tidurlah Nay, ini sudah malam!" Ucapnya.


"Iyaa Mas, kamu juga. Selamat malam"


"Selamat malam Nay" jawabnya.


Aku masuk ke dalam kamar setelah menutup dan mengunci pintu kaca yang menghubungkan kamar dan balkon.


Baru saja aku merebahkan diriku di dalam selimut, terdengar ketukan pintu di kamarku.


Toktoktok


Aku beranjak dan membukakan pintu. Aku melihat Alan berdiri di hadapanku dengan Ara yang sedang terisak pelan ada di gendongannya.


"Kenapa mas?" Tanyaku.


"Ara tadi nangis nyari kamu, saya bilang kalau kamu sudah tidur tapi dia ngeyel mau ketemu, saya kelepasan membentaknya Nay" wajahnya sarat akan penyesalan sangat terlihat.


Aku mengambil alih Ara yang ada di gendongan Alan. Aku menepuk pelan punggungnya dan mempersilahkan Alan masuk.


"Kenapa Ara nangis?" Tanyaku sesekali masih mengelus punggungnya.


"Ara mau tidur sama tante, Ara mau kayak temen-temen yang tidur di temani mamanya"ucapnya pelan di iringi isak tangis yang menjadi-jadi.


Aku menatap Alan yang duduk di kursi mengusap wajahnya kasar, dalam hatiku aku merasa kasihan. Aku sendiri saja yang sudah besar di tinggal pergi oleh Ayah sangat menyakitkan apalagi ini anak yang bahkan sejak lahir tidak pernah merasakan kasih sayang Ibunya yang telah melahirkannya.


Aku mengusap air mataku yang sempat terjatuh lalu memeluk Ara dengan erat.


"Yaudaahhhh yuk tidur sama tantee"ajak'ku lalu merebahkan tubuh Ara di kasur, aku menyandarkan punggungku di headboard lalu mengusap puncak kepala Ara.

__ADS_1


Aku bersholawat sambil memejamkan mata. Bahkan aku sampai lupa kalau Alan masih ada di kamarku.


*


Pukul 3 pagi aku terbangun karena ingin ke kamar mandi, aku terkejut melihat Alan yang tidur satu ranjang denganku meskipun ada Ara di tengah-tengah kami.


Aku beranjak ke kamar mandi menuntaskan hajat buang kecil sekalian mandi dan berwudu.


Aku sengaja tidak menyalakan lampu agar orang yang tertidur tidak terganggu.


Aku menggelar sajadah dan memakai mukenah menghadap dan memasrahkan diri pada Allah SWT di sepertiga malamku.


Hingga tahiyat terakhir dan salam suara Alan mengagetkanku.


"Kenapa saya tidak di bangunkan?"


Aku menoleh "maaf saya lihat tadi Mas terlalu nyenyak, jadi saya tidak tega membangunkannya"


"Saya kembali ke kamar saya dulu, maaf saya tadi ikut tidur di ranjang" ucapnya , aku hanya tersenyum.


Setelah Alan keluar aku meneruskan berdzikir sembari menunggu adzan Subuh.


*


"Ayok tante, tapi mandiin yaa" pintanya.


"Oke, let's go!" Jawabku .


Selesai mandi dan mengganti baju yang tadi di berikan Alan untuk Ara, aku membawa Ara keluar dan mengetuk pintu sebelah.


Toktotok


"Papiii" teriak Ara.


Klek


"Papii ayo, Ara udah laperr"ucapnya seraya memegang perut membuatku terkikik.


"Iyaa ayoo" ucap Alan menggandeng tangan anaknya.


Kami sarapan pagi di hotel lalu berangkat ke JatimPark.


Di sepanjang perjalanan Ara mendengarkan sholawat yang di populerkan Aishwa Nahla. Aku dan Aishwa sesekali ikut bersholawat.

__ADS_1


"Ara seneng banget ya dengerin Sholawatnya mbak Aishwa?" Tanyaku.


"Iyaa tante, mbak Aish cantik, suaranya bagus, ngajine juga pinter. Aku juga mau kayak mbak Aish tante" ucapnya bersemangat.


"Ara mau di Pesantren Nay kalau SD , tapi saya yang nggak tega" ucap Alan menimpali.


"Kenapa nggak di dukung Mas?" Tanyaku.


"Ara masih kecil, saya juga terbiasa hidup berdua bersamanya setelah istri saya meninggal, saya tidak bisa membayangkan kalau saya harus hidup sendiri tanpa Ara"jawabnya.


"Semua butuh proses Mas, kalau selama itu baik untuk Ara, seharusnya Mas bisa dukung dan beri pengertian, tidak harus SD, misal SMP atau SMA juga gak masalah buat Mondok di Pesantren" ucapku.


"Ya kamu benar Nay" ucapnya tersenyum.


*


Kami menemani Ara bermain sepuasnya di JatimPark  di Wahana-wahana yang aman untuk usianya. Kami juga ke Museum tubuh/The Bagong Adventure sebelum ke Waterboom .


Di museum tubuh kami berfoto bersama dan menjelaskan tentang bagian-bagian tubuh beserta fungsinya kepasa Ara secara bergantian.


Selesai berenang di Waterboom kami Sholat terlebih dulu lalu makan siang yang sudah terlambat karena sudah jam 2.


"Ara happy ?" Tanyaku


"I'm happy tante" jawabnya tersenyum.


"Saya juga senang" Alan ikut menjawab membuatku terkekeh.


"Abis ini kita pulang ya, sudah capek kan seharian bermain, berenang dan belajar?"ucapku.


"Okee tanteee"ucap Ara.


" emm Mas, besok pagi aku mau ke Surabaya, kalau kamu sama Ara mau balik duluan gapapa Mas, biar besok Sore saya pulang sendiri" ucapku pada Alan.


"Mau ngapain ke Surabaya Nay ?"tanyanya.


"Mau ketemu someone"ucapku malu-malu.


"Ohh, besok saya temenin, saya sama Ara tunggu di Pantai Kenjeran aja, kita pulang dari Surabaya"ucapnya datar.


"Emmm, iyaa sudaah. Nanti saya telfon Given dulu kalau kita besok chek-out dari hotel sekalian pamitan.


"Hmmm" Alan hanya berdehem.

__ADS_1


__ADS_2