Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 55


__ADS_3

Lelah bermain, aku, Alan, mama dan Almeer makan di restiorn cepat saji di Mall.


Aku membiarkan Almeer makan sendiri, dia anak yang pandai dan cepat belajar.


"Pinternya" puji Alan.


"Thankyou Pap__" Almeer tak meneruskan ucapannya dan malah melirik ke arahku.


"Thankyou Uncle Alan" aku membenarkan ucapannya.


"Biarin ajalah Nay, dia bebas panggil saya apa saja. Oke boy" Alan mengajak Tos Almeer tang angsung di tanggapi dengan semangat oleh anak itu.


Saat aku sedang menikmati makananku, seseorang memanggil namaku dan menghampiriku.


"Naya" panggilnya membuatku mengernyitkan dahi.


"Ya" Jawabku.


"Loe lupa sama gue? Gue Ditto temen koe pas SMP" jelasnya saat aku mengingat-ingat wajahnya yang memang tak asing.


"Loe beneran Ditto mata empat? Mata loe yang dua kemana ?" Tanyaku menggodanya.


"Gak usah rese lu Nay, jangan ingetin masa kelam gue".rajuknya membuatku tertawa.


"Ini tante Retno kan?" Tanya Ditto menyalami tangan Mama.

__ADS_1


"Iya, kamu temennya Nata yang pernah ke rumah bawa bunga tapi bunganya di buang Naya ke tong sampah itu ya?" Tanya Mama membuat Ditto melongo.


"Emang bunganya beneran loe buang Nay?" Tanya Ditto.


"Iyalah ,emangnya gue udah mati loe kasih bunga segala" jawabku acuh melanjutkan makan


"Wah parah loe, sakit nih hati gue" Ditto memegang dadanya berpura-pura sakit.


"Ehhhmmmm"


"Bunna, om itu siapa?"


Deheman Alan dan pertanyaan Almeer membuatku tersadar kalau aku melupakan mereka berdua.


"Iya, kenalin ini Almeer anak gue yang paling ganteng dan pinter, salim dulu sayang sama om nya" Almeer menyodorkan tangannya pada Ditto.


"Nah yang ini namanya Mas Alan , dia__"


"Saya calon suami Naya" Alan memotong ucapanku membuatku menatapnya tajam, sedang yang di tatap malah memberikan senyum manisnya. Mama yang mendengar ucapan Alanpun ikut mengulum senyum.


"Loe kesini sama siapa?" Tanyaku mengalihkan topik pembicaraan karena melihat Ditto yang jadi Canggung.


"Sendiri, tadi abis ketemu client terus nggak sengaja liat kamu".jawab Ditto.


"Owwh" aku hanya bisa ber'Oh ria.

__ADS_1


"Minta nomor loe dong Nay" Ditto menyodorkan ponselnya padaku.


"Boleh" aku mengambil ponselnya dan mengetikkan nomorku lalu mengembalikan pada yang punya.


"Yaudah gue balik dulu ya, mari tante, mari semua" ucapnya berpamitan lalu beranjak pergi.


"Buna, Al ngantuk" mata Almeer sudah sayu mungkin  karena kelelahan bermain dan kekenyangan jadi membuatnya mengantuk.


"Iyaa udah, sini Buna gendong" aku menjulurkan kedua tanganku tapi kalah cepat dengan Alan yang langsung menggendong Almeer dan membawanya keluar.


"Biar sama aku aja Mas" aku mencoba meraih Almeer yang sudah meletakkan kepalanya di bahu Alan.


"Gapapa sama saya saja, kamu mau pulang kemana?" Tanyanya.


"Apartemen mas, tapi anteri  Mama pulang dulu" jawabku.


"Mama naik taksi aja Nay, atau mama telfon Althaf aja biar di jemput sama itu anak" ucap Mama.


"Nggak usah Ma, biar Nay anterin aja".sanggahku.


"Saya bawa sopir tante, nanti biar sopir saya yang anterin tante pulang. Naya sama Almeer biar saya yang antar" ucap Alan ikut menimpali.


"Yaudah, kalau gitu tante tunggu di lobby depan aja ya . Jangan lupa ke rumah Mama Nay" mama mencium pipi kanan dan kiriku bergantian lalu memelukku.


"Insyaallah Ma" jawabku lalu kami berpisah di lobby, karena aku harus mengambil mobil bersama Alan sedangkan mobil Alan yang di kendarai sopirnya sudah berada di depan.

__ADS_1


__ADS_2