
Aku berjongkok dan menyembunyuka wajahku di lipatan tangan , aku menangis meluapkan rasa sesak yang ada di dalam dadaku.
"Nay!"
Aku merasakan tangan Alan mengelus pundak'ku perlahan dan dia ikut berjongkok di depanku. Tapi aku masih enggan mengangkat wajahku.
"Masuk mobil dulu yuk, kamu nggak malu di liatin sama orang-orang" bujuknya , aku hanya menggelengkan kepalaku.
Aku berdiri setelah menghapus air mataku, baru saja aku berbalik lenganku di cekal Alan dan di tarik ke pelukannya.
"Maaf kalau saya lancang, tapi masih ada saya dan Ara, aku juga siap buat jadi bahu kamu buat bersandar. Jangan merasa sendiri" ucapnya mengelus puncak kepalaku
Aku kembali menumpahkan tangisku dalan dekapannya. Sungguh hari ini adalah adalah hari yang sangat menyakitkan.
Setelah sedikit tenang aku mulai melepaskan pelukan Alan.
"Maaf Mas baju kamu jadi basah" ucapku.
"Gapapa, ini juga kena ingus kamuu juga aku gapapa" ejeknya.
"Apaan sih, nggak kena yaa" ucapku membuatnya terkekeh.
"Kamu mau ikut ke pantai Kenjeran nggak?" Tanyanya.
"Ikuut" jawabku.
Kami masuk ke dalam mobil dan menuju pantai Kenjeran.
Ara yAng dari tadi tertidur, mulai terbangun ketika mobil memasuki parkiran.
"Kiata jadi ke pantai tante?" Tanyanya.
"Iyaa sayang, yuk turun" jawabku menggandengnya turun.
__ADS_1
Aku menghela nafas perlahan, aku mensugesti diriku sendiri bahwa semua tetap baik-baik saja.
Aku mulai melangkahkan kakiku memasuki area Pantai Kenjeran.
Taman Hiburan Pantai Kenjeran menyuguhkan daya tarik wisata pesisir pantai di utara Kota Surabaya. Keindahan pesona pantai dengan pemandangan berlatar belakang Jembatan Suramadu bisa dinikmati dari sini. Beragam fasilitas seperti playground, gazebo, anjungan, stan – stan souvenir produk UMKM, dan foodcourt yang menawarkan berbagai pilihan kuliner khas pesisir wajib dicoba saat berwisata di THP Kenjeran.
Kami bertiga berfoto di jembatan dan menaiki kapal perahu.
Alan tersenyum melihatku yang duduk di perahu sambil memangku Ara.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Gapapa, saya suka lihat kamu banyak senyum gini"ucapnya membuatku malu karena tadi sudah nangis kejer di depannya.
"Say cheese!" Perinrahnya membidikan kamera ke arahku dan Ara.
"Cheese" ucapku dan Ara bersamaan dengan senyum lebar.
"Cantikkk"ucap Alan.
"Ara, are you happy today?" Tanyaku
"Yes, of course aunty" jawabnya
Aku tersenyum, setidaknya perasaanku jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Kamu mau beli oleh-oleh dulu nggak , kita masih ada waktu buat beki oleh- oleh" tanya Alan.
"Boleh Mas, kita beli di deket sini aja" jawabku .
Kami membeli kerupuk ikan dan berbgai keripik buah.
Setelah selesai membeli oleh-oleh kami ke pergi ke Bandara.
__ADS_1
*
Pukul 9 malam aku baru saja sampai di rumah, Mama dan Nuha sudah menungguku di teras.
"Assalamualaikum Ma" ucapku mencium punggung tangan mama.
"Walaikumussalam" jawab Mama dan Nuha.
"Makasih ya nak Alan udah nganterin Naya pulang" ucap Mama pada Alan yang baru saja menurunkan koperku.
"Sama-sama tante, saya langsung pulang ya tante"pamit Ala mencium tangan mama. Dan mengelus puncak kepalaku.
Setelah mobil Alan tidak terlihat kami masuk ke dalam rumah.
Aku langsung pamit ke kamar karena sudah lelah dan Mama mengiyakan.
*
Pagi hari seperti biasa kami sarapan bersama sebelum memulai aktifitas.
"Mbak, oleh-olehnya mana?" Todong adik bungsuku.
"Mbak nggak beli banyak, cuman kerupuk ikan sama keripik buah aja" ucapku. Althaf ngangguk-angguk.
"Ma, aju berangkat sekarang ya, ayo dek kamu kakak anter" ucapku pada Althaf.
"Okeeeee, aku ambil tas dulu mbak"
Aku sengaja membawa motor karena aku juga membawa oleh-oleh untuk anak-anak.
Di perjalanan aku dan Althaf berbicara seputar kegiatannya di sekolah, dan apa keinginannya setelah lulus nanti, karena aku dan Nuha juga harua mempersiapkan Dana untuk sekolahnya.
"Kalau bisa cari beasiswa ya dek, kalau nggak bisa juga gapapa" ucapku .
__ADS_1
"Iyaa mbak, insyaallah. Aku sekolah dulu" ucapnya turun dari motor dan mencium tanganku.
"Iyaa" jawabku.