Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 30


__ADS_3

"Ini pesanannya Kak, silahkan di nikmati" ucap waitress yang meletakkan pesanan kami di meja.


"Makasih mbak" ucapku.


"Makan dulu, ntar keburu dingin nggak enak" ucapku mendorong piring nasi goreng Given.


Aku dan Given makan sambil sesekali melihat ke laptop.


"Lo sibuk banget, masih banyak kerjaannya" tanyaku.


"Lumayanlah, tapi ini tinggal dikit kok" ucapnya.


Setelah selesai makan aku kembali merangkai kata demi kata , mencurahkan isi hatiku melalui cerita.


**


"Orang bodoh cepat menyerah. Pria kuat bertahan. Orang bijak terus berjalan selamanya." - Maxime Lagacé


Ada orang yang pernah mengatakan, siapkah kau untuk patah hati ? Maka orang satunya lagi menjawab aku tidak pernah takut patah hati maka dari itu aku siap untuk jatuh cinta.


Bagaimana bisa kamu tiba-tiba bilang berhenti di saat kita sudah lama melangkah bersama.


Bagaimana bisa kamu mengatakan sudah tak menginginkan aku lagi di saat air matamu jatuh dan tanganmu menggenggam tanganku sangat erat.


Dan bagaimana kamu bisa berkata bahwa kamu sudah tidak mencintaiku lagi di saat hatimu masih bergetar walau hanya menyebut namaku dan membayangkan wajahku.


Kenapa harus berhenti ketika kita bisa tetap jalan beriringan.


Kenapa harus membohongi hati di saat pelukanku sangat kamu butuhkan karena menenangkan.


Dan kenapa harus berkata perkataan yang membuat dunia kita sama-sama runtuh.


Berikan aku kesempatan untuk merangkai mimpi kita bersama, berikan aku kekuatan untuk tetap mempertahankan kisah kita, jangan kamu hentikan kisah yang telah kita tulis ini.

__ADS_1


*


Tak terasa air mata ku nengalir dan terisak pelan, kata demi kata itu benar benar menggambarkan suasana hatiku yang tidak bisa ku ungkapkan padanya.


"Loe kenapa Nay?" Tanya Given menatapku khawatir.


"Gapapa, gue baper sama tulisan gue sendiri" kekehku lalu menghapus air mata di pipiku.


"Bohong banget loe, dasar tukang ngibul" ejek Given.


"Loe juga sama !" Ujarku cepat lalu kami tertawa bersama.


Ting - 1 pesan masuk.


Papi Ara [ Nay, saya mau minta tolong boleh?]


Aku mengernyitkan dahiku lalu segera membalasnya.


Me [boleh, kalau saya bisa saya bantu]


Me [ anter ke rumah saya saja dulu Mas, sebenrar lagi saya pulang]


Aku segera mengemasi barang-barangku, membuat Given mengernyit dahi bingung.


"Mau pulang sekarang?" Tanyanya.


"Iyaa, Mas duda mau nitipin Ara. Katanya perusahaannya di Bali ada teouble" jawabku


"Emang kemana baby sistteernya? Tanya Given lagi.


"Gue nggak tahu" aku mengedikan bahu.


"Loe masih mau disini apa ikut pulang?" Tanyaku.

__ADS_1


"Pulanglah, ogah banget gue nongkromg disini sendirian, ntar bisa di gondol sama tante tante" jawabnya mengemasi barang-barangnya.


"Hahaa liat tampang loe kayak gitu, tante tante juga ogah mau nge-gondol juga" aku menertawakannya.


"Gue ganteng kali Nay, badan gue juga bagus" sombongnya.


"Hemmm iyaa sih, taoi sayangnya muka lu sekarang lecek banget" aku berucap sambil memegang dagu dengan telunjukku lalu aku kembali tertawa.


"Gue jitak juga ya lu Nay" geram Given memiting leherku lalu berjalan menuruni tangga ke lantai dasar.


"Lu yang bayar ya Nay" Given menaik turunkan alisnya lalu berjalan meninggalkanku.


"Dasar kebiasaan lu Ven" sungutku lalu membayar pesanan kami tadi.


Aku segera masuk ke dalam mobil Given.


"Udah gue transfer" ucap Given begitu aku duduk dan memasang seatbelt.


"Okeeee ,ntar mampir dulu beli martabak 45 ya" ucapku.


14menit kemudian kami sampai di gerobak yang menjual martabak di depan taman kota.


Aku memesan martabak telur spesial 2 bungkus, dan martabak manis red velvet toping keju 1.


Kami menunggu hampir 20 menit sampai pesanan kami jadi.


Aku menyerahkan 1 bungkus martabak telur pada Given.


"Buat loe, habis ini masih mau lembur di rumahkan?" ucapku.


"Kok tahu sih, sini abang peluk dulu sayang" ucap Given merentangkan tangannya.


"Gue gibeng mau?" Tanyaku mengacungkan kepalan tanganku padanya.

__ADS_1


"Hahahaa becanda bestie, galak bener neng, tapi kalau tadi mau di peluk sih aku juga nggak nolak !" Ucapnya membuatku melotot ke arahnya.


"Larriiiiiiì !!" ucapnya berteriak lalu berlari. membuatku geleng-geleng kepala plus malu karena kelakuannya.


__ADS_2