Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 36


__ADS_3

Aku melewatkan hari ini dengan tak bersemangat. Sesekali aku melihat ponsel untuk melihat apakah ada balasan video dari Rizwan untukku. Atau paling tidak adakah pesan untukku. Tapi nyatanya tidak ada. Hanya pesan dari Alan yang mengatakan kalau nanti malam dia sudah bisa pulang dan memintaku menjemputnya di Bandara.


"Ayo pulang Nay" ajak Given.


Aku berdiri dan segera merapikan mejaku.


"Mau ngopi dulu nggak? Suntuk banget kayaknya tuh muka dari pagi"ucapnya.


"Boleh deh, gue kayaknya emang butuh kafein buat mengubah suasana hati serta fungsi otak gue" aku menarik lengan Given keluar.


Sebekum sampai di pintu aku berbalik ke belakang.


"Kalian mau ikut nggak?" Tanyaku pada anak-anak.


"Nggak Mbak" jawab mereka kompak.


Aku kembali melanjutkan langkahku.


"Gue nebeng loe, gue nggak bawa motor soalny, kita cari caffe deket rumah gue aja ya, gue juga nggakk bisa lama-lama karena ada Ara di rumah" ucapku saat di lobbi.


"Ngapain Ara di rumah loe?" Tanya Given tanpa menghentikan langkahnya menuju mobilnya yang terparkir di samping kantor.


"Mas duda lagi ada tugas di luar" ucaoku santai.


"Hahahaaa fix kayaknya tuh duda suka sama loe Nay" ucapnya tertawa.


"Emang, kemaren doi udah bilang" jawabku.


Given langsung terdiam dan menatapku.


"Terus loe jawab apa?" Tanyanya penuh selidik.

__ADS_1


"Gue jawab Iya" aku menggoda Given dan mengulum senyumku


"Beneran loe jawab gitu" tanyanya serius.


"Hahahaaa, ya enggaklah gila aja gue jawab Iya, ekspresi loe kayak orang cemburu tau nggak" tawaku pecah karena melihat wajah Given yang pias.


"Dasar gila" omelnya lalu menjalankan mobil keluar area kantor.


"Hahaa , Ibu loe gimana keadaannya?" Tanyaku saat tawaku mulai mereda.


"Ya masih sama" jawabnya


"Ya semoga tante kuat dan bisa sehat lagi" ucapku tukus.


"Ammiiinnnn" jawabnya


30menit kami sampai di depan caffe, aku segera turun dan masuk ke dalam caffe.


"Mau pesan apa kak?" Tanya seorang waittress yang mendekat ke meja kami.


"Essoresso sama coffe latte aja mbak" jawabku.


"Loe mau makan juga nggak?" Tanyaku.


"Bileh deh, tambah nasi goreng cumi 1 ya mbak" ucap Given


"Baik kak, mohon di tunggu sebentar ya kak" ucap waitterss laku meninggalkan meja kami.


"Pinjem ponsel loe bentar" todongku.


"Buat apaan?" Tanyanya.

__ADS_1


"Telfon Rizwan" ucapku.


"Iyaaa bentar. Nihh udah tersambung" Given memberikan ponselnya padaku.


"Hallo Ven, ada apa?" Suara Rizwan menyapa indra pendengaranku, aku menutup mulutku dan tak mengeluarkan suara sama sekali.


"Woyy, kennaoa loe diam aja. Naya baik-baik aja kan?" Tanya Rizwan membuatku langsung menatap ke arah Given.


"Gue kangen sama dia bro, gue nggak tega liat Naya nangis kayak di video yang dikirimin dia tadi"


Aku membiarkan Rizwan berbicara panjang lebar sambil menatap Given yang mulai salah tingkah.


"Lo jagain dia seperti yang gue minta kan?" Tanyanya.


"Kenapa haruz nyuruh orang lain Wan, kenapa nggak kamu sendiri yang jagain aku, kamu nggak tega liat aku nangis kan tapi kamu buat aku nangis terus Wan, aku juga kangen sama kamu, pulang yaa" aku berucap dengan suara serak.


Sedangkan Rizwan langsung terdiam di sebrang sana.


"Kenapa jadi diem, pulang please.!" Aku terisak menunggu jawaban Rizwan.


"Iyaa aku bakal pulang tapi nggak sekarang, kamu sehat-sehat ya, jangan nangis terus nanti cantiknya luntur" Rizwan mengajakku bercanda tapi aku sama sekali tak tertawa yang ada aku semakin menangis karenanya.


"Udaah ya Nay, aku mau istirahat dulu. I love you, live well there." Rizwan langsung mematikan sambungan telfonnya.


Aku menatap Given tajam.


"Jelasin !" Tuntutku.


...Maaf ya readers kemaren nggak sempet mau update 🙏...


...Happy reading ☺...

__ADS_1


__ADS_2