
Pukul 14.30 kami sampai di rumah, Nuha langsung masuk ke dalam kamar , aku merebahkan tubuhku di sofa ruang tamu.
"Baru pulang mbak? Nuha mana?" Tanya mama.
"Di kamar bun, mau mandi katanya" jawabku tak mengubah posisiku yang masih tiduran di sofa.
"Besok memperingati 3th kepergian papa, nanti sore mau ikut ke makam papa nggak" tanya mama menghampiriku .
"Ikut ma, nggak terasa udah 3th ya ma, perasaan kayak baru kemarin papa ninggalin kita"ucapku sendu.
"Iyaaa, semua udah takdir. Tugas papa di dunia udah selesai, sekarang mama yang lanjutin tugas papa buat jaga anak-anaknya" jawab mama tersenyum mengelus puncak kepalaku.
"Aku kangen papa ma,"ucapku beringsut memeluk mama dari samping.
"Mama juga, kita semua kangen sama papa, tapi papa kan udah bahagia disana"ucap mama menepuk pelan pundak'ku.
Baru saja aku berdiri mau ke kamar, tetangga sebelah teriak-teriak bikin ulah.
"Jeng, anaknya udah pulang belum, ati-ati pulang-pulang bunting, awas nanti jadi aib" teriaknya di luar rumah. Tanganku terkepal ,aku berjalan ke arah ointu taoi tanganku di tahan mama.
"Nggak usah di ladenin mbak, sana mandi teruss istirahat dulu, nanti kalau udah mau ke makam mama kasih tahu" titah mama.
"Tapi ma, si bibik udah keterlaluan, bikin malu. Nanti dipikirnya aku cewek nggak bener" sungutku tak terima.
Mama menggelengkan kepalanya "biarin aja,nanti kalau capek pasti berhenti sendiri".
"Ck, yaudah terserah mama"aku berdecak berlalu masuk ke dalam kamarku.
__ADS_1
Aku masih mendengar suara bik Denok yang teriak-teriak di depan. Aku mengabaikannya tapi karena tidak tahan aku keluar dan balas berteriak.
"Mau bibi apa sih?kenapa teriak-teriak di rumah orang" teriak'Ku begitu sampai di depan bik Denok.
"Ndak soppan, sama orang tua teriak-teriak, nggak diajarin sopan santun sama simbokmu(ibumu) memang ya" ucapnya mendelik sinis.
"Kalau sama orang kayak bibik saya males kalau mau sopan juga, masalah bibi sama keluarga saya apa sih sebenarnya, kenapa selalu aja ikut campur, nggak usah sok tau kalau nggak tau apa-apa" teriak'ku emosi.
Mamah dan Nuha langsung mengusap pundak'ku dan berkata 'Sudah,jangan di ladenin, malu sama tetangga yang lain'.
Tapi karena aku sudah di kuasai amarah aku tidak menghiraukannya
"Daripada bibik ngurusin saya sama keluarga saya, memding bibik urusin Desti anak bibik supaya nggak jadi pelakor" ucapku.
"Jaga ya mulut kamu, anak saya bukan pelakor, lakinya aja yang genit sama anak saya padahal nggak di tanggepin, ya maklumlah anak saya kan cantik makanya banyak yang iri" jawabnya lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Jangan dipikirin mbak, udah ayo masuk yuk, mandi dulu, sholat terus kita ke makam papa" ucap mama.
####
Dimakam papa, aku mencabuti tumbuhan liar yang sudah memanjang, lalu memanjatkan doa untuk papa.
'Pa, aku kangen papa, di rumah ada tetangga yang nyebelin pa, kenapa papa nggak pernah datang ke mimpi aku,aku kangen papaa' aduku pada papa yang tertidur tenang di bawah sana.
Setelah dari makam kami mampir makan di warung nasi goreng mang Tejo.
*
__ADS_1
"Tanteee Nay, tantee!" Teriak anak kecil di dalam mobil.
"Oh, hay Ara"aku melambaikan tanganku.
"Siapa mbak?" Tanya mama.
"Anak kecil yang aku temuin pas camping kemren ma"jawabku.
"Tante darimana?Ara boleh main ke rumah tante ?" Tanyanya.
"Habis makan sayang, ini salim dulu sama mamanya tante" ucapku lalu Ara mencium tangan mama.
"Cantiknya, siapa namanya sayang? panggil nenek aja ya, yuk katanya mau main ke rumah tante Nay" ucap mama menggandeng tangan Ara.
"Ara kesini sama siapa sayang?"tanyaku.
"Sama papi tante, papii come here! kita ke rumah tante Nay dulu ya" ucapnya setelah ayahnya mendekat .
"Besok saja ya sayang, takutnya tante Nay ada acara sayang" bujuk papi Nay.
"Maunya sekarang pi"ucapnya merengek manja.
"Gapapa pak, saya sudah tidak acara lagi. Yaudah yuk kita ke rumah tante, Ara naik mobilnya papi ya, ikutin tante sama nenek dari belakang oke, give me high fives dulu" ucapku lalu melakukan tos dengan Ara.
"maaf Nay, bu. maaf kalau mengganggu waktu Naya dan ibu" ucap Alan mengatupkan kedua tangannya di dedap dada.
"gapapa nak, kebetulan kita juga sudah mau pulang" jawab mama , aku hanya mengangguk.
__ADS_1
lalu kami beriringan pulang ke rumah. Aku hanya berdoa semoga saja tetangga sebelah lagi nggak khilaf jadi nggak bikin ulah.