Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 29


__ADS_3

Me [ Maaf saya tadi sibuk] setelah membalas pesan dari Alan aku meletakkan ponsel kembali ke dalam tas dan fokus kembali bekerja.


Rasa-rasanya aku sudah lama tidak menulis novel online ku. Sudah cukup aku hiatus, malam ini aku harus melanjutkan tulisanku.


Tanpa terasa jam pulang kerja hampir selesai, jam di dinding menunjukkan pukul 15.45 sore, aku menyimpan laporanku dan memasukan laptop dalam tas.


"Udah siap mau pulang aja ku Nay, buru-buru mau kemana?" Tanya Given.


"Kepo lu, lu juga ngapain jam segini udah kekuar ruangan? Kayak kagak ada kerjaan aja lu mentang-mentang manager" ejek'ku.


"Abis bikin kopi gue nih lu liat, gue mau lembur hari ini" jawabnya mengangkat gelas kopinya.


"Ri temenin gue lembur ya" ucapnya pada Eri.


"Ogah bang, gue mau pulang aja" tolak Eri membuat Given berwajah masam.


Aku menahan tawaku karena melihat bibirnya yang ngedumel tanpa suara.


"Udah lu bawa aja berkasnya sama laptop, lu ikut gue ke Caffe Samarasa" tawarku.


"Nah cocok tuh Nay, okee gue beresin dulu abis itu kita langsung capcuss" ujarnya lalu bergegas masuk ke ruangannya.


Aku menggelengkan kepala lalu mengambil ponsel di dalam tas.


Me [ Ma, aku pulangnya malem ya, aku ada lembur bareng Given] send to Mama.


Aku harus mengabari Mama karena tak ingin beliau khawatir dan menungguku.


Akau men-scroll pesan-peaan di ponselku, Alan membalas pesanku tadi mengatakan

__ADS_1


'tidak apa-apa, kamu pulang naik apa?'


Begitulah pesannya tapi tidak aku balas, aku melihat pesanku ke Wanda juga belum di balas.


Ting-1 pesan masuk.


Mama [ Iyaa mbak, tapi jangan malem-malem pulangnya, jangan lupa makan malam juga]


Aaaah Mama, seketika hatiku menghangat membaca pesan balasan dari Mama. Wanita terhebatku. Dengan segera aku membalas pesan Mama 'Oke' .


Ting-1 peaan masuk.


Siapa lagi sih. Batinku.


Papai Ara [Kok nggak di balas?]


Me [ Saya bareng sama Given, saya masih ada urusan sama Given] .


Aku langsung menon aktifkan ponselku.


Given keluar dan menghampiri mejaku.


"Ayoo Nay" ajaknya.


"Okeee," aku berdiri lalu mengikutinya dari belakang.


Kami sampai di parkiran dan langsung menuju ke mobil Given.


"Lu sering ke Caffe itu?" Tanya Given menstarter mobilnya.

__ADS_1


"Jarang, kalo pas gue lagi pengen nulis aja" jawabku.


"Okee kalau gitu, ntar lu bantuin gue ya Nay" ujarnya menaik turunkan alisnya padaku.


"Ogaah, gue mau nulis, udah lama gue nggak nulis. Kasihan pembaca setia gue pasri nunggu-nunggu" ucapku


"Masih nulis lu Nay, gue kirain udah berhenti"ucapnya mangguk-mangguk.


20menit kemudian kami sampai si Caffe Samarasa. Caffe ini terdiri 2 lantai , lantai 1 biasa di gunakan untuk live music, lantai 2 sebagian untuk privat room dan  sebagian untuk area terbuka dengan tema duduk lesehan.


"Di atas aja ya, gue biasanya di atas" ucapku menaiki tangga Caffe.


"Ya terserah lu, yang penting tempatnya nyaman" jawabnya.


"Tuh duduk disana" aku menunjuk pada tempat lesehan di pojok.


Waiterss datang tak lama setelah aku dan Given duduk, menanyakan pesanan apa yang kami inginkan.


"Aku jus kiwi aja mabak 1 sama nasi goreng udang 1, lu mau apa Ven?" Tanyaku pada Given yang duduk langsung membuka laptopnya.


"Samain aja, tapi gue minumnya kopi aja mbak" ucap Given 


Waiterss mencatat pesanan kamu dan berlalu setelah mengucapkan kata 'mohon di tunggu sebentar ya kak'


Aku juga membuka laptopku, sebelum aku memulai mengetik kata demi kata aku melirik ke arah Given yang serius dengan Laptopnya.


"Nggak usah lirik-lirik ntar naksir repot" ucapnya terkekeh.


"Najis"jawabku malah membuatnya terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2