Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 17


__ADS_3

Ah aku rasanya sudah sangat merindukan kasurku. Alan dan Ara baru saja pulang, aku langsung masuk ke dalam kamar setelah membantu mama beres-beres.


Aku meraba ponselku yang aku letakkan di kasur tadi , begitu ketemu aku membuka langsung membuka pesan yang sebelumnya aku kirimkan ke Rizwan.


"Kenpa nggak di balas, di buka saja juga enggak" desahku.


Ting


Papi Ara [ terimakasih atas hari ini]


Me [ sama-sama]


Aku lekas mematikan ponsel dan segera tidur, besok aku akan bertanya pada Given, mungkin dia tahu sesuatu.


...###...


"Sa , mau bikin kopi ?" Tanyaku pada Risa yang berdiri di kubikelnya.


"Iyaa mbak, mbak mau ?" Tanya nya.


"Boleh, coklat panas aja ya Sa, sorry ngrepotiin" ucapku.


"Gapapa mbak, Vi, Ri kalian mau juga kagak, biar sekalian gue yang bikin" tanynya.


"Boleh, aku juga coklat aja, thankyou Risa syantikk"jawab Vivi melebarkan senyum.


"Gue temenin Sa,"ucap Eri berdiri dan mengikuti Risa ke pantry.


Aku masih menanti Given yang masih belum datang, padahal waktu kerja sudah lebih dari setengah jam.


Klek

__ADS_1


Aku mendongak melihat Given , aku menahan untuk tidak bertanya karena melihat wajah Given yang kuyuu pagi ini.


Dia juga tidak menyapa kami dan langsung masuk ke dalam ruangannya.


Selang sepuluh menit Risa dan Eri datang membawa pesananku , aku mengambil segelas coklat panas itu dan menuju ruangan Given.


Toktoktok


"Masuk" ucapnya.


Aku membuka pintu dan melihatnya menelungkupkan wajahnya di atas meja berbantal tangannya.


Aku meletakkan gelas coklat panas di atas meja.


"Minum dulu, coklat bisa memperbaiki mood yang lagi amburadul" ucapku duduk di depannya.


Given mendongak lalu meraih gelas dan menyesapnya perlahan.


"Nay"ucapnya lirih.


"Hmmm"dehemku.


"Ibu gue sakit Nay, gue ntar sore mau ke maLang"ucapnya.


"Ibu sakit apa?bukannya ibu di Bandung" tanyaku heran.


"Kanker payudara stadium 3"matanya sudah berkaca-kaca langsung di dongakkan ke arah lanngit-langit atap.


"Ibu udah di maLang setengah tahunan Nay, ikut kak Seli sama suaminya" lanjutnya.


Aku berdiri dan menghampirinya, aku mengusap pundaknyan perlahan.

__ADS_1


"Lu ijin aja sekarang, lu pulang teruss siap-siap, daripada raga lu di sini tapi pikirannya kemana-mana malah jadi nggak konsen" saranku.


"Gue udah ijin, tapi gue kudu nyelesain laporan ini dulu Nay, gue gak mungkin gak bertangung jawab" jawabnya.


"Gue bantuin! Gue ambil laptop gue dulu biar cepet selesai lu bisa cepet pulang" ucapku berdiri hendak berbalik tapi lenganku di tahan Given.


"Makasih Nay, bileh peluk nggak sih?" Ucapnya mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Boleh, tapi abis itu gue tonjookkk lu yee" jawabku memerkan kepalan tanganku dan di sambut tawa Given. Yaa untunglah dia udah bisa ketawa lagi.


Setelah aku mengambil laptop, aku dan Given berbagi tugas ,hingga pas makan siang laporan selesai. Aku meregangkan otot menarik tangan ke atas.


"Gak usah ke kantin Nay, gue udah pesen makanan online, bentar lagi juga dateng" ucapnya.


"Wuiiihhh di traktir nih, alhamdulillah. Oke deh. Sholat dulu gih , gue juga mau ke ruangan gue ambil mukena" ucapku berjalan ke arah pintu.


...*...


...*...


...*...


...*...


...*...


Maaf ya guys kemaren gak sempet Up, suami lagi sakit, jadi harus full jadi perawat dulu. ☺


Saya juga mengucapkan turut berbelasungkawa atas tragedi di KANJURUHAN. Pray for Kanjuruhan. MALANG🙏


Semoga keluarga korban yang di tinggalkan di beri ketabahan. Aammiin.

__ADS_1


__ADS_2