Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 50


__ADS_3

"Kamu abis ini pulang aja sama Given yank" ucap Rizwan saat aku menikmati makananku .


"Kamu siapa yang jaga disini?"tanyaku.


"Kan ada suster sama dokter yang jaga yank" jawabnya.


Aku menganggukan kepalaku dan menyelesaikan makanku.


"Aku pulang ya" aku mendekati Rizwan.


"Iya yank, ati-ati di jalan ya" ucapnya tersenyum.


"Jagain cewek gue bro" ucapnya pada Given.


"Beresss bro, cepet sembuh ya bro" ucap Given.


**


Empat puluh lima menit kemudian mobil yang di kendarai Given sampai di rumahku.


"Mau mampir nggak?" Tanyaku


"Boleh deh, numpang ngopi bentar" jawabnya lalu segera turun.


"Tetangga loe kemana Nay kok rumahnya gelap gitu"lanjutnya melihat ke arah rumah bi Denok.


"Anaknya masuk rumah sakit,jdi bibi nungguin , assalamualaikum" aku mengucap salam saat sampai di ambang pintu.

__ADS_1


"Walakkumsalam" jawab Nuha .


"Mama sama yang lain kemana dek?" Tanyaku menghempaskan tubuhku di sofa.


"Lagi ada di dapur lagi bikin cheese cake" jawab Nuha.


"Ekhhheeem" suara deheman Given membuatku menoleh lalu menepuk keningku.


"Gue lupa kalau ada loe" cengirku.


"Dek tolong buatin aa' Given kopi pait tanpa gula" lanjutku memjnta tolong pada Nuha.


"Beneran tanpa gula kak?" Tanya Nuha melihat ke arah Given.


"Engg__"


"Tega lu ya Nay sama gue" protesnya saat Nuha meninggalkan kami.


"Hahah, nanti minumnya sambil kiatin Nuha aja, biar jadi manis" godaku


"Gue nggak selebay itu kali Nay" ujarnya.


Nuha kembali membawakan segelas kopi hitam dengan gula yang di pisah.


"Kak gulanya aku pisahin aja ya" ucap Nuha saat menyuguhkan kopinya.


"Iyaa, makasih ya dek Nuha" ucapnya malu malu meong membuatku jijik ingin muntah.

__ADS_1


"Dudah ah gue mau mandi, dek kamu temenin Given dulu ya," ucapku pada Nuha membuat Given kegirangan.


Aku pergi ke dapur terlebih dahulu untuk menyapaa mama dan Ara, juga memberitahu kalau ada Given di depan.


Aku segera masuk ke dalam kamar dan mandi. Di saat aku sudah kelar mamdi layar ponselku berkedip tanda ada pesan masuk.


Aku melihat siapa yang mengirimkku pesan dan ternyata tante Sekar.


Rante Sekar mengabarkan kalau malam ini yang akan menjaga Rizwan adalah anak laki-laki adiknya.


Aku merasa lega karena Rizwan ada yang menjaga, setidaknya dia tidak sendiri.


Aku segera keluar dan menuju ruang tamu yang sudah ramai dan tambah Alan ternyata juga sudah datang.


"Wah kayaknya enak nih" aku mencomot potongan kue bikinan mama yang di sajikan  di piring


"Emmm, enaknya, siapa yang bikin kue ini"naku pura-pura bertanya sambil melirik ke arah Ara yang terlihat malu-malu.


"Ara sama nenek tante Nay" cicitnya malu membuat kami semua yang ada disana tertawa.


Cukup lama kami berbincang dan bercanda dengan yang lain, hingg Given akhirnya pamit untuk pulang.


Aku mengantar Given sampai di teras rumahku, dan menunggu mobilnya hingga tak terlihat lagi.


"Kalian kayak orang pacaran ya" ucap Alan di belakangku membuatku tersentak dan langsung menoleh ke belakang.


"Maybe" jawabku lalu masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Saya nggak suka Nay, saya cemburu, ucapan saya tempo hari yang mengatakan kalau saya menyukai kamu itu benar-benar serius, tolong pikirkan lagi perasaan saya Nay" ucap Alan mencekal pergelangan tanganku


__ADS_2