Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Ending


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu dan kini tibalah pernikahan Nuha dan Given.


Aku terharu menyaksikan adik'ku Althaf yang menjadi wali Nuha.


Andai papa ada disini, pasti beliau akan bahagia.


"Buna, Al mau duduk di sana juga" tunjuknya ke arah Nuha dan Given.


"Iya sayang, nanti Al duduk disana. Sekarang biarkan Onty Nuha dan Baba Giv dulu ya" ucapku mengusap pipi anak'ku yang paling tampan.


Aku menileh ke depan karena mendengar zuara isak tangis, ternyata Mama yang menangis , mungkin beliau juga merasa terharu .


"Mama juga pengen lihat kamu nikah sama seperti Nuha Nay" ucap Mama saat aku mengusap bahunya.


"Insyaallah ya Ma" jawabku .


Apa masih ada yang mencintaiku dengan tulus seperti Rizwan mencintaiku, apa masih ada yang menerima single mom sepertiku dan menyayangi Almeer dengan tulus tanpa syarat.


Aku terus saja memikirkan bagaimana ke depannya jika aku menikah, aku hanya takut kalau orang itu hanya mencintaiku dan tak mencintai Almeer anakku.


"Saaaaaahhhhhh" teriakan dari saksi dan keluarga menyadarkanku dari lamunan panjang tentang masa depan.


Setelah ijab qabul selesai langsung di lanjutkan resepsi.


Nuha dan Given sudah duduk di atas pelaminan, aku dan Almeer berkeliling mencari makan karena prasmanan.


"Al, mau makam apa?" Tanyaku.


"Mau es kekim, mau loti, mau sosis, emmmhhhh apalagi ya Buna" Almeer meletakkan telunjuknya di dagu seolah berpikir membuatku gemas.


"Okee, untuk hari ini Almeer bebas mau makan apa aja. Okey" aku mengacak rambutnya.

__ADS_1


Mendengar perkataanku tak disangka membuat Almeer meloncat-loncat bahagia membuatku tertawa hingga keluar air mata.


Setelah mengambil sop, ice krim, es buah, dan nasi racikan ala kondangan aku membawanya ke taman yang ada di samping gedung.


"Kita makan disini saja ya sayang" ucapku.


"Oke Buna" jawabnya mengangkat jempol tangannya.


Aku menyuapi Almeer yang sedang menonton yucup chanel Hi-5 , dan sesekali mengikuti nyanyian yang nyanyikan anggota Hi-5 .


"Nyummy nyummy nyuummy" Almeer mengikuti nyanyiannya hanya di bagian itu membuatku tertawa melihat tingkahnya.


"Boleh saya gabung disini" ucap seseorang di belakangku.


"Ara, sayangku" aku terkejut saat berbalik mendapati Ara dan Alan yang berdiri dan tersenyum di belakangku.


"Tante Nay" ucapnya mendekat lalu mencium punggung tanganku yang ku balas dengan pelukan hangat.


"Buna, dia siapa?" Tanya anak laki-lakiku dengan dahi berkerut.


"Namanya kakak Ara boy" jawab Alan yang duduk di sebelah Almeer.


Kita berempat seperti keluarga kecil yang bahagia, padahal nyatanya bukan siapa-siapa.


"Nay saya mau ngomong sama kamu sebentar boleh?" Tanya Alan.


"Boleh mas" jawabku.


"Disana aja" tunjuknya di kursi tak jauh dari kursi taman yang ku duduki saat ini.


Aku menganggukan keepalaku dan berjalan ke arah yang di tunjuk Alan.

__ADS_1


Belum sempat aku duduk di kursi yang di tunjuk Alan, Alan menarik tanganku hingga membuatku berbalik dan aku terkejut mendapatinya berlutut di depanku.


"Will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.


"Tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.


"Kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay, saya juga berjanji akan menaadi Ayah yang baik untuk Almeer" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.


aku berdecak pelan sebelum mengangguk.


"I will try" lirihku.


Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.


Prok prok prokkk


Aku terjenggit saat melihat ternyata banyak orang yang mekihat aksi Alan tadi.


Aku melihat ke arah Mama yang mengangguk dengan air mata bahagianya, Given yang mengangkat jempolnya padaku, Ara dan Almeer yang cekikikan di tempatnya memnuatku menggelengkan kepalanya.


"Akhirnya penantianku.selama bertahun-tahun tak sia-sia, makasih Nay. Love you" Alan mengecup kedua ranganku membuatku tersipu malu.


***


3 bulan berlalu, Alam dan Naya akhirnya menikah dan Alanpun memboyong Naya untuk hidup di Jakarta bersamanya.


*


*


*

__ADS_1


Maaf ya kalau endingnya nggak memuaskan. 🙏🤗


__ADS_2