
"Rizwan minta gue laporin semua tentang loe, dia mau gue jaga loe" jawab Given.
"Dia tuh kenapa sih, kenapa harus orang kenapa bukan dia sendiri yang jaga gue" moodku semakin memburuk.
Aku mengambil coffe latte dan menyesapnya perlahan.
"Loe makan dulu aja baru anterin gue pulang" ucapku.
Waktu berlalu, aku masih betah dengan diamku dan Given juga tidak mencoba mengajakku berbicara.
Setelah menghabiskan makanan dan minumannya Given segera berdiri dan membayar lalu pergi mengambil mobilnya, aku hanya mengikutinya dalam diam.
10 menit kemudian aku segera turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih karena sudah mengantar sampai rumah.
Aku langsung masuk ke dalam rumah tanpa menunggu mobil Given pergi.
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawaB Mama
"Pada kemana Ma kok sepi?" Tanyaku.
"Adek sama Imran ada di kamar, Nuha sama Ara lagi minimarket" jawab Mama.
"Yaudah, aku ke kamar duku ya Ma"
"Tunggu duku Nay, duduk dulu Mama mau ngobrol sama kamu" mama menyuruhku duduk dan memberi segelas air dingin padaku.
"Ada apa Ma?" Tanyaku.
__ADS_1
"Kamu sama Rizwan gimana?"
"Ya nggak gimana-gimana Ma" jawabku.
"Kamu udah dewasa Nay, kamu juga harus mulai memikirkan rumah tangga" ucapnya.
"Iya Ma"
"Kamu suka sama Alan nggak?" Tanya Mama tiba-tiba membuatku mengernyit.
"Alan bilang dia suka sama kamu, dia mau menikahi kamu kalau kamu mau" ucap Mama.
"Kappan bilangnya Ma?"tanyaku heran.
"Sebelum berangkat kemarin, tapi keputusan semua ada padamu Nay" jawab Mama.
"Aku juga nggak tahu Ma, kalau deket Alan jantung aku rasanya berdetak lebih kencang dari biasanya, hal yang nggak pernah aku rasakan pada Rizwan, tapi di satu sisi Rizwan juga sedang sakit , aku nggak mungkin ninggalin Rizwan dalam keadaan seperti ini Ma" ucapku.
"Iyaa Ma, aku ke kamar dulu ya Ma" pamitku.
_________
Malam hari aku tidak menjemput Alan seperti kemauannya dan aku juga menyuruhnya untuk kangsung pulang ke rumahnya saja, karena Ara sudah tidur.
Aku memeluk Ara karena Ara mengingau seperti kemarin malam. Sepertinya besok harus ku tanyakan apa yang terjadi, kenapa anak sekecil ini bisa ketakutan dalam tidurnya.
*
*
__ADS_1
Pagi hari karena ini hari sabtu jadi aku bisa santai di rumah, .
Setelah sarapan aku duduk di teras dengan memangku Ara.
"Ara, tante Nay boleh tanya nggak?" Ucapku.
"Tanya apa tante?" Ucapnya.
"Ara pernah di apain sama tante Jessi?" Aku tidak asal bertanya, karena Ara sempat mengatakan 'ampun tante jes' jadi aku menyimpulkan mungkin orang yang sama dengan orang yang pernah mengunci Ara di toulet resort.
"Enggak di apa-apain kok tante" jawabbya menundukkan kepala dan kedua tangannya saking meremas menandakan kalau di sedang gelisah dan takut
"Tante Nay temen Ara kan?" Tanyaku.
"Iya" jawabnya mengangguk.
"Ara boleh cerita ke tante Nay karena tante Nay temen Ara,.tante janji nggak bakal bilang siapa-siapa" ucapku lalu Ara menatapku terdiam.
"Tante Jess pernah dorong Ara ke Kolam renang tante, untung aja Papa langsung nolongin Ara. Tante Jess juga pernah ngurung Ara di gudang sendirian tante, samoai Ara pingsan" Ara bercerita sambil menangis.
Aku langsung memeluknya sengan erat. aku geram mendengar kelakuan Jessi yang nggak punya hati.
"Wah kenapa nih pagi-pagi mewek" Alan datang dan duduk di sampingku yang sedang memangku Ara.
"Papiiiii" teriak Ara girang yang langsung di peluk Alan erat di sertai kekehan.
"Ada apa kok pagi-pagi Ara nangis?" Tanyanya.
Ara langsung melihat ke arahku, seakan memberi kode untuk ridak bercerita.
__ADS_1
"Tadi Ara nangis karena___" aku menatap ke arah Ara san tersenyum