Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)
Bab 7


__ADS_3

Aku mengantarkan Ara sampai masuk ke dalam mobil.


"Nah Ara, nantu kalau sudah sampai rumah langsung tidur ya, jangan kupa gosok gigi" ucapku.


"Siaappp tante, tante kappan-kapan gantian main ke rumah Ara ya" ucapnya.


"Insyaallah sayang" jawabku "hati-hati di jalan pak eeh mas" lanjutku sedikit canggung.


"Iyaa, emmh Nay"  panggilnya.


"Iyaa"


"Boleh saya minta nomor telfon kamu?"  Ucapnya mengelus lehernya.


"Boleh pak" setelah itu aku menyebutkan dereran angka nomor telfonku.


"Bye-bye tantee Nay" ucap Ara melambaikan tangannya padaku.


"Bukan bye-bye tapi assalamualaikum"jawabku terkekeh, Ara terkekeh dan Alan mengjlas senyum tipis. Lalu Ara mengulang mengucap salam dan aku membalas ucaoan salamnya.


Setelah mobil Alan tak terlihat aku melangkahkan kakiku maauk ke dalam rumah, langkahku terhenti tatkala suara merdu anak tetanggaku menyapa.


"Mobil siapa tadi Nay? Kayaknya bukan mobilnya mas Rizwan" tanyanya kepo.


Aku menaikkan sebelah alisnya lalu mendekat berbiskk ke telinganya.

__ADS_1


"Keppoooo!" Ucapku lalu terkekeh melanjutkan langkahku masuk ke dalam arah yang sempat terhenti.


"Sialaannn lu Nay" gerutunya menghentakkan kaki.


####


Senin pagi yang benar-benar terasa berat .


Aku paling benci hari senin, rasanya aku masih ingin sembunyii di dalam selimutku. Tapi apalah daya ada kewajiban yang harus aku penuhi dan juga suara mama yang memanggilku bukan sebuah panggilan lagi tapi sebuah teriakan untuk segera bangun dan sarapan.


Aku dengan malas menuju kamar mandi, lima belas menit kemudian aku sudah siap dan menuju meja makan.


"Pagi ma, dek, cil" sapaku lalu terkekh di ujung kataku karena melihat wajah masam Althaf yang kunpanggil bocil.


"Naik angkot apa ojeg juga gapapa kok ma, motornya biar di pakai sama Ataf aja" jawabku.


"Bonceng aku aja mbak" tawar Nuha.


"Kita kan nggak searah dek, lagian kamu masuk jam 7 aku masuk jam 8, mbak naik ojeg aja gapapa, itung-itung kasih rejeki oranag" jawabku santai melahap sarapanku.


"Mbak bawa aja motornya, Althaf bareng temen aja mbak, kasihan kalau mbak naik ojeg, mbak kan pulangnya paling akhir di antara kita" ucap Althaf.


"Hadeh ,ini kenapa sih pagi-pagi udah ngeributin sial motor, mbak gapapa kali naik ojeg. Kamu kan lebih butuh motornya, nanti kalau mbak ada uang lebih,mbak beli motor lagi, doa'in aja" ucapku setelah menghabiskan sarapanku.


"Aku berangkat duluan ya ma, mbak" ucap Nuha mencium tangan mama dan tanganku.

__ADS_1


"Aku juga berangkat ya ma, mbak" ucap Althaf melakukan hal yang sama seperti Nuha.


"Assalamualaikum"salam Nuha dan Althaf bersamaan.


"Walaikumussalam, hati-hati ,nggak usah ngebut" peringatku.


"Iyaaaa"teriaknya dari luar rumah.


Masih ada satu jam sebelum aku berangkat, aku membantu mama meembersihkan meja makan dan mencuci piring.


"Kamu siap-siap aja sana mbak, ini biar di terusin mama aja" ucap mama.


"Iyaa ma" ucapku berlalu ke kamar untuk memastikan tidak ada barang yang ketinggalan. Handphone , charger, dompet dan make-up. Barang wajib yang harus aku bawa ketika di luar rumah.


Pukul 7 lebih 15 menit aku berangkat menggunakan ojeg, aku menunggu di pinggir jalan, aku melewati ibu-ibu yang sedang berbelanja sayur. Aku menyapa mereka dengan ramah, dan mereka juga membalas sapaanku tak kalah ramah.


"Tuh yang kemarin malem-malem didaatengin cowok sama anak kecil" samar aku mendengar suara bi Denok yang sedang menggosip.


"Masak sih bu, temennya kali" jawab si ibu A.


"Iya, neng Naya nggak mungkinlah kayak begitu" ucap si ibu B.


"Tahuu deh, orang ganti-ganti terus cowoknya" ucapnya mengangkat bahu.


Aku hanya menahan sesak di dada aku, menghembuskan nafas pelan laku beristighfar di salam hati, untung saja ojek-ku sudah datang,kalau lebih lama diaana mungkin aku sudah tidak bisa lagi menahan amarahku.

__ADS_1


__ADS_2