
Karen kami sampai di Plaza Mall pas waktu adza magrib , kami singgah di mushola Mall.
"Kita sholat magrib dulu ya sayang" ajak'ku pada Ara.
"Iyaa tante" jawabnya.
Setelah menunaikan kewajiban, aku merogoh ponselku di dalam tas, menghubungi mama kalau aku pulanag terlambat, dan melihat chat ku pada Rizwan yang sama sekali belum di buka, padahal tertera terakhir dilihatnya adalah 15menit yang lalu. Aku mengerutkan keningku dan mencoba berpikir positif.
"Kita makan dulu apa langsung ke timezone" tanya Alan padaku.
Aku mengakihkan pandanganku melihat ke arahnya.
"Terserah Ara saja pak, saya ikut aja" jawabku.
"Panggil saya M-A-S Nay, saya bukan bapak kamu, ayo sayang" ucapnya datae dan menarik tangan Ara meninggalkanku.
Aku menghela nafas perlahan.
Ada apa dengan bapak-baoak satu ini. Batinku.
"Ayoo Nay, kamu masih mau ikut apa mau kami tinggal" ucapnya ketus.
"Iyaaaaa saya ikut" jawabku. "Kayak anak kecil aja ngambekan"gerutuku lirih.
"Saya dengar Nay"ucapnya melirik'ku, Ara cekikikan menutupi mulutnya dengan tangan mungilnya. Aku hanya meringis menggaruk belakang kepalaku yang tidak gatal.
__ADS_1
Kami makan di restoran cepat saji pilihan Ara. Aku hanya memesan cheese burger,chicken fingers,dan chocolate sundae, Ara memesan honey garlic chicken rice, apple pie,dan strawberry sundae,dan bapak Alan kita hanya memesan lemon cake, long black cofee.
Selesai makan kami tidak langsung pergi, kami berbincang dan sesekali bercanda seperti keluarga kecil yang bahagia. Ups
Ara meminta kami menemaninya di timezone. Mataku berbinar melihat alat DDR (Dance-dance Revolution) rasanya sudah lama sekali tidak bermain.
"Kamu mau mai itu?" Tanya Alan melirik'ku " nanti saja terakhir, setelah menemani Ara, kita juga baru selesai makan tidak baik langsung loncat-loncat" lanjutnya. Aku menganggukan kepalaku antusias. Dan Alan tertawa.
"Tantee lucu"ucap Ara cekikikan membuatku salah tingkah.
Kami menemani Ara sampai puas bermain, dan terakhir kami bermain DDR karena kaki Ara yang kecil akhirnya Alan menggendong Ara dan ikutan bermain, sungguh menggelikan melihatnya seperti anak kecil karena terlalu antusias membuatku tertawa.
"Anda lucu sekali" ucapku tertawa melihatnya salah tingkah dengan wajah merah merona membuatku semakin ingi menggodanya.
"Mau bermain sekali lagi?"tanyaku menaik turunkan alisku menggodanya.
Sesampainya di mobil ternyata Ara tertidur, mungkin kelelahan karena mencoba banyak ermainan tadi.
Alan mendudukan Ara di car seat di kursi belakang.
"Terimakasih karena mau menemani Ara bermain" ucapnya setelah mobil mulai melaju.
"Sama-sama mas" ucapku tulus.
"Saya senang melihat Ara tertawa lepas seperti tadi, biasanya dia tidak mudah dekat dengan orang baru, tapi entah kenapa denganmu Ara bisa langsung dekat, bahkan setiap hari menanyakanmu" ucap Alan terkekeh.
__ADS_1
"Mungkin dia merasa aman, karena di saat dia butuh pertolongan saat itu saya yang menolongnya" jawabku melihat Ara melalui vision miror.
"Ya mungkin bisa jadi karena itu"jawabnya lalu kami sama-sama diam sampai mobil Alan sudah berada di daerah dekat rumahku.
"Sekal i lagi makasih ya Nay, maaf saya tidak turun dan salam untuk tante Retno" ucapnya sebelum aju turun dari mobilnya.
"Baiklah, hati-hati di jalan mas" ucapku laku turun dari mobil dan menunggu mobil Alan berlalu dari depan rumahku.
"Pelanggan baru Nay, mobilnya bagus" sindir bi Denok.
"Permisi bi, saya masuk dulu" ucapku mengabaikam ucapannya yang membuatku meradang.
"Huh dasar nggak sopan" gerutunya. Aku menulikan telingaku dan bergegas masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum" ucapku seraya masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam mbak, udah makan belum" tanya mama setelah ku cium punggung tangannya.
"Udah ma, ma aku ke kamar dulu ya , mau mandi teruss tidur, capek" jawabku.
"Iyaa mbak" ucap mama lalu melangkah ke pintu depan dan menguncinya,.
Di kamar aku merebahkan tubuhku di kasur kesayanganku, membuka ponsel dan melihat chat ku yang baru saja di balas Rizwan.
Rizwan
__ADS_1
~maaf ya sayang, hari ini aku sibuk banget, aku tidur duluan ya.kamu juga selamat istirahat. I love you and i miss you so bad honey.
Aku tidak membalasnya, aku bangun dari rebahanku dan segera mandi. Mataku sudah sangat ingin tertutup saat ada satu pesan masuk dari Alan, mataku menyipit dan hanya membalasnya Ya sebelum aku benar-benar jatuh tertidur.