
Alen berjalan sesekali dia berlari lari kecil. Jam hampir menunjukan angka tujuh,artinya ia akan telat bahkan dari jauh perlahan namun pasti gerbang itu tertutup. Oh god,alen benar_benar frustasi. Kenapa perempuan diciptakan kaki kecil,bukan seperti pria berjalan saja sudah sampai.
"Pak johan,pak...aduh pak jangan tutup dulu dong"teriaknya beberapa meter dari sekolahnya. Namun,sialnya yang dipanggil dengan sebutan pak johan tak juga menghentikan aktivitasnya
"Pak,tunggu dulu dong. Aku mau masuk"alen telah sampai didepan gerbang yang terlihat mengoloknya
"Aduh nona alen,kenapa telat terus?"tanya pak johan menatap murid SMU satu itu. Kerjaannya selalu telat
"Bapak tidak mengerti,aku itu kerja sore sampai tengah malam. Ya jadi aku telat deh"jelasnya sambil memayunkan bibirnya
"Bapak mengerti,tapi kamu ini siswa. Dan tiga bulan lagi kamu akan ujian. Jika kamu terus seperti ini. Kamu bisa_bisa tidak lulus ujian"nasehat pak johan halus
"Iya,saya janji tak mengulanginya lagi. Tapi bapak izinkan saya masuk yah. Aku ada kelas buk kos nih"ujar alen memalas
"Maaf,bukannya bapak tidak mau. Lebih baik nona kembali besok saja"setelah itu pak johan menghilang bagaikan penyihir
Emangnya dia sedang mengantri tiket apa. Disuruh kembali lagi besok? Ah alen tidak bisa lagi bertahan diposisi seperti itu. Lebih baik dia pulang saja,dan kembali kekedai kopi tempat dia bekerja
Perlahan alen meninggalkan sekolah itu. Dan berjalan kaki dipinggir pinggir bangunan bertingkat. Terik matahari tak dia perdulikan,beginilah dia. Tak memperdulikan sekitarnya,bahkan orang terdekatnya saja hanya satu. Bahkan dia selalu menghindar dari gadis yang selalu menyatakan jika mereka bersahabat. Tapi,alen tak memusingkan untuk hal itu. lebih baik sendiri,berjalan sendiri,dan hidup sendiri
"Mama!!"
Alen tetap berjalan,tak memusingkan dengan teriakan itu. Karena merasa bukan untuk dia,mana ada dia dipanggil mama dengan umur segini?
"Mama!berhenti mama!"suara bocah laki-laki itu terdengar lagi hingga ada sebuah tangan mungil menyentuh jarinya. Refleks alen berhenti,dan menunduk memandang bocah yang tampannya luar biasa. Bocah itu,menatap alen dengan berbinar. Memancarkan iris coklatnya yang indah
...
...
"Mama! Mama mau kemana? Ayah nungguin mama"
What the!!!.... apa tadi mama? Ayah nungguin? Oh astaga alen,kamu tidak didunia Demon kan? Dunia yang dipenuhi dengan penyihir. Oh tuhan,bagaimana jika benaran. Atau jangan-jangan dia berada didunia Harry Potther. oh tidak!!
"Mama!!"bentak bocah tampan itu,alen mengerjapkan matanya sejenak. Melihat sekelilingnya jika dia memang benar-benar didunia Demon atau Harry Potther. Alen mendengus kesal,bocah menyebalkan. Bisa bisanya bocah itu memanggilnya mama! Bahkan dia belum menikah apalagi punya anak? Dan lebih parahnya dia masih perawan. Hah,bahkan usianya baru 18(Delapan belas) tahun
__ADS_1
"Aku bukan mamamu! Ayo kakak bantu cari mama kamu. Tega banget ninggalin kamu"alen menarik tangan mungil bocah tampai itu. Namun,bocah itu tidak bergeming juga. Dan sialnya bocah itu menangis. Astaga,menyebalkan sekali harinya ini.
"Dek,jangan nangis yah? Nanti dikirain kakak nyulik kamu"diusapnya wajah tampan itu. Alen berjongkok,hingga tinggi mereka hampir sama. Bocah itu lebih tinggi saat dia berjongkok
"Hiks__mama jahat hiks_ngak ngakuin aku. Aku anak mama_hiks mama_huaaa"tangisannya semakin kencang
Lagi lagi alen mendengus kesal. Berusaha lebih tenang"iya,aku mama kamu. Ayo mama bantu cari ibu kamu"
"Nggak,aku tidak punya ibu. Kamu mama aku,kata ayah. Mama itu cantik. Ayo kita cari ayah"alen ditarik oleh bocah tampan itu. Dan apa tadi? Cari ayah? Kata ayah dia cantik? Ah ketemu saja belum pernah,apalagi dibilangin cantik
...**********...
...
...
Rohit kalang kabut mencari bocah tengil itu. Kemana dia? Sudah sejam ini dia mencari putranya,ditinggal sedikit saja bocah itu sudah menghilang. Bagaimana ini?
"Bu,lihat nggak anak kecil laki laki. Kulit putih,tampan,usia kira-kira enam tahun"tanya rohit kepada ibu-ibu yang kebetulan berada disekitar tempat itu
"Nggak tuh pak"sahut ibu itu,rohit pun bertanya kepada orang yang berada disekitar kedai eskrim. Tapi tetap sama,tidak ada yang melihat putranya
"Astaga tuh anak,bikin aku pusing saja"rohit kembali dikedai es,jangan sampai putranya sudah kembali di kedai itu
"ayah!"panggilan itu menghentikan langkah lebarnya. Spontan dia menoleh,dan mendapati putranya bersama seorang gadis manis dengan pakaian sekolah
"Ayah! Kenalin ini mama"dengan mata binar Dennis berucap
Hah?
Mama?
Anak SMA?
OH TIDAK!!!!
__ADS_1
"Sayang,dia kakak bukan mama yah?"rohit ingin sekali menangis,kalau gadis dewasa masih bisa. Lah ini anak sekolahan? Bisa -bisa dia dibilang brondong tua
"Tidak! Dia mama Dennis,dia mama Dennis yah! Ayah nggak ngerti,aku sudah capek bujukin dia supaya,dia mau jadi mama aku"Dennis menangis dengan memeluk kaki Alen
Sebenarnya Alen bingung dengan situasi seperti ini. Bisa-bisanya dia dijodohkan oleh bocah itu? Dan sama bapak-bapak? Yah walau tampan sih dan oh... astaga dia sangat hot banget,dengan balutan jas toxedo pink softnya
Astaga alen singkirkan pikiran kotormu itu. Jangan sekarang berfantasi dipikiranmu
"Mama,kasih tau sama ayah. Kalau kamu itu mama Dennis"mohonnya dengan netra coklatnya itu. Alen tidak tega melihat,seseorang memohon padanya. Astaga,ini hari menyebalkan
"Mama!"
"Tapi,aku_____
Alen kehilangan kata katanya. Ketika mata elang itu menatapnya. Dia jadi gugup seketika,tubuhnya terasa beku. Dan jantung,jantungnya bertalu cepat seperti jet akan lepas landas
"Tapi apa ma! Mama tidak sayang pada Dennis?"
Rohit sedih melihat putranya begitu. Tapi dia harus apa sekarang,menahannya pun akan sia sia saja. Rohit tahu sosok putranya,jika dia mendapatkan sesuatu yang di inginkan. Dia tidak akan melepaskan begitu saja
Alen memandang Pria yang disebut bocah itu ayahnya untuk meminta bantuan. Dia harus kembali keapertennya,dan berangkat kerja bisa-bisa gajinya dipotong. Namun,sialnya pria dewasa itu tidak berbuat apa_apa
"Mama,kenapa diam saja?"
"M__mama,yah mama s_sayang kamu"akhirnya alen mumutuskan berkata seperti itu. Walau dengan nada terbata bata,tapi tetap saja. Jantungnya tidak bisa dikompromi,saat mata tajam itu kembali menatapnya
"Benarkah?"
Alen mengangguk mengiyakan
"Lebih baik kita pulang,hari mulai terik sekali"rohit membuka suara
"Eh?"alen terkejut mendengar kata 'kita'
"Aku antar kamu pulang"bisik rohit tepat ditelinga alen,dengan sedikit menjilat ditelinga alen. Seketika bulu kuduk alen meremang,dan jantungnya berdenyut kencang
__ADS_1
Tbc
Maaf jika cerita ini ada kesamaannya. Tapi ini murni,not plagiat