
Alen terbagun dari tidurnya karena merasa lapar. Diliriknya jam yang berada didinding kamar ternyata jam sudah menunjukan angka 10 malam. Ternyata dia tertidur cukup lama
Diliriknya rohit yang masih tertidur pulas. Ingin membagunkan suaminya,tapi dia tidak tega mengusik tidur nyenyak suaminya itu. Terpaksa dia akan melakukannya sendiri
Saat sudah didapur. Dia mendengar suara air yang dituang kedalam gelas,seketika membuat buluk kuduknya merinding. Ingin dia urungkan niat,tapi rasa laparnya tidak bisa dibiarkan. Dia tetap berjalan hingga jantungnya berdetak cepat saat melihat pria berdiri membelakanginya. Alen mati-matian menekan rasa takutnya itu,dia ingin mengabaikan orang itu tapi dia cukup terganggu dengan orang tersebut
"Kamu lapar? Mau papa masakan sesuatu?"suara itu...suara itu milik pria yang alen hindari. Mau tidak mau alen berbalik menatap wajah pria mirip dengannya
Alen menggeleng"t...tidak usah. Saya bisa sendiri"
March juga ikut menggeleng"biar papa aja ya? Beri papa kesempatan sayang. Papa janji,papa tidak akan mengulanginya. Papa mohon,beri papa kesempatan. Sedikit saja..."mohonya dengan sendu
Cukup lama alen berperan pikir. Terlalu berat untuk menerima pria itu. Ia sudah terlanjur hidup tanpa dia disisinya. Tetapi apa bisa dia memberi kesempatan kepada pria itu? Apa dia tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi? Bagaimana jika pria itu hanya berbaik saat dia memberi kesempatan dan dia akan mengulanginya. Tapi apa salahnya jika dia memberi kesempatan . Apa dia tidak akan menyesalinya nanti?
Dengan segenap keberanian,alen mengangguk ragu. Tapi dampaknya begitu besar bagi march. Dia memeluk alen erat dan membelai puncak kepala putrinya sayang
Rohit yang menyaksikan itu terharu. Tadinya,saat bagun dia tidak menemukan istrinya didalam pelukannya. Dia panik,takut terjadi apa-apa terhadap istrinya. Tapi saat ingin melewati dapur,dia begitu terharu melihat ayah anak itu saling berpelukan. Tidak ingin merusak suasana,dia kembali kedalam kamar dan menunggu istrinya kembali dari dapur
March melepaskan pelukannya dan menatap penuh kasih kepada alen. Membelai pipi putrinya"kamu tunggu ya? Papa bikinin nasi goreng ala papa. Kamu duduk aja,nggak usah bantuin"kata march antusias
Alen tersenyum sembunyi. Dia berharap pilihannya tidak membuat dia menyesal dikemudian hari
♡
Sarapan pagi ini tidak biasanya,suasana di meja makan terlihat ramai. Bi sulastripun ikut dalam suasana baru itu. Sedang march,terlihat tidak mau kalah telak dari rohit. Dia ikut menanyakan kepada alen,apa yang ibu hamil itu inginkan
"Biar aku saja ya sayang. Itu ada codetnya"kata rohit menunjuk makanan dari march
"Enak saja ada codet. Ini makan berkhasiat. Makanan ibu hamil"balas march tidak mau kalah
Semua yang dimeja makan hanya tertawa. Tapi,tidak dengan dennis. Bocah itu merajuk tidak terima,jika dia meminta ayam atau apa dari alen,ayahnya akan mengalihkan suasana jadinya dia tidak mendapatkan apa-apa
"Cucu eyang kenapa cemberut?"tanya mariam heran. Tidak biasanya cucunya ini cemberut saat makan,biasanya dia yang paling antusias
__ADS_1
Dennis menggeleng
"Loh dennis kenapa,hm?"bocah itu menatap alen berkaca-kaca. Dia menggeleng dan memakan makanannya. Mereka semua hanya dapat menggeleng kepala
"Sudah-sudah. Lebih baik kami berangkat. Dennis? Bareng kakek atau sama papa?"lerai ardi
Bocah itu meminum susunya tanpa banyak bicara. Biasanya bocah itu akan berceloteh saat sudah sarapan"nggak,sama paman gabriel aja"
Gabriel menatap bocah itu lama"em...sama kakek aja yah. Paman sama aunt sava ada kerjaan lain"tolak pria itu sambil menggaruk kepalanya. Dia tahu betul bocah itu,tidak akan membiarkan mereka berduaan. Dia akan menimbung pembicaraan mereka
Rohit menghela napasnya dan mengendong putranya. Dia mencium alen dan berpamitan serta dennis yang berada digendongannya
Sepeninggalan rohit dan dennis. Merekapun bersiap melakukan aktivitas mereka. Kecuali para ibu-ibu yang masih stay ditempat duduknya.
Marc mencium puncak kepala alen dan berpamitan. Ini moment pertama yang alen rasakan saat ayahnya menciumnya. Dia hanya berharap,masa-masa itu akan berganti menjadi manis
♡
Alen gelisah menatap ponselnya. Sudah berapa kali dia meng-SMS rohit. Tapi,sampai sekarang tidak ada balasan dari suaminya itu. Ini tidak biasanya rohit mengabaikan pesan singkatnya. Entah mengapa alen begitu gelisah
Tidak tahan dengan kegelisahannya. Alen meraih tas dan keluar dari kamar. Tidak memperdulikan mama mertuanya yang memanggilnya. Dia harus mengetahui sesuatu. Dia tidak tahan dengan kegelisahannya
Mariam kalang kabut saat menantunya itu keluar dengan wajah berlinang air mata. Bahkan tidak lama,bunyi kendaraan terdengar. Diaa mencoba menghubungi rohit,tetapi nihil. Sudah berapa kali tidak ada jawaban dari seberang telepon itu. Mariam sangat khawatir
"Kenapa mam?tumben nelpon rohit?"tanya suara diseberang sana. Mariam bernapas lega saat sambungan yang kelima belas kali terhubung
"Darimana aja kamu!mama sampai mau jantungan!"bentak mariam
"Ya aku habis rapat mam. Tidak biasanya mama nanyain"rohit terkekeh geli diseberang sana
"Tertawa aja kamu! Istri kamu noh nangis sambil nyetir. Kalau ada apa-apa sama alen....mama potong ***** kamu!"
Tut. Sambungan diputus oleh mariam. Wanita berumur itu mengatur napasnya yang memburu. Dia merasakan jantungnya mau copot
Sedang ditempat lain. Alen memakirkan mobil sembarangan. Dia membanting pintu mobil dengan keras. Tidak perduli dengan sekitar yang menatapnya aneh,dia tetap berjalan lurus hingga sampai didepan resepsionis. Alen menghapus air matanya kasar dan menatap wajah resepsionis itu
__ADS_1
"Dimana ruangan CEO kalian!?"tanya alen sedikit membentak. Resepsionis tersebut terlonjat kaget. Kaget dengan wanita yang tiba-tiba datang dan langsung membentak. Mana wajah hancur lagi
"Apa anda sudah membuat janji?"tanya resepsionis itu was-was. Takut jika wanita dihadapannya ini,tiba-tiba menerjangnya
"Nggak usah buat janji. Beritahu dia,bahwa ada pencabut maut yang ingin menemuinya"resepsionis itu,terperanjat kaget. Benar-benar tamu ideal ini namanya
"Tapi....
"SEKARANG!!"bentak alen bersamaan dengan tangisnya. Dia terduduk dilantai tepat didepan meja resepsionis itu
Mau tidak mau resepsionis itu melaksanakan permintaan tamunya"Mr. Ada yang ingin bertemu"lapornya
"Siapa?"
"Tidak tahu Mr. Tapi dia sangat kacau... Hallo? Mr?"sambungan terputus oleh sepihak. Resepsionis itu bernapas lega saat melihat atasannya berjalan kearahnya dengan terburu-buru
"Astaga!sayang!"para karyawan yang penasaran,terlonjat kaget. Berpikir jika atasan mereka ini masih waras atau tidak. Bisa-bisanya atasan mereka memanggil wanita dengan keadaan kacau dengan sebutan sayang?
"Sayang. Kok kamu bisa...disini?"tanya rohit hati-hati. Takut jika melukai perasaan istrinya. Sedangkan alen hanya terisak pilu
" jahat. Nggak balas pesan aku!pokoknya kamu jahat!"alen memukul-mukul dada rohit ganas
Para karyawan dibuat cengo mendadak. Bisa.....bisanya....
"Iya aku jahat. Kamu udah nangisnya ya? Dan aku minta maaf. tadi ada rapat,jadi nggak sempat balas pesan kamu. Hukum aku aja ya? Atau kita bulan madu dijerman atau negara paman sam?"bujuk rohit,tentu saja dengan elusan dipuncak kepala alen
Alen menimang-nimang ajakan itu"nggak mau dijerman atau dinegara paman sam"
"Kamu maunya dimana? Dihongkong?"alen menggeleng
"India!atau aku marah selama seminggu!"
Tbc
Maaf ngak dapat feel!!!!!
__ADS_1