Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 31> Gabriel?


__ADS_3

Rohit mendorong kursi roda alen dengan lembut, mereka memasuki rumah yang sudah beberapa hari mereka tinggalkan. Dari belakang diikuti oleh mariam,ardi dan dennis. Sedang savana,dua hari lagi akan sampai di Thailand. Tepat dikediaman khandelwal. Entah apa yang membuat gadis itu bersikukuh tinggal di alaska. Mungkin menikmati liburan kelulusan atau ada hal lainnya (?) Entalah...


Tepat tiga jam perjalanan dari alaska ke thailand,barulah mereka sampai. Tetapi,disepanjang perjalanan mereka, dennis tidak seperti biasanya. Bertingkah menyebalkan,bertingkah yang bisa membuat ayahnya naik tensi. Entah apa yang membuat bocah itu diam,dan cemberut


"Bi,siapkan kamar untuk alen yah"perintah rohit pada ART dikediamannya


Bi sulastri mengangguk dan pamit untuk melaksanakan perintah tuan mudanya


Alen tidak bisa melepaskan pandangannya dari dennis yang selalu memayunkan bibirnya. Gadis itu menggelengkan kepalanya,tidak percaya dengan sikap bocah itu


Sedang dennis langsung meleset kelantai dua,tepat dikamarnya. Satu hari ini,dia merajuk pada ayah,mama dan kakek eyangknya. Pokoknya dia merajuk,titik


"Mau istrahat langsung atau mau jalan keliling rumah?"tanya rohit dengan memeluk leher alen. Mencium puncak kepala atau sesekali mencium tengkuk gadisnya


"Istrahat langsung aja. Aku lelah banget"sahut alen manja


Rohit terkekeh geli. Sejak kapan gadisnya ini manja (?). Biasanya juga kadang ketus. Atau tiba-tiba merajuk. Ya,selama empat hari ini sifat gadisnya berubah drastis. Huh,seperti yang dibilang tadi,kadang ketus,kadang merajuk dan sekarang manja. Hoh,rohit mendadak sakit kepala beneran. Mana pujaan,mana anak. Sama. Sama-sama membuat sakit kepala berurat


"Baiklah,hm"rohit kembali mendorong kursi roda alen dan memasuki kamar yang sudah disediakan bi sulastri dilantai bawah. Setelah sampai pada samping ranjang berukuran queen zise,rohit mengendong alen dan membaringkannya dengan lembut takut menyakiti gadisnya


"Mas kok nggak keluar? Aku mau istrahat"ketus alen dan membungungi rohit. Sedangkan pria itu melebarkan matanya tidak percaya. Yang benar saja. Diusir tanpa rasa kasihan,dan tanpa nada lembut


"Pak!aku capek!"kesal alen,karena pengusirannya tidak dihiraukan oleh pria itu. Rohit lagi-lagi melebarkan matanya. Ini benerankan,alen mengusirnya (?) Atau fungsi pendengarannya sudah terganggu (?)



Rohit melangkah gontai memasuki ruang keluarga. Setelah pengusiran tidak berperi-peri itu. Dia langsung menuju kearah mama dan ayahnya. Jam sudah menunjukan angka tujuh pm. Tandanya matahari sudah berganti bulan


Mariam teralih dari layar tv keputranya. Wajah lesu,wajah tidak bergairah,dan wajah putus asa"loh kok wajahnya kusut banget?"tanya mariam. Bahkan ardi menyetujui atas pertanyaan sang istri


Rohit menghempaskan pantat dan punggungnya agar terasa nyaman"huh,nggak tau mam. Aku bingung dengan sifatnya yang seperti bunglon itu. Semenit manis,dua menit ketus,tiga menit merajuk. Dan sekarang manja"


"Mungkin dia butuh istrahat. Kamunya saja yang sensi"ketus mariam


"Kok mama ikut-ikutan sih ketusin rohit. Jadi,aku disini yang salah gitu? Aku yang sensi gitu?"kesal rohit sambil mengacak rambutnya frustasi


"Udah-udah nggak usah marah gitu. Lupain aja oke. Lebih baik kita bahas kapan rohit menikahin alen"lerai ardi

__ADS_1


Rohit mendengar pernyataan ayahnya. Langsung semangat empat lima"ayah nggak ngelanturkan?"tanyanya memastikan jika ayahnya hanya bermaksud menghiburnya


"Emang tampang ayah sedang ngelantur? Perasaan wajah ayah tampan-tampan saja"


"Ye,papa pede tingkat dewa. Padahal cuma mama yang suka papa"ejek mariam


"Ah,mama balikin fakta. Padahal yah... cuma papa yang naksir mama. Mama nggak tau kalo papa mantanya banyak? Pasti mantan mama nggak punya"ledek ardi balik


"Papa ngatain mama nggak laku? Papa yang nggak laku. Malam ini papa tidur diluar!jangan ketuk pintu"kesal mariam,dan membelakangi ardi. Sedang rohit hanya memasang tampang ****-begonya menatap pertengkarang kedua orang tuanya. Padahal tadi yang dibahas lain,kok sekarang bahasnya yang lain juga


"Mam,yah. Nggak usah berantam yang nggak berfaedah ya. Mending nentuin aja kapan aku nikah sama alen"kalem rohit,mencoba tidak berteriak didepan mama dan ayahnya


"Ya,kita nunggu pulihnya alen aja"ujar ardi santai,bahkan kelewat santai. Persis ngatain kawinin ayam gue noh. Ckck


"Iya rohit. Takutnya alen bunting deluan sebelum nikah. Dan mama juga takut,nanti tetangga sebelah fitnah yang benar-benar"sambung mariam


"Aduh mama. Kalo ngomong itu yang untuh,nggak kepotong. Harusnya'fitnah yang tidak benar-benar'gitu"ralat ardi greget


"Mam,yah. Udah dong. Ini kapan nentuinnya. Jangan anggap pernikahan rohit itu main-main. Rohit serius mam,yah. Tolong dong,ngertiin rohit. Kalo nggak segera,bagaimana jika rohit khilaf dan hamilin alen. Gimana?"


"Oke. Oke. Ayah yang nentuin. Kalian berdua diam dan dengar. Ayah nentuin pernikahanmu dengan alen secepat mungkin,hitung dari sekarang . Satu tempo lagi. Ayah janji,kamu nggak usah mikirin itu,ini,sana,sini. Yang kamu tau ucapin janji suci saja"putus ardi final



...


Pagar kediaman khandelwal terbuka lebar saat mobil sport silver memasuki perkarangan rumah. Tepat didepan pintu,mobil mewah itu berhenti. Tak butuh waktu lama orang yang berada didalam mobil itu keluar


Mariam dan bi sulastri sudah stand by didepan teras. Memandang kedua insan yang baru turun dari mobil mewah itu. Seorang gadis dan pria tersenyum pada mariam maupun bi sulastri


"Salam mama"gadis itu menyentuh kaki mariam,dengan kedua tangannya. Mariam menyentuh puncak kepala dan tersenyum,diikuti pria yang dibelakang gadis itu menyentuh kaki mariam dan melakukan hal yang sama dengan gadis tadi. Tidak lupa juga bi sulastri kena bagiannya. Yah,taulah kalau tradisi india. Yang lebih tua harus dihargai,sekalipun dia bukan penjabat,raja maunpun orang kaya


"Sayang,ajak temannya masuk. Bi siapkan minum dan cemilannya ya"ujar mariam dan memasuki ruang keluarga diikuti savana dan gabriel. Yap,gadis dan pria itu adalah savana dan gabriel


"Mam,kak rohit dan ayah kemana ya"tanya savana saat mereka sudah diruang keluarga dan duduk disofa buludru merah marun itu. Serta bi sulastri menyiapkan minum dan cemilan diatas meja kaca ukiran mawar


"Masih dikantor,mungkin sebentar lagi pulang. Oh iya,ini siapanya kamu?"tanya mariam lagi,persis intel ya. Jawab nanya lagi

__ADS_1


"Oh ini,ini...em.."


"Pacar savana auntie"sebelum savana menyelesaikan ucapannya. Gabriel sudah memotongnya lebih dulu. Setelah pengakuan gabriel yang tiba-tiba. Wajah savana langsung blus...memerah merona. Kek kepiting rebus setengah mateng


"Oh____


"Salam mama"


"Salam sayang"


Terdengar suara bariton tegas dari arah pintu masuk. Namun mariam dan savana sudah menebak siapa empunya suara itu. Siapa lagi kalau bukan tuan muda dan tuan besar khandelwal (?)


"Loh,ada tamu,kok sava nggak ngabarin?"kaget ardi setelah savana dan gabriel menyentuh kedua kakinya. Begitupun rohit menyentuh kedua kaki mamanya disertai ciuman dipipi kanan kiri mariam


"Iya yah,kenalin ini....gabriel March"sahut savana dan memperkenalkan gabriel pada ayahnya


Ardi hanya mengangguk


"Loh,calon istri rohit mana? Kok nggak ngabung?"tanya rohit heran,tidak biasanya alen melewatkan moment seperti ini


"Nangis tuh dikamar. Mama kewalahan nenangin dia. Nggak mau mama,maunya kamu"sahut mariam dengan bibir manyun


Tak


Tak


Tak


Suara ketuakan sepatu mengalihkan mereka dari posisi sebelumnya. Terlihat gadis dengan linang air mata. Namun mata berkaca-kaca itu seketika melebar seluas laut pasifik. Tungkainya tiba-tiba lemas,tubuhnya kaku,mulutnya mengangga(untung nggak ada nyamuk),tangannya mengepal kuat. Bahkan hatinya. Hatinya seperti diremas kuat,menyisahkan rasa luka yang lama terkubur kini kembali tergali,menganga lebar


"Ga...gabriel?"


Tbc


Maaf jika part ini tidak bisa memenuhi pengharapan kalian. Maaf,maaf sekali lagi. Jujur,aku ngak bisa berpikir jernih. Entah setan apa yang merasuki pikirannku. Jadi,partnya agak yah...gimana gitu. Tapi,aku tetap optimis dan berharap kalian para pembaca jangan ada kata bosan dalam diri kalian untuk megabaikan cerita mesum ini. Yah walau ngak banyak mesumnya sih,terkadang aja.


Dan aku mau ngucapin banyak terima kasih buat yang masih sabar membaca cerita gajelas ini. Aku hanya penulis amatir,tapi walau amatir ngak ada ambisi dibenakku. Aku hanya ingin meluapin apa yang ada diotakku. Jadi......

__ADS_1


Thanks best for readers!!!!!


__ADS_2