
Rohit menancap pedal gasnya dengan perasaan bercamur aduk. Marah,kecewa,dan sedih. Mayoritas perasaan itu bertumpuk pada relung hatinya,pria itu kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa mencegah gadisnya untuk pergi,marah pada semua yang telah terjadi,dan sedih membayangkan jika gadisnya tidak akan diperlakukan sebagai manusia. Dia tidak akan mengampuni siapapun yang berani menyakiti gadisnya,perlu dia akan membunuhnya sekarang juga
"Come on broo,aku tidak ingin mati konyol. Lihatlah ini hutan,dan...ya tuhan rohit lihatlah jurangnya terlalu tinggi"kesal narula. Pria itu memejamkan matanya dan berpegangan erat pada sabuk
"I dont care"rohit tetap melajukan mobilnya dengan uga-ugalan. Beruntung ini bukan jalan lalu lintas diperkotaan,jadi tidak ada polisi yang menilangnya
Terlihat dari kejauhan,terdapat perang dingin yang terjadi antara anak buahnya dan anak buah wanita ular itu. Perlahan rohit memelankan laju mobilnya,setelah sampai dia dan sahabatnya turuh dari mobil sport itu. Dia sengaja membawa sport karena lajunya sangat kecang dan itu tidak akan memakan waktu lama
Senyum devil muncul dari sudut bibirnya,rohit berjalan tanpa mengiraukan orang-orang yang sedang adu bacot. Dia terus berjalan hingga sampai didepan pintu rumah sederhana itu,dengan satu hentakan dia mendobrak pintu rumah tersebut, setelahnya dia masuk. Namun, saat dia masuk hanya ada satu wanita yang duduk tenang dikursi kayu dengan pistol ditangannya. Memutar pistol itu seakan benda mematikan itu adalah benda tak berguna
Wanita itu berdiri dari duduknya dengan senyum meremehkan serta mata yang tidak lepas dari wajah pria yang menatapnya datar
"Kemana gadisku...?"tanya rohit dengan nada dingin. Walau dia terlihat santai,namun didalam hatinya hanya ada kecemasan dan kekhawatir
"Ouhh,,,ku kira kau datang akan menanyakanku. Tapi..aku kecewa kua menanyakan gadis malang itu"wanita itu menatap sedih kearah rohit
"AKU TIDAK SEDANG BERCANDA DELIA!!KATAKAN DIMANA ALEN!!"teriak rohit murka. wajahnya merah menahan emosi yang akan meledak saat ini juga
"AKU TIDAK TAU!!"balas delia dengan teriakan
__ADS_1
Rohit maju dengan tak terduga, pria itu mencengkram kuat pundak wanita itu dengan menatapny tajam. Bahkan saking kuatnya,pistol yang berada ditangan wanita itu terlepas. Delia meringis kesakitan saat rohit mencengkram kuat pundaknya
"Katakan-delia-dimana-alen!!"ujar rohit penuh penekanan. Dia semakin memperkuat cengkraman dipundak wanita itu. Delia terisak kesakitan,dia merasa seperti pundaknya akan patah. Dia tidak berani menatap wajah yang sudah memerah padam
"Jangan membuat aku melakukan kekerasan delia! Katakan dimana kau sembunyikan alen!katakan jika kau masih ingin hidup!"ancamnya
"Aku tidak tau rohit_____"
"JANGAN BOHONG KEPARAT!!"
"AAKKKHH"teriak delia saat pria itu mencekik lehernya kuat. Dia telah membangunkan malaikat berhati iblis dihadapannya. Air matinya sudah keluar dari asalnya,rasanya tulang lehernya sudah patah,ini sungguh menyakitkan saat cengkraman itu semakin kuat. Nafasnya sudah terputus putus
"Jika kau tidak ingin mengatakannya..."rohit memandang wanita dihadapannya dengan tajam dan mematikan"kau akan menanggung akibatnya"lanjutnya dan menghempaskan tubuh itu ditembok hingga terdengar benturan di kepala delia. Darah sudah keluar dari kepalanya,membanjiri wajah cantik itu. Rohit menatap wanita itu tanpa rasa iba. Dia benar-benar muak dengan kelakuan wanita itu,wanita yang tidak bisa melihatnya bahagia
"Bagaimana ?"tanya rohit saat melihat sahabatnya dengan wajah babak belurnya
"Mereka sudah kami basmi,tidak sampai mati hanya pingsan. Bagimana? Mengapa alen tidak bersamamu ?"tanya narula. Pandangannya jatuh pada arah pintu
Rahang rohit mengeras seketika,wajahnya kembali merah"dia tidak ada disana. Entalah aku tidak menemukan dia didalam sana"kilatan amarah terpancar jelas di mata coklatnya"suruh anak buahmu memencar dihutan ini. Temukan alen,jangan kembali jika kalian belum menemukannya "perintah Rohit ultimatum dan Narula segera mengangguk. Dia tidak berani melawan saat ini,jika dia lakukan maka tamatlah riwayatanya
__ADS_1
♡
Gadis benetra hitam itu terus berlari sekuat tenaganya yang masih dia punya,dadanya bergerumuh hebat akibat dia berlari sudah beberapa jam yang dia lalui. Sekarang yang ada dipikirannya adalah segera keluar dari hutan ini. Gadis itu terus mengabaikan sakit yang menyerangnya tidak ada henti,seperti anak-anak panah yang terus membidiknya
"Ha-ha-ha-ha...ak-u tidak tahan tuhan"gadis itu berhenti tepat dipohon besar,mengatur napas yang mulai menipis dan menghirup udara sebanyak mungkin disekitarnya. Dia benar-benar tidak sanggup lagi untuk berlari,perlahan pandangannya mengabur
*
Setengah jam dia tidak sadarkan diri,kini matanya mulai bergerak kesana kemari menyesuaikan sinar bulan yang menyilaukan matanya. Perlahan mata indah itu mulai terbuka,dilihatnya disekitar bahwa hari semakin gelap dan itu cukup membuatnya ketakutan. Keringat dingin bercucuran keluar dari pelipisnya,dia benar-benar ketakutan sekarang. Apalagi bayangan diotaknya terlintas jika mahkluk buas menyerangnya dan memakan dagingnya (?) Oh no,gadis itu tidak berani membayangkan begitu lama
...
...
Ssreett
Bunyi kayu seperti diijak oleh sebuah kaki,entah kaki manusia atau kaki binatang buas. Hal itu sanggup membuat alen beringsut dan merapatkan tubuhnya kepohon itu,dia menutup matanya dan merapalkan doa. Entah doa apa,yang penting itu adalah doa
Ssrett
__ADS_1
Suara itu kembali terdengar di indera pendengarannya. Dia harus lari dari tempat itu,bagaimana pun caranya agar dia keluar dari hutan laknat itu dan terhindar dari binatang buas maupun manusia yang bertujuan tidak baik. Tanpa memikirkan rasa sakit dikepala maupun diperutnya dia segera melarikan diri secepat mungkin. Walau nafasnya sudah diujung,namun ketakutan mengalahkan semua rasa sakit yang bersarang ditubuhnya
Tbc