Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 43>Fakta


__ADS_3

Kini rohit membawa istrinya untuk masuk kedalam kamar yang sudah dia siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah masuk,dia membaringkannya diatas ranjang dan ikut berbaring disamping istrinya


Haruskah rohit bangga memanggil alen dengan sebutan istri (?) Rasanya itu adalah hal pertama bagi rohit. Memeluk istrinya erat,tidur bersama,saat bangunpun ada yang menantinya,menyiapkan baju,memandikannya (?). Mengingat momen-momen itu rasanya rohit ingin terbang


Tapi,kalau memandikannya...itu moment manja-manja dengan istri"kok senyum-senyum?"tanya alen heran melihat suaminya senyum-senyum sendiri


Rohit menggeleng dan duduk disampaing alen. Kepalanya dia sandarkan dikepala ranjang. Alen mengikuti apa yang dilakukan oleh rohit"sini aku peluk"ucap rohit dan memeluk alen erat


"Tidur yuk,aku lelah sekali. Malam ini nggak ada adegan malam pertama"ucapnya lagi


Alen mendengus"siapa juga yang mau malam pertama. Rasanya tulangku mau patah"


"Ya siapa tahu ajakan? Ayo tutup matamu dan tidur"tangan rohit bergerak menutup kelopak mata alen


"Gaunnya?"tanya alen. Rohit melirik istrinya heran,namun seketika dia baru sadar jika mereka masih menggunakan pakaian pengantin


"Kamu kepanasan?"tanya rohit balik


Alen menggeleng dan memeluk rohit erat. Tidak butuh bermenit-menit,alen sudah meraih alam bawa sadarnya. Rohit memeluk alen gemas,setelahnya dia menyusul alen didunia lain



Dennis menangis histeris,badannya dia guling-guling dilantai dingin itu"hiks...mama...ayah...kalian dimana...hiks.."


Mariam mencoba menenangkan sang cucu,namun hanya ada penolakan dari bocah itu. Bermacam-macam kata rayu dan bujukan maut dari mariam,tetapi tetap sama"dennis,tenang ya. Ayah dan mama kamu sedang pergi sayang. Mungkin besok pagi juga sudah sampai"

__ADS_1


Bocah itu menggeleng. Adegan guling-berguling sudah tidak lagi dia lakukan,kini bocah itu duduk bersimpuh dengan kepala menunduk menahan isakannya"nggak,mama dan ayah pasti masih disini. Eyang bohongin dennis. Dennis tau,eyang tidak mau memberitahukan padaku"tuduhnya


Mariam berdecak kesal,bisa-bisanya dia dituduh sama cucunya sendiri.  Seperti menudingnya menyembunyikan sebongkah emas saja"nggak kok sayang. Eyang nggak bohong"elaknya


Dennis menatap eyangnya sebentar setelahnya menatap kakeknya yang sedari tadi hanya menonton mereka. Bocah itu berdiri dari duduknya dan melangkah kearah ranjang,membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut tebal itu dan menutup matanya. Tapi jangan salah sangka jika bocah itu benar-benar tidur


Mariam dan ardi menatap cucunya heran. Tadi histeris dan sekarang tanpa ada angin lewat,bocah itu dengan santainya melangkah dan tidur dengan nyaman seakan kejadian barusan tidak terjadi apa-apa. Ck,cucunya ini ajaib atau gaib. Tetapi itu tidak bertahan lama,mariam memilih berbaring disisi kanan cucunya dan ikut tertidur. Sedangkan ardi,memilih berjalan kearah balkon dan duduk dipinggiran pagar. Wajah tuanya,terlihat fresh saat angin malam berhembus dibagian kulit yang angin lalui


Pria tua itu mengeluarkan benda pipih dari saku celana kainnya. Mencari-cari kontak yang akan diahubungi,setelah mendapatkannya dia segera mendialnya. Tidak perlu berlama-lama,sambungan itu terhubung dan langsung dijawab dari seberang telepon


"Iya yah. Kenapa?"tanya suara dari seberang telepon


Ardi menghela napas"kamu dimana nak,sudah malam kok belum tidur?"tanya ardi balik


Ardi ikut tertawa kecil"maaf ayah menganggumu. Sekarang kamu tidur,ayah tutup"



March meremas rambutnya frustasi,ini berlaku sudah enam hari setelah calon menantunya dan putranya berkunjung dirumah sakit. Hari ini dia ingin sekali menemui putrinya,tapi apalah dikata kesehatan istrinya belum stabil. Saat mendengar dari mulut calon menantunya,bahwa wajahnya dan menantu taun besar Khandelwal mirip,dia sudah menduga jika itu adalah putrinya. Tidak perlu melakukan tes apapun,dia sudah meyakinkan dirinya itu adalah putrinya dari sarah


Tapi,bagaimana dia menjelaskan pada istrinya,jika ada istri lain selain dirinya. Bagaimana jika istrinya tidak menerima putri dari lain wanita. Seketika kepala march berdenyut memikirkan bagaimana jika istrinya tidak menerima putrinya


Setengah dari kehidupan putrinya sudah dia dengar dari calon menantunya. Dia sangat menyayangkan atas kehidupan putrinya yang tidak berkecukupan. Tidak hidup mewah seperti putranya. Dia seperti ibunya,kuat dan tidak putus asa. Dia begitu berterima kasih kepada keluarga khandelwal bisa menerima putrinya,terutama kepada rohit


"Pa. Papa nggak makan? Ini sudah malam loh"suara lembut itu, membuat march menoleh dan mendapati istrinya. Sera baru keluar dari rumah sakit,setelah menempuh masa komanya. Dia baru tahu jika putrinya menglami hal-hal tersulit. Sempat dia marah. Marah pada dirinya sendiri. Dia pria berdosa dan tidak bertanggung jawab

__ADS_1


March berdiri dan mendorong kursi roda sera kearah jendela untuk memandang kota penuh lampu-lampu berwarna warni. Pemikiran untuk mengatakan yang sebenarnya terlintas begitu saja. Apa salahnya mencoba,tetapi pikiran selanjutnya memikirkan bagaimana jika sera tertekan dan menyakit itu kambuh


"Ada apa pa. Kok muka papa tegang gitu?"tegur sera heran


March mengusap tengkuknya,dan berjongkok didepan sera"aku-ingin memberitahumu sesuatu. Tapi aku takut jika kamu tidak akan menerima apa yang akan aku katakan"


Sera mengusap wajah suaminya dan tersenyum"katakan saja pa. Mama nggak apa-apa"


March bernapas lega"aku punya anak lain"kata march lirih


Sera melebarkan matanya dan mendekap mulutnya. Dia tidak percaya kata-kata yang suaminya keluarkan barusan. Jantungnya berdetak abnormal"pa....


"Iya,ma. Kebenaran ini sudah papa simpan delapan belas tahun. Maafkan papa ya ma,waktu itu papa nggak punya pilihan lain. Papa egois ma... papa berdosa"kata march bersalah


Sera mengusap air matanya. Dia menahan isakannya"jelaskan pa. Jelaskan kepada mama sebenarnya. Mama berhak tau,mama ini istri papa"


March mengusap air mata sera dan menangkup wajah istrinya"papa takut ma...papa terlalu takut jika mama tidak bia menerima dia. Papa...


"Sstt,papa nggak usah takut. Mama menerima apa yang akan terjadi. Ini juga salah mama. Mama tidak mendengarkan nasihat orang tua mama"


March menggelengkan kepala"dua puluh tiga tahun sebelumnya,setelah lima tahun papa menikah dengan mama secara diam-diam. Orang tua papa,menjodohkanku dengan teman keluargaku,dia seorang supir. Awalnya aku menolak perjodohan itu,tetapi orang tuaku mengancam akan mengeluarkanku dari ahli waris. Tidak ada pilihan lain,jika aku menolak perjodohan itu...."jeda march"Maka untuk memenuhi kebutuhanmu dan gabriel...papa tidak sanggup jika kalian hidup sengsara. Maka dari itu aku menerima. Tapi saat aku menikah dengan sarah,orang tuanku bilang aku harus memulai usaha dari nol. Dan saat itu juga,aku kecewa pada mereka. Aku pergi membawa sarah,membawanya kesuatu desa. Mati-matian aku mencari uang untuk dikirim kepada kalian,tanpa memberitahu kepada sarah. Sembilan tahun kami hidup didesa itu,sarah jatuh sakit. Aku merasa bersalah,karena membiarkannya bekerja memenuhi kebutuhannya dan anak gadis sembilan tahun itu. Aku malu. Setahun sarah sakit,aku meninggalkannya dalam keadaan....."air mata march menetes deras,sesak didadanya tidak bisa dia sembunyikan. Sedang sera sudah terisak pilu


"Aku pergi meninggalkan mereka. Aku tahu,aku sangat berdosa. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kalian,terutama gabriel. Dua bulan aku pergi,aku mendengar kabar jika sarah meninggal. Saat itu juga aku pergi ketempat itu,tapi aku tidak menemukan gladys. Aku terpukul,aku menyesal. Dan saat kamu koma,gabriel datang bersama seorang gadis,putri Mr. Khandelwal. Dia kaget saat melihat wajahku persis dengan calon istri kakaknya. Tetapi aku begitu terluka jika putriku mengganti namanya. Alena Udomslip. Gadis itu mejelaskan kisah putriku,jika dia pernah disekap beberapa minggu dan saat ditemukan dia sekarat. Kanker otak....dan gabriel bilang dia dan gladys pernah berhubungan....."bagai dijatuhkan boom,sera tidak percaya diakhir kata suaminya


"Kita akan menemuinya secepatnya"

__ADS_1


__ADS_2