
Perlahan rohit membaringkan tubuh alen diranjang sempitnya,ranjang itu hanya bisa dibebani dua orang saja. Perlahan jemari tangan kekarnya mengelus pipi lembut gadis kecilnya
"Percalah, aku menyayangimu. Entah mengapa,hehe aku bagai abg tua saja yah"ujar rohit terkekeh. Menertawakan dirinya
Samar-samar alen dapat mendengarnya. Perlahan matanya bergerak,namun rasa pusing itu masih terasa. Dia merasakan kecupan basah dibibirnya,terasa lembut dan dingin
"Tidurlah yang nyeyak. Aku akan temani kamu"seakan alen masih sadar rohit berujar seperti itu
Rohit membaringkan tubuhnya disisi samping alen dan memeluknya erat seakan takut kehilangan. Belum sempat dia tertidur,pria itu membisikan sesuatu
"Believe"
...^^^^^^^^^...
"Huaaaa....ayah nggak sayang sama aku. Ayah jahat. Ayah jahat hiks"bocah tampan itu histeris dengan tubuh berbaring dirumput yang baru disiram oleh eyangnya
"Sayang,ayah salah apa? Kamu kenapa seperti ini. Astaga seragam sekolah kamu jadi kotor sekarang"omel rohit kesal melihat kelakuan putranya
Saat sampai dirumah kediaman khandelwal jam 06:43 am. Putranya sudah guling-guling dirumput yang baru saja disiram oleh mamanya. Kepalanya terasa sangat pening dan ingin pecah,sebelum ini putranya tidak seperti ini ah sudalah,rohit benar-benar pusing sekarang
"Ayah selalu tidur dengan mama. Tapi aku tidak pernah,ayah jahat. Ayah durjana"teriak bocah itu dengan bibir bergetar
"Dennis....ayah tidak mengajarimu teriak didepan yang lebih tua,terlebih aku ayahmu"tegur rohit tegas dan keras
Dennis menunduk dengan sesuguhkan. Ia tak pernah melihat ayahnya semarah itu,dan dia tidak pernah mendengar ayahnya membentaknya
"Rohit!!jangan terlalu keras padanya. Dia masih kecil"tegur mariam lembut. Wanita berumur itu berjalan kearah cucunya yang sudah penuh dengan kotoran. Mariam mengendong tubuh mungil cucunya dan menghadap putranya
"Yakinkan pada alen. Jangan buat dia ragu padamu,mama nggak butuh penolakanmu"setelah itu,mariam meninggalkan putranya
Rohit melangkah mengikuti mamanya untuk masuk kedalam rumah. Tangisan putra semata wayangnya itu masih menggerogoki pendengarannya. Pria benetra coklat itu masuk kedalam kamar dan membersihkan tubuhnya
Tak berselang lama pria benetra coklat itu keluar dari kamar mandi. Dia berjalan kearah lemari dan membukanya,rohit mengambil pakaian kasualnya dan segera memakainya. Setelah memakainya dia keluar dari kamar,melangkah kearah kamar putranya. Suara putranya sudah tidak terdengar lagi. Saat sampai, dia melihat putranya sudah memakai pakaian rumah
"Kamu tidak kesekolah?"tanya rohit saat sudah didepan putranya
__ADS_1
Dennis menggeleng dan membuang muka dari ayahnya
"Dennis,ayah tidak mengajarimu seperti itu. Apa salah ayah,kenapa kamu seperti ini"mata setajam elang itu memandang putra semata wayangnya
"Ayah,aku ingin mama. Aku ingin tidur sama mama,sudah cukup ayah selalu tidur dengannya"
"Dari mana kamu tau,kalo ayah tidur dengan mama?"
"Aunti sava yang memberitahuku"rahang rohit mengeras,adiknya sudah mengotori pikiran putranya. Dia tidak habis pikir dengan pikiran adiknya
"Sava!!!kemana kau. Sava"teriak rohit menggelegar,penghuni rumah memandang rohit bertanya-tanya
"Rohit. Kenapa triak-triak seperti itu?"tegur mariam,wanita berumur itu memandang putranya tajam
"Kemana sava,dia sudah keterlaluan"rohit tak mengindahkan tatapan tajam dari sang mama
"Keluar,kenapa emang? Tumben cari adik kamu?"alis mariam ditarik sebelah
"Dia sudah meracuni otak anakku,mam. benar-benar tuh anak"
"Loh,kok gitu. Perusahaan disini siapa yang menjalankan selama kami dilondon"alis tebal pria itu bertaut
"Kan ada kerend"sahut mariam"mama kedapur dulu"pamitnya
Rohit menghela napas ringan. Ia kembali berjalan kearah kamar putranya. Namun,sebelum pria itu melangkah putranya lebih dulu menubruk kakinya. Bocah itu mendongak menatap harap ayahnya. Rohit berpirasat aneh dengan tatapan putranya,pasti ada sesuatu yang diinginkan bocah itu
"Kenapa?"tanya rohit to the point
"Ayah,aku ingin jalan-jalan ketaman. Tapi ayah temanin ya,dan ajak juga mama"tuhkan,rohit tidak salah kali ini
"Mama sedang sibuk,mama lagi kerja sayang"
"Hm,kita pergi saja ketempat kerja mama kalo gitu. Gimana setuju?"usul dennis dengan senyum mengembang hingga matanya menyipit
"Ide bagus"
__ADS_1
...^^^^^^^...
"Mama! mama! anakmu datang. Aku datang!!!"teriakan membahana dari arah pintu masuk kedai menimbulkan tatapan kagum dari para pengunjung kedai
"Mama!"suara dennis kian mengecil,karena tidak melihat orang yang dicarinya
"Ayah,mama tidak disini"wajah yang tadi berbinar kini mendung sudah
"Ada kok sayang,mama sedang dibar kopi"rohit mencoba menenangkan putranya
"Benarkah ayah?"
"Ya....
"Loh,pak?...dennis?"suara lembut dari arah samping mengagetkan ayah dan anak itu. Mata mereka berdua seketika berbinar,seperti sedang memenangkan lotre 500 juta. Atau mendapatkan sebuah kristal emas
"Mama! aku kangen"dennis berlari ingin menubruk tubuh alen. Tapi sebuah tangan kekar menarik kerah bajunya dari belakang. Sehingga tubuh kecilnya tertarik kebelakang ketempatnya semula
"Pak..."alen menatap pria dewasa itu tidak percaya. Dia menarik kerah baju putranya dengan tidak berperikeayahan. Dasar bapak ayam!
Dennis menatap tajam ayahnya itu, bisa-bisanya ayahnya melakukan hal gila seperti beberapa detik lalu
"Ayah dulu meluk mama,habis ayah terus kamu. Kan ayah yang lebih tua. Jadi ayah yang lebih dulu"alen menganga tidak percaya mendengar penuturan pria itu
"Tapi ayah,aku lebih dulu menemukan mama. Jadi aku yang duluan. Ayah belakangan"suara bocah itu tidak mau kalah. Berusaha menegosiasi dengan sang ayah
"No,no,no son. Ayah lebih tua. Mau kamu jadi anak durjana?"
"Durhaka ayah"ralat dennis dan alen bersamaan
"Ayah? Kau memanggilku ayah alen"tanya rohit memastikan
"Eh? Tidak aku tidak bilang begitu"
Tbc
__ADS_1
Vote×Coment!!!