
Kemana aku akan menumpahkan semua keluh kesahku. Dimana,aku mencari kepingan hatiku yang hancur. Bukan hancur karena cinta,tapi hancur karena penolakan....
Dengan berbekal kehancuran,alen menyusuri jalan yang sepi. Pepohonan melambai-lambai seakan mengatakan'selamat tinggal' padanya. Kehancuran akan penolakan,mengapa dia yang merasakan itu? Mengapa dia yang pria itu pilih. Harusnya pria itu memilih keluarganya
Tanpa diperintah tubuhnya membawanya ditengah alang-alang yang rimbun. Daun-daun runcing itu melambai mengikuti alunan angin,membawa kesana-kemari. Hingga daun runcing itu melambai tak tentu arah. Seperti hatinya,tidak tentu arah. Walau sudah dia berikan kepada satu pria tapi,entah mengapa kali ini terasa tidak tentu
Alen berbaring dirumput tepat dipinggir tebing yang lumayan tinggi,memandang bintang kerlap-kerlip. Seakan mendukung kesedihannya"aku tidak pantas untukmu,harusnya aku sadar dari awal. Aku bodoh yah..."gumamnya lirih. Sedangkan air mata sudah berjatuhan
Gadis itu duduk dari tidurnya. Isakannya masih setia menemani kesunyian ditengah hutan itu.
"AAKKKHHHH!!!ROHIT AKU TIDAK BISA,aku tidak bisa\_\_\_hiks\_\_\_\_"teriaknya dengan akhir lirihan. Namun,hanya kesunyian yang menjawab
"Kenapa? Kenapa aku ditakdirkan seperti ini. Aku hanya ingin bahagia,hanya ingin seseorang menemaniku. Hanya itu,apakah permintaanku sangat sulit?"
Rasa lelah melenggupinya,lelah menangis,lelah berjalan,semua terasa melelahkan baginya dan juga hatinya. Tak terasa dia tertidur ditengah hutan itu. Dalam kesunyian,dalam hati gunduh,dalam kadaan kacau.
\=¤\=¤\=¤\=
__ADS_1
Pertengkaran dikediaman khandelwal terjadi semakin panas. Pertentangan terjadi pada dua pihak,anak dan ayah. Satu sama lain tidak ingin mengalah
Ardi menatap putranya dengan mata memerah,emosi yang sudah diubun-ubun ingin meledak saja. Tangannya terkepal"ayah tidak akan mengulanginya lagi,ayah sudah memberimu waktu dan kau telah memilih gadis itu. Maka,kau bisa angkat kaki dari rumah ini. Yah...ayah sudah memutuskan,kau tidak akan membawa sepersenpun bahkan putramu"ujar ardi penuh penekanan
Tangan yang sudah terkepal kini semakin kuat,hingga tangan itu memutih"ayah tidak berhak atas putraku,dia anakku----"
"CUKUP...."teriak mariam dari tangga. Dia terduduk bersipuh diatas lantai yang dingin. Da begitu tertekan atas pertengkaran putra dan suaminya
Ardi dan rohit menoleh kearah wanita yang mereka sayangi sedang bersimpuh,air mata itu jatuh dari pelupuk matanya"mama..."suara lirih sang putri dari belakang wanita paruh baya itu. Savana mengelus punggung sang mama
Ardi meninggalkan rohit diruang keluarga. Dan menghampiri istrinya, memapah sang istri masuk kedalam kamar ditemani oleh putrinya
Rohit duduk disofa dan mengusap wajahnya kasar. Gadisnya memilih pergi,tanpa bertahan sedikit saja. Gadis itu keterlaluan,jika menemukan gadis itu dia akan mengurungnya perlu merantai kedua kaki dan tangannya,jika dia masih ingin pergi maka dia akan mengikat seluruh tubuhnya dan tidak bisa bergerak. Kalau hal itu masih tidak bisa,dia akan mematahkan kedua kaki dan tangannya
\*\*\*
__ADS_1
wanita itu sudah gila. gila akan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan,dia bahkan tidak pernah melakukannya. hah!rasanya dia begitu puas atas apa yang didapatkannya saat ini. namun,ada satu desiran aneh saat dia melihat mimik wajah tak berdaya itu,dia seperti melihat wajah yang pernah dia perjuang untuk hidup
wanita itu melangkah kearah meja,dia mengetuk-ngetuk jarinya dengan perlahan. jari-jari lentiknya bergerak naik-turun,senyum di wajahnya terbit dengan misterius. kehilangan bukanlah sesuatu yang sulit untuknya,untuk kali ini apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan pria itu. bahkan nyawanya akan dia pertaruhkan jika perlu. dia tidak akan rela melihat pria itu bahagia dengan wanita lain selain dirinya
"setiap aku ingin melakukan sesuatu,aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan mundur"yah,dia adalah wanita kejam. demi seorang pria dia rela melakukan apapun,dia sudah menjadi seorang psychopat. entalah,penyebutan itu membuatnya bahagia
untuk beberapa saat,dia akan pergi menghilang hingga waktu itu tiba,dimana dirinya yang akan terkena peluru yang dibuatnya sendiri. dia tahu,bahkan dia sudah melihat itu dengan jelas. dia yang akan menanggung semua apa yang telah dia perbuat. sungguh itu tidak akan berarti apa-apa baginya
dia adalah wanita yang cukup menghabisnya hidupnya dengan ini,demi sebuah kepuasan dia akan melakukannya. setiap apa yang telah dia lakukan,dia sudah tahu apa yang akan dia tanggung. wanita macam apa dirinya! itulah perkataan-perkataan yang terus diutarakan oleh orang-orang disekitarnya
wanita macam apa dia!
entalah,dia bahkan tidak begitu mengenali dirinya sendiri. bahkan sekarang dia sudah berjalan di tengah-tengah bencana yang kapan saja akan membunuhnya
"ROHIT!!"nama yang begitu indah!begitu sempurnah akan sosoknya hingga dia tidak bisa lagi jauh dari sosok itu. dia bahkan tidak begitu berminat saat melakukannya!
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa tingagalkan jejak. Vote"Coment!!!