
Seperti biasa alen akan mengisi harinya dengan bekerja dikedai kopi milik bu laras. Ia sudah dua tahun bekerja sebagai pelayan. Dan gajinya juga lumayan,bisa membiayai kehidupan serta biaya sekolahnya. Walau begitu,alen tetap mensyukuri semua itu
Hah. Alen merasa hari ini cukup melelahkan. Entalah,sudah tiga hari ini ia merasa selelah ini. Dan pusing yang menderanya terasa sangat menyiksanya. Alen akan membeli obat untuk pusingnya itu
Bu laras menghampiri alen"kau baik-baik saja? Kau sakit?"disamping itu alen bersyukur masih ada orang yang mengkhawatirkannya
"Ya,aku hanya sedikit pusing"
"Apa kau ingin pulang? Akan kusuruh bayu mengantarmu"alen menngeleng kuat
Bayu adalah putra bu laras. Pria itu sudah menyatakan perasaannya sebanyak tiga kali. Alen pikir,bayu pria brengsek dan mempunyai nafsu kuda. Melihat saja matanya,sudah bisa dipastikan ada kilatan gairah disana
"Kau istrahat saja diruanganku. Akan kusuruh bayu menemanimu"
"Tidak,tidak usah. Saya akan istrahat disofa sana"alen menunjuk sofa yang berada disudut ruangan khusus untuk karyawan beristrahat
"Baiklah. Jika kau tidak tahan kau bisa pulang"
"Terima kasih"bu laras tersenyum dan meninggalkan alen
Gadis itu menghampiri sofa coklat dan duduk menyandarkan tubuhnya dikepala sofa yang terasa sangat empuk itu. Perlahan alen menutup matanya hingga alam bawa sadar menyelimutinya
__ADS_1
...¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤...
Mobil lamborghini putih silver berhenti tepat diapartemen yang terlihat sederhana,bahkan terbilang sangat sederhana. Pria benetra coklat itu keluar dari dalam mobil mahalnya. Melepas kaca mata hitamnya dan melangkah menuju kamar nomor 03 diujung koridor
Tok tok
Rohit mengetuk pintu itu dengan sedikit tidak sabaran. Namun,tidak ada sahutan dari dalam. Dia melirik jam tangannya,jarum pendeknya menujuk angka 09:45 seharusnya gadis itu sudah pulang
Diketuknya lagi pintu namun tetap sama"kemana dia? Biasanya tidak seperti ini"rohit benar-benar khawatir saat ini
"Maaf tuan. Tuan cari siapa?"suara khas keibuan mengalihkan rohit dari pintu putih itu
Sepertinya ibu itu yang punya kamar disebelah "saya mencari alen. Apakah anda tau?"
Ah,rohit sampai lupa jika gadis itu bekerja dikedai kopi dekat apartemennya"terima kasih bu,saya permisi"
Rohit kembali menjalankan mobinya dan meleset menuju kedai kopi tempat alen bekerja. Hanya memakan waktu dua menit saja ia sudah sampai. Kedai itu masih terbuka,hanya saja sebagian lampu sudah dipadamkan. Mungkin benar gadis itu sedang lembur
Rohit masuk kedalam dan melihat sekelilingnya terasa agak sepi. Hanya beberapa orang saja yang sedang membereskan meja,kursi,dan melap kotoran kopi diatas meja. Namun,pria benerta coklat itu tidak melihat gadis kecilnya
Gadis kecilnya? Itu terdengar sangat bagus. Mungkin,kata itu berkisar seperti remaja dan brondong tua sepertinya
__ADS_1
"Maaf tuan. Kami akan tutup kedai ini. Ada harus berkunjung besok"salah satu pegawai menedekati rohit
Rohit menaikan sebelah alisnya. Hal itu membuat pegawai itu seketika menahan napasnya. Seperti kejatuhan duren utuh,mimpi apa aku semalam aku bertemu dewa indra. Jerit pegawai itu dalam hati
"Saya tidak ingin meminum kopi,tapi saya mencari kekasih saya. Alena Udomslip"pegawai itu membelalakan mata tak percaya dan tak menyangka. Apa fungsi pendengarannya yang kurang stabil atau dia mulai kehilangan kesadaran,jika pria tampan didepannya menanyakan gadis seperti alen? Rasanya itu sangat tidak mungkin
"K-kekasih? Alen?"tanya pelayan itu memastikan. Jika dia benar maka dia harus memeriksa telinganya di THT besok
"Ya"rohit mengangguk singkat
"Em,d-dia tertidur disofa ujung sana. Temui saja dia,dan cepatlah saya akan menutup kedai ini"
Rohit melangkah menuju sofa yang diintrupsikan pegawai itu. Sangat tidak sopan! Saat sudah dekat dia bisa melihat,tubuh itu tertidur dengan posisi yang sangat tidak mengenakan. Kepala dibawa dan kaki diatas. Sungguh menggemaskan,walau gadis itu bukan gadis anggun bahkan terkesan bar-bar dia tetap memiliki sisi wajah imut
Perlahan rohit mendekatinya dan berjongkok tepat didepan wajah gadis itu. Rohit bisa merasakan napas teratur keluar dari hidungnya. Rohit pastikan,jika gadis ini tertidur lebih lama lagi dengan posisi seperti ini,semua anggota tubuhnya akan terasa sangat sakit dan kaku
Dibelainya wajah halus alami itu. Dan mengecupnya,perlahan ia mengecup bibir renum damai itu dan mengulumnya sedikit. Ah,betapa rindunya dia akan bibir merah itu. Rohit terlalu sibuk hingga tidak tahu akan keadaan gadis itu
Perlakuan rohit terhadap alen tak lepas dari pandangan beberapa pegawai yang masih berada disitu. Betapa irinya mereka,saat melihat adegan romantis itu. Seperti pangeran membangunkan putri tidur yang tertidur selama beberap tahun lamanya. Ciuman yang penuh akan rasa cinta dan kasih sayang
Perlahan rohit mengangkat dalam gendongannya dan melangkah keluar dari kedai itu. Tak lupus juga dari pandangan beberapa pegawai,yang melongo tidak percaya. Ini sungguh adegan romantis,mereka akan mati kutu jika diperlakukan seperti itu. Terlebih lagi,dengan pria tampan sepertinya,dan....ah tubuh atletis terlatihnya yang menambah kekarismaan pria itu
__ADS_1
Tbc
Vote×Coment!!!