Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 40> Perhatian


__ADS_3

Rohit memakai jas garis-garis hitam putih,dilapisi kemeja putih juga. Tidak lupa,rambutnya ditata rapi serapi mungkin. Mariam melihat putranya menuruni tangga,berjalan menghampirinya dengan tampang mencemooh


"Tumbenan rapi,tidak biasanya asal-asalan"ejek mariam. Tangannya dilipat kedepan dada,sambil menatap putranya


"Emang kenapa mam? Apa rohit kelihatan aneh?"tanya rohit penasaran. Kata alen,dia begitu maco. Tapi,saat melihat tampang mamanya...dia begitu ragu atas penampilannya


Mariam berdehem,menilai rohit dari ujung kaki sampai ujung rambut. Terus turun lagi sampai ujung kaki"hem...menurut mama sih,kamu terlihat yah...gitu deh"katanya ambigu


Rohit mengerutkan dahinya menatap mamanya heran. Mamanya ini bicara ambigu atau sedang mengejeknya"mama ambigu banget. Bilang aja mama ngejekin aku kan?"tuduh rohit


Mariam merenggut tidak terima"ye,kamu ini. Nething mulu sama mama"


"Ya terus? Mama ngapain ngomong ambigu gitu kalau bukan ngejekin rohit"desaknya


"Udah ah. Mama cape ngomong dengan you. cepat sarapan, jangan lupa ngajakin alen. Dia butuh asupan gizi yang banyak,jangan ngangkangin mulu"omel mariam pedas


"Mama mulutnya. Kasih tau papa loh"kekeh rohit saat mamanya menghentakan kakinya kesal. Berjalan kearah ruang makan



"Sayang,makannya yang banyak dong. Kamukan lagi hamil"kata rohit perhatian kepada alen. Wanita itu mengangguk,tetapi dia tetap makan dengan alanya sendiri


Rohit merebut sendok ditangan alen,serta piring alen dan menyupinya. Alen yang bingung,hanya menatap rohit bingung"aku suapin ya? Supaya makannya banyak"


Alen mengangguk antusias


Mariam tersenyum mengejek,tapi dia tidak mau merusak suasana romantis mereka. Dia memilih melanjutkan sarapannya


"aku udah kenyang. Nggak muat lagi"kata alen menolak suapan rohit


"Kenyang? Kok sedikit udah kenyang. Atau kamu ingin makan yang lain?"alen menggeleng


"Yaudah,kamu minum susunya aja"rohit memilih mengalah dan mengambil susu hamil didepannya dan menuntunnya dimulut alen. Dengan senang hati,alen meminum susu itu sampai tandas


Rohit tersenyum lebar. Dia harus ekstra menjaga mereka. Dia tidak mau melewatkan moment saat-saat alen hamil. Dalam hati,dia begitu menantikan anak itu terlahir didunia. Melihatnya bermain bersama dennis,tertawa bersama mereka. Ah,rasanya dia seperti ayah yang sangat beruntung. Memiliki keluarga yang lengkap. Dia berdoa,agar hari-hari mereka tidak ada lagi masalah yang menghampiri keluarganya

__ADS_1


"Rohit..."panggil alen membuatnya tersadar dan kembali kedunia nyata"kamu nggak kekantor? Ini udah jam tujuan. Ayah juga udah pergi,dengan dennis"


Rohit tersenyum malu"yaudah. Aku berangkat dulu. Jangan lupa makan yang banyak dan minum susunya. Jangan kerja pekerjaan rumah,aku janji akan pulang cepat"nasihat rohit. Alen mengangguk


Rohit mencium puncak kepala alen dan mengelus perut alen yang kian membuncit,walau masih terlihat biasa"jagain mama ya. Jangan nganjeng kalau papa pergi"


Wajah alen memerah dan dia menunduk"kamu..."


"Iya..aku berangkat dulu"rohit tahu jika wanitanya sedang malu. Lantas dia keluar dari ruang makan dan rumah tanpa alen yang mengantarnya


Alen membantu bi sulastri membereskan meja makan. Namun,wanita berumur asal indonesia itu mencegatnya agar tidak membantunya,takut tuannya memarahinya. Alen pun menurut dan pamit untuk menemui mama rohit


"Mama sedang apa? Alen bantuin ya?"tanya alen antusias. Mariam menoleh dan menggeleng,tidak memperbolehkan alen membantunya


Alen mendengus. Apa-apa tidak boleh. Apa-apa nanti rohit marah"kamu duduk aja ya. Liatin mama tanam aja"kata mariam lembut


Alen mengangguk mengiyakan


Lantas dia duduk disalah satu bangku taman belakang rumah itu. Hamparan angin langsung menyapu kulit wajahnya. Terasa segar dan menyejukan. Bibirnya melengkung lurus dan melihat bunga-bunga yang mariam tanam. Bunga tulip putih dan indah,bunga anggrek bermacam-macam warna terlihat indah dipohon itu. Hah,hatinya menyejuk


Alen menggeleng dan tersenyum. Lantas mariam pun membalas senyum itu dan duduk didekat alen,mengelus rambut alen dengan sayang"mama mau tanya satu hal sama kamu. Tapi mama mau,kamu jawab jujur"kata mariam dengan masih mengelus rambut alen


Alen menoleh dan mengangguk


"Kamu cinta nggak sama rohit?"mariam melepaskan elusan itu dan menatap alen dengan harap. tetapi alen merasa kehilangan saat elusan itu tidak lagi dia rasakan


"Iya ma. Aku cinta rohit"jawab alen serius. Dia tidak bisa menyembunyikan fakta,bahwa dia mencintai pria itu,sangat mencintainya


Mariam tersenyum lega dan menarik alen didalam pelukannya. Dia begitu tersentuh,saat alen menjawab pertanyaannya tanpa ragu. Dia berharap alen yang menjadi terakhir. Membahagiakan putra dan cucunya



Ponsel alen berdering,membuat tidurnya terganggu. Lantas diraihnya ponsel itu dan menggeser tombol hijau. Walau keadaan merem melek,dia bisa mendengar suara itu dengan jelas


"Halo Ms. Maaf menganggu ketenangan anda. Tapi saya harus memberitahu anda bahwa,putra anda sedang berada diruang bimbingan konseling sekarang,terima kasih"

__ADS_1


Alen melebarkan matanya dan menuruni ranjang menuju kamar mandi. Dia hanya mencuci wajahnya dan menyikat giginya saja. Setelah itu,dia keluar dari kamarnya tidak lupa menyambar tas selempengnya menuju ruang tamu. Bi sulastri melihat majikannya terburu-buru langsung menghampirinya


"Nyonya alen. Kenapa terburu-buru?"alen menghentikan tangannya saat ingin mengambil kunci mobil dilaci lemari kecil


"Kesekolah dennis bi. Tadi dari pihak sekolah menelponku"jawab alen


Bi sulastri mengelus dadanya dengan raut serius"yah gusti. Aduh Nyonya,cepat kasihan den dennis"katanya dengan logat indonesia


Dua puluh menit alen sampai disekolah dennis. dia sengaja membawa mobil sendiri agar bisa membawa dennis pulang. Saat sampai,dia memakirkan mobilnya dan keluar. Dia menatap bangunan-bangunan sekolah itu dengan seksama. Mencari bangunan,atau ruang BK


Seorang guru wanita menghampirinya dengan ramah"silahkan Ms. Mengikuti saya"intruksinya


Alen mengangguk


Saat sampai diruang BK itu,dia sudah mendengar suara tangisan dennis. Dia berjalan dengan cepat,seakan lupa jika dia sedang hamil. Kemudian dia berjongkok"astaga dennis,kamu kenapa sayang. Kenapa wajah kamu..."


...


...


Bocah itu semakin terisak dan memeluk alen erat. Dia menenggelamkan wajahnya dilekukan leher mamanya. Alen mengelus punggung dennis menenangkan bocah itu


"Dengan Ms. Alen?"tanya seorang wanita berhijab biru dengan suaranya yang mendominasi lembut. Sesaat alen terkesiap,lalu mengangguk


Wanita berhijab tadi menyuruh alen duduk disofa ruagan itu,yang langsung dituruti alen. Tidak kelupaan dennis dipangkuannya


"Begini Ms. Sebelumnya kami pihak sekolah meminta maaf atas yang menimpa dennis. Kami juga tidak tau mengenai hal ini. Tapi anda tenang saja,pelakunya sudah kami beri hukuman,serta para orang tua murid itu sudah kami peringati. Jadi...kami mohon jangan membawa masalah ini dihukum"tutur wanita berhijab itu serius


Alen menghela napas dan mengangguk"tidak apa-apa,ini hanya kenakalan anak-anak. Masalahnya tidak perlu dibesarkan. Ini hanya make up,bukan luka diwajah"


Wanita berhijab tersebut mengangguk dan tersenyum"terima kasih banyak Ms, dan beritahu Mr. Khandelwal jangan menuntut kami. Ini permohonan,kami mengenal seorang rohit yang gampang marah jika melihat putranya dibully seperti ini"alen mengangguk dan berpamitan pulang


Tbc


nggak bagus ya? Koment deh tapi votenya juga loh jangan dilupain

__ADS_1


__ADS_2