
Setelah kejadian itu,tepatnya seminggu lalu. Hubungan mereka semakin dekat. Walau petengkaran antara ayah dan anak selalu menghiasi hubungan mereka
Saat ini,alen pulang lebih awal dari kedai kopi tempat dia bekerja. Hari yang sangat melelahkan,pengunjung tak henti-hentinya berkurang. Yah,alen tahu malam ini,malam minggu. Tapi,setidaknya berilah waktu pegawai untuk istrahat walau beberapa menit saja. Tapi,ya sudalah,itu sudah berlalu. Lagipula,berkat para pergunjung hari ini alen menghasilkan banyak
Saat sampai depan pintu,alen merongoh saku celananya,mengambil kunci untuk memebuka pintu kamarnya. Setelah didapatkannya,alen segera membukanya. Tapi,pintu itu terbuka oleh sendirinya. Alen tidak tahu kenapa,tapi ada yang ganjil. Siapa yang berani membuka pintu rumah orang? Perlahan alen masuk kedalam rumahnya. Diruang tamu,terlihat siluet seseorang duduk disofa usungnya
Alen tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya berdiam diambang pintu. Walau iya yakin pada nalurinya,jika itu bukan hantu,tapi entalah perasaan alen ada yang ganjal
"Apakah kau akan berdiri disitu ,saja?"sebuah suara lembut mengagetkan gadis itu dari alam lamuannya
Alen berjalan perlahan mendekati siluet itu,dia mencari saklar terlebih dahulu dan menyalakannya. Alen melihat sosok itu adalah wanita cantik,berkisar usia 30-an. Berpakain modis,dan riasan yang sangat mencolok dari pakain yang wanita itu sekarang,dress merah marun yang super ketat dan berbahan rendah
"Duduklah,kita perlu mengobrol ringan malam ini. Saya tidak menganggu malammukan gadis manis?"tanyanya dengan menekan kata gadis
Alen duduk dengan kaku,bergerak saja rasanya sangat sulit"ada apa yah nona?"alen berusaha tersenyum untuk tamu yang tidak diundangnya
"Hm,kita sama-sama wanita bukan?"alen mengangguk,walau dia tidak tahu harus menanggapi apa
__ADS_1
"Ok,saya hanya ingin kau mengerti. Kita punya perasaan terhadap pria yang sama. Kau wanita aku wanita,aku tau kau mulai mencintai Rohit mantan suamiku..."Delia menggantung ucapannya ingin melihat ekspresi gadis didepannya. Baginya cukup saat ekspresi gadis itu tunjukkan
"......kau masih muda,bahkan perjalananmu masih panjang. Aku sama Rohit masih saling mencintai,rohit hanya sakit hati maka dia mendekatimu. Cobalah mengerti,kau masih bisa mendapatkan yang lebih baik. Dan kau punya pola pikir yang cerdas,ingatlah ada dennis ditenga-tengah kami"delia menghela napas panjang"aku harap kau bisa memikirkannya,saya permisi"lanjutnya dan berlalu meninggalkan gadis itu
Untuk sejenak alen memejamkan matanya. Dia harus bagaimana sekarang. Bahkan alen mulai percaya pada pria dewasa itu. Dan,delia benar. Ada dennis ditengah-tengah mereka,tapi perasaan ini. Apakah dia harus menghapusnya? Apakah dia harus menghindar?. Tapi....ah sudalah,alen akan menghapusnya dari ingatannya. Dia belum sepenuhnya mencintai pria itu
Lebih baik dia tidur mengistrahatkan tubuhnya dan hatinya. Sudah cukup lelahuntuk malam ini. Besok dia harus bekerja sepenuh hari
...*******...
Dennis mentapa tajam wanita yang berada didepannya. Matanya berkaca-kaca,bibirnya bergetar menahan tangisnya"Dengar dennis,lupakan mama yang kau sebut itu. Aku mamamu,aku yang melahirkan kamu. Jangan lupa akan hal itu dennis...."ujar delia penuh penekanan
Tangisan anak laki-laki itu pecalah sudah. Dia sesuguhkan dibawah kursi sofa dan memeluk lututnya"m-maafkan mama sayang,mama nggak bermaksud bentak kamu. Maafkan.....
"Mama jahat! Aku nggak mau sama mama! Huuaaa"tangisannya semakin kencang
Dari arah dapur wanita paruh baya datang dengan tergesah gesah saat mendengar tangisan cucunya"delia kau apakan cucu mama!"bentak mariam menatap tajam mantan menantunya
__ADS_1
"Nggak ma,aku hanya ingin dennis tidak lagi berhubungan dengan gadis itu. Mereka hanya terpaut beberapa tahun saja..."
"Cukup!"mariam mengangkat sebelah tangannya mengintrupsi delia menghentikan ucapannya
"Ma....
"Cukup delia! Mama sudah muak denganmu! Apakah kau tak bisa melihat putramu bahagia? Kenapa kau selalu mengekangnya dengan hal-hal tidak sewajarnya"mariam meraih tubuh cucunya kedalam pelukannya dan mengusap kepala cucunya lembut
"...ingat delia. Kau tidak bisa melakukan seperti itu,jika dennis ingin berhubungan dengan gadis itu. Itu sudah hal sewajarnya,dia hanya ingin merasakan kasih sayang seorang ibu,bukan ibu yang selalu mengekangnya"mariam kembali berujar
"Tidak ma,dennis tidak boleh berhubungan dengan gadis itu. Ia masih berusia 18 tahun. Dia masih muda untuk jadi seorang ibu"bantah delia
"Kamu kira,kamu bisa menjadi ibu,hah? Jadi istri saja kamu tidak mampu. Apalagi jadi ibu"ucapan mariam mampu menohok relung hatinya
"Aku....
"Sekarang kau pulang saja,sebelum rohit datang dan mengusirmu tidak layak. Apalagi ia melihat putranya menangis,silahkan menuju pintu keluar"ujar mariam dan berlalu meninggalkan delia yang akan murka kapan saja
__ADS_1
"Lihat saja Alen,kau akan mendapatkan ganjarannya. Aku pastikan kau tidak akan mendapatkan hati rohit"desis delia mengepalkan kedua tangannya
Tbc