
Bunyi roda brankar yang terdorong terdengar sangat menyesakkan bagi seorang rohit. Satu jam lalu anak buanya menemukan gadisnya dengan keadaan tidak mengenakan. Hal itu membuat seluruh tubuh maupun raganya seketika hancur berlebur. Dia benar-benar sakit,ini lebih sakit saat dia dikhianati oleh cinta pertamanya
"Maaf tuan,anda harus menunggu diluar"tutur suster itu menghentikan gerakan kaki rohit,saat pria itu ikut masuk kedalam ruangan darurat. Rohit hanya pasrah,saat narula menuntun dirinnya untuk duduk dikursi tunggu
"Tenangkan dirimu rohit,alen akan baik-baik saja"kata narula menenangkan"....dan keluargamu sudah aku hubungi,mungkin beberapa jam lagi mereka akan sampai"lanjutnya lagi
Rohit mengusap wajahnya frustasi. Air mata yang berusaha dia tahan akhirnya lolos juga,namun dia tidak perduli lagi jika nanti sahabat maupun orang-orang berlalu-lalang akan mengatainya pria lemah atau apalah itu. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa sakitnya dengan mengeluarkan air mata. Mungkin dengan itu semua beban akan berkurang. Bukan beban sebuah benda,namun beban sebuah bersalah
Suster keluar dari ruangan darurat itu dengan raut tegang. Dengan cepat rohit bangkit dan menghampiri suster tersebut"sust bagaimana keadaannya?"tanya rohit to the point
Suster itu menatap pria tampan yang berada dihadapannya dengan alis bertaut"maaf tuan,kami harus melakukan penanganan serius. Namun...tuan tenang saja,dokter Dipe akan datang untuk menangani gadis itu"tutur suster tersebut dan berpamitan untuk mengambil sesuatu
Rohit kembali mengusap wajahnya kasar. Kenapa tidak ada kepastian tentang keadaan gadisnya,separah itukah keadaan gadisnya?
"Sudalah,lebih baik kau tenangkan pikiranmu. Pikir dengan positif saja,alen akan baik-baik saja"narual menatap sahabatnya dengan iba,baru kali ini dia melihat kerapuhan sahabatnya hanya dengan seorang gadis
¤¤¤
Sudah dua jam rohit menunggu,pandangannya tidak pernah lepas dari pintu kaca yang ditutupi oleh gorden biru tebal itu. Kedaannya benar-benar kacau,rambut acak-acakan,bibir pucat,pandangan kosong. Bahkan narula menatap sahabatnya dengan cemas,kedaan pria itu benar-benar kacau
Setelah dokter dipe datang,rohit menjadi pendiam. Pikirannya berkecamuk,cemas dan khawatir terpancar jelas di wajah tampannya
__ADS_1
"Rohit!"teriak sebuah suara lembut dan langsung menerjang tubuh rohit. Rohit begitu terkejut saat tubuhnya tiba-tiba diterjang seperti itu. Namun saat mencium wangi tubuh itu,dia mengeratkan pelukan itu
"Mam..."lirih rohit,bibirnya bergetar
Mariam melonggarkan pelukannya dan menatap wajah putranya,keadaan putranya sangat kacau. Tidak seperti hari-hari sebelumnya,mariam kembali memeluk putranya dan terisak pilu
"Sabar sayang,semua akan baik-baik saja. Serahkan pada yang maha kuasa.."nasehat mariam,namun isakannya tidak berhenti
"Iya-mam..."sahut rohit dan melepaskan pelukan mamanya
Ardi menepuk pundak putranya dua kali dan tersenyum iba"maafkan ayah,harusnya ayah tidak memaksamu seperti itu. Harusnya ayah tau jika kamu itu berhak bahagia oleh wanita pilihanmu. Maafkan juga ayah yang gila bisnis ini. Ayah mohon maafkan ayah..."kata ardi menyesal,kepalanya dia tundukan kebawah. Dia benar-benar menyesal sekarang,seharusnya itu tidak terjadi. Semua yang dialamai putranya adalah kesalahannya
Ardi mengangguk,setelahnya semua duduk dikursi tunggu. Namun rohit tidak ingin melepas pelukannya dari mamanya,dia butuh sandaran sekarang. Jika bukan mamanya yang mengerti keadaanya siapa lagi. Hanya mama yang bisa mengerti persaan anak-anaknya,walau itu sedih,kecewa,sakit,patah hati hanya mamalah yang kita butuh sandarannya
"Mam dimana dennis?"tanya rohit menatap mamanya. Bagaimanapun,dia harus menanyakan keadaan putranya. Dia tidak mau jika putranya itu berpikir yang tidak-tidak
"Dia bersama adikmu. Mungkin dua hari lagi mereka datang. Mama tidak mengizinkan jika dia datang hari ini,mama tidak ingin dia shock"sahut mariam lembut
Rohit mengangguk paham
"Mama tidak menyangka jika delia akan melakukan hak keji seperti ini"kata mariam lagi
__ADS_1
"Mungkin dia belum rela,padalah kita semua mengetahui jika dia yang meninggalkan rohit. Seharusnya rohit yang terskiti disini,bukan dirinya"sambung ardi menggebu-gebu
"Sudalah pa mam,aku tidak ingin membahas wanita itu. Dia sudah tenang dijeruji besi"lerai rohit jengah. Dia tidak ingin mengungkit wanita itu lagi,jangankan mengungkit mendengar namanya saja sudah membuatnya muak
Tanpa sadar pintu ruangan itu terbuka muncul sosok dokter wanita,wajahnya ditutupi oleh masker hijau tua dan penutup kepala berwarna hijau juga serta baju yang dipakainya berwarna hijau. Semua berbondong mendekati dokter tersebut
"Bagaimana dok,apa dia baik baik saja?"tanya rohit harap-harap cemas
Dokter dipe diam. Namun dengan aksi diamnya dokter itu membuat rohit murka,dia menatap dokter dihadapannya dengan tajam dan menusuk"katakan dokter,jangan diam saja. Katakan jika kau masih ingin menjadi dokter!!"ancamnya dengan suara rendah,namun terdengan menyeramkan
Dokter dipe tegang saat mendengar ancaman dari pria tersebut"maaf tuan,nyonya. G-gadis itu sangat kritis.."
Deg
Tbc
***********^^^^^^********
Mama,mom,mam,dan ibu semua artinya sama. terima kasih
...Selamat membaca!...
__ADS_1