Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 49> Narula


__ADS_3

Rohit menuntun sang istri untuk berjalan menuruni tangga. Suara gelang kaki yang berasal dari kaki alen,membuat orang-orang yang berada di ruang tengah menoleh keasal suara itu. Mariam tersenyum pada menantunya itu


"Mama!!mama sudah baikan?"tanya dennis girang,bahkan kelewat girang


Alen tersenyum melihat putranya sebahagia itu saat melihatnya. Alen sudah berjanji bahwa,anak rohit anak dia juga. Dia tidak akan membedakan anak kandung dan anak tiri,dia akan menyamaikan mereka. Itulah janji alen pada rohit


Rohit menuntun istrinya untuk duduk di sofa,lalu mengikutinya untuk duduk disamping alen. Menyandarkan kepala alen dibahunya,membuat alen nyaman


"Kamu sudah merasa baikan?"tanya nenek rohit perhatian serta wajah khawatirnya


Alen tersenyum"nggak papa kok nek,alen sudah merasa baikan kok. Nenek nggak usah khawatir"


Semua merasa lega"kamu lapar sayang? Kamu makin kurus,setelah sakit tiga hari ini"kata mariam


Rohit meneliti wajah pucat istrinya,lalu menoleh kearah mamanya"iya mam, Alen makin kurus. Makan ya sayang,kasihan titisan aku"


Alen cemberut"anak dibilang titisan"


Rohit terkekeh"ya apalagi coba kalau bukan titisan. Penerus sudah ada,jadi tinggal titisan yang belum ada"cerocosnya


Dennis menatap sang ayah heran"penerus yah? Aku bukan penerus ayah. Mana mau aku jadi penerus ayah yang mesum"celetuknya


Rohit menetap sang putra dengan mata melotot"kamu bikin malu ayah!!kalau bukan penerus apalagi,julukan anak coba?"balas rohit


Dennis diam"udah dong. Aku lapar,aku pengen makan manisan"lerai alan dengan rengekannya


Rohit mengangguk semangat dan menuntun alen untuk berdiri lalu berjalan kearah meja makan,namun langkah mereka terhenti oleh suara yang rohit jengkel setengah ******"mama biar dennis ambilin ya? Nanti ayah yang nemanin mama,bolehkan ayah?"rohit memutar matanya malas saat putranya itu mulai memunculkan perdebatan mereka. Dan lihatlah putranya itu menatapnya seolah,memohon diturunkan uang semiliyaran. Ck


Alen menoleh suaminya sebentar. Dia tahu bahwa suaminya itu tidak akan setuju dengan penuturan putranya. Alen menatap dennis dengan senyum lebar,setelahnya alen mengangguk mengiyakan"boleh sayang"rohit melebarkan matanya tidak percaya,dia menatap istrinya dengan tampang memalas. Namun alen seakan tidak melihat tampang memalas suaminya


Rohit ingin sekali memakan putranya itu. Tahu sekali putranya membuat dia tidak berdaya dihadapan alen. Dan apa tadi? Sayang? Wah rohit ingin mensolasi mulut istrinya itu. Bisa-bisanya istrinya itu memanggil si tuyul dengan sayang

__ADS_1


"Rohit kenapa tegang seperti itu? Dan apa-apaan matanya dipelototin seperti itu?"repet mariam dengan garangnya


Rohit mendengus dan kembali menuntun istrinya dimeja makan yang sempat tertunda. Menduduki alen dikursi kayu itu dengan hati-hati. Beberapa menit kemudian,dennis datang dengan wadah ditangannya. Wadah itu sudah terdapat bermacam-macam makanan. Lalu diletakannya dimeja dihadapan alen


"Kebayakan ya? Nanti dennis bantu makan ya?"rohit menggerang dan berdiri dari duduknya,menarik kerah belakang baju putranya dengan kasar. Semua orang yang menyaksikan itu menutup mulut meraka terkejut. Mariam menjatuhkan rahangnya kasar,meneguk ludah kasar


"DENNIS!!AYAH MARAH DENNIS!!AYAH MARAH!!"teriak rohit frustasi dan mengacak rambutnya hingga menariknya keatas. Rahangnya mengeras


Alen terpekik kaget melihat aksi suaminya. Wanita itu beranjak dari kursi dan mendekati suaminya,melepaskan tangan kekar itu dari kerah baju putranya,setelah melepaskan alen berkacak pinggang menatap suaminya dengan mata yang hampir keluar


"Rohit!!apa yang kamu lakukan?!!dia putramu!!dia putramu!!kamu tega seperti itu, Kalau begini terus,kita akan selalu bertengkar!bahkan kita akan cepat pisah!"teriak alen didepan wajah suaminya. Bahkan yang lain,tidak ingin ikut campur urusan keluarga itu


Rohit sontak memeluk tubuh istrinya erat serta gelengan kepalanya"nggak!nggak!kamu jangan bicara seperti itu. Apalagi pisah. Sampai matipun aku nggak mau pisah sama kamu. Aku cinta kamu. Dan akan seperti itu. Jangan katakan lagi,ku mohon"kata rohit pelan. Tubuhnya perlahan melorot dikaki alen dan memeluknya. Menenggelamkan wajahnya ditungkai kaki alen


Alen dan yang lain menitihkan air mata sedih. Mereka sempat tidak percaya saat rohit memeluk kaki alen seperti itu. Ini moment yang tidak bisa diabaikan


Mariam terisak dipelukan ardi. Tidak percaya jika putranya akan melakukan hal seperti itu. Dia saja tidak pernah mengalami moment seperti ini



Setelah acara tangis menangis yang terjadi beberapa saat lalu. Rohit tidak pernah melepaskan pelukannya dari sang istri,bahkan saat alen ingin kekamar mandipun rohit ikut masuk kedalam kamar mandi. Mariam yang melihat itupun hanya dapat tercengang dan membuka mulutnya saja. Ck,putranya ini memang ajaib


" Gerah rohit,udahan pelukannya"kesal alen. Dia sudah mati-matian keluar dari kungkungan suaminya,namun hanya gelengan darinya pria itu


Rohit menatap alen berbinar"gerah? Sini aku bukain bajunya"pria itu mulai membuka sari alen,hingga alen hanya memakai baju yang kelihatan pusatnya


Alen sontak menutup dadanya,lalu melihat sekelilingnya jangan sampai ada yang melihatnya. Untung diruangan tengah hanya ada mama mertuanya yang sedang menganga melihat aksi putranya


Alen menunduk malu


Sedang mariam melototkan matanya,bahkan mulutnya menganga lebar. Dia berjalan terburu-buru menuju kearah putranya itu dan menyentil telinga pria itu dengan tenaga penuh

__ADS_1


"Aww!!mama!!mama apaan sih? Sakit tahu"sentak rohit dan mengusap-usap telinganya yang memerah akibat sentilan dari mamanya


"Apaan sih!apaan sih!kamu yang apaan!!buka baju istri kamu,bagaimana ada yang melihat selain mama,hah?!kamu ini pria kok oon banget sih. Mama sampai sakit kepala rohit!"omel mariam dengan memijit pangkal hindungnya


Yang di omelin hanya menyengir kuda. Dia mengusap tengkuknya"hehe,maafin rohit deh mam. Nggak seperti ini lagi"rohit mengancungkan kedua jarinya didepan wajah mamanya


"Awas aja kamu. Kamu pasang kembali sari itu pada alen. Mama buka pintu dulu,sepertinya ada tamu"ujar mariam yang langsung dituruti rohit


"Maaf ya sayang. Aku agak lupa tempat"ujar rohit bersalah


"Iya sayang. Lain kali nggak lagi ya?"rohit mengangguk


Mariam muncul bersama seorang pria dewasa dengan jas hitam tersampir dipundaknya. Berjalan dengan langkah lebarnya mendekati sepasang suami istri yang tidak menyadari keberadaannya, karena posisi duduk mereka membelakangi arah pintu


"KEBAKARAN!!KEBAKARAN!!"teriak pria itu membuat suami istri itu refleks bangkit dari kursi dan berlari kearah pintu keluar sambil berteriak tidak jelas


Mariam dan pria tadi yang berteriak langsung terbahak bahak memegangi perut mereka"gila!perut aku sakit. Ampun"bahak pria tersebut


Rohit dan alen menghentikan kaki mereka dan berbalik melihat orang yang terbahak tadi. Mereka langsung melebarkan mata mereka"astaga!kaukah ini narula? Gila,kemana aja kamu selama ini"rohit melupakan jantungannya tadi saat melihat siapa pria itu


Pria tadi terkekeh"kau berlebihan bung"pria itu menabok bahu rohit pelan


"Kau benar narula? Dan kemana saja kau berbulan-bulan ini. Aku kesusahan mengurusi perusahaan,dan hampir saja aku mencari sekertaris baru"kata rohit sedikit kesal


"Aku habis berkelana mencari jodoh sejati,dan aku tidak menemukannya. Jika kau mencari sekertaris baru,aku akan membakar perusahaanmu"


"Dan kau orang pertama yang akan aku museumkan dipenjara"


"Hahaha,kau bisa saja bung"


Tbc

__ADS_1


Maaf ngak nyambung!!hiks...maafkan aku!!!


__ADS_2