
Alen terbangun karena merasa tempat tidurnya bergoyang. Saat bangun,dia bergitu kaget. Yang dikirannya tempat tidur,tapi kini dia berada disebuah mobil.
Apa!
Mobil!
Alen seketika tersadar jika dia berada ditempat yang asing. Dan jalan yang dia lihat terasa begitu asing,tidak pernah melintasi jalan itu sebelumnya"aku akan dibawa kemana? Astaga apa aku diculik?"
Pria yang sedang mengemudi menoleh dan mendapati alen menatap jalan serta kedua pria yang berada didepannya"hei nona,diamlah jangan membuat bising!"seru pengemudi itu. Pria berkecamata hitam,dan berpakaian hitam
Alen mendengus. Perasaan dia berbicara sangat pelan. Masa begitu saja sudah membuat bising
"Kalian akan membawaku kemana! Jangan macam-macam yah!"seru alen membahana. Siapa tahu kedua pria itu takut pada teriakannya. Tapi...
"Menjaulmu. Terlalu rugi jika kau tidak dijual"salah satu dari mereka menyahut
"APA!MENJUALKU!"teriak alen tidak percaya. Yang benar saja. Dia akan dijual. Oh my good. dia harus keluar dari sini,secepatnya!
"Yah. Bahkan kami sudah menerima uangnya. Ckck,tega sekali dia menjualmu pada kami"ujar pria pengemudi itu
"Dia? Siapa?"tanya alen heran. Dan siapa dia yang pria-pria itu maksud. Mana mungkin rohit atau mariam,tega menjualnya. Alen memutar otaknya saat terakhir dia berada dirumah. Dia mengingat,dia sedang mandi,mengganti baju dan mak...an(?) Oh astaga. Alen tidak percaya dengan pemikirannya barusan,menyingkirkan otak kotornya jika rohit menaruh obat dimakannya. Oh tega sekali pria itu. Katanya,dia mencintainya,ternyata dia hanya mendapatkan apa yang dia mau. Setelahnya....hiks...dia menjualnya
Hati alen bergitu teremas. Dia masih tidak percaya jika dia dijual oleh rohit. Ya,siapa lagi pria yang bersamanya jika bukan pria itu(?) Tidak mungkin orang lainkan (?). Bahkan selama dia berada dirumah itu,tidak pernah keluar dari halamannya. Tapi...apakah dia akan pasrah begitu saja(?) Tanpa berusaha keluar(?) Oh itu bukan alen namanya kalau dia tidak berusaha
Tiba-tiba mobil itu berhenti mendadak,membuat dahi alen terbentur dibelakang kursi mobil. Alen mengumpat kesal,bisakah memberi aba-aba jika dia ingin berhenti(?). Kan begini jidatnya yang jadi korban
__ADS_1
Pintu belakang terbuka. Dia diseret paksa oleh pria memakai masker hitam. Membawanya kesuatu tempat, yang alen yakini tempat penyekapan. Tapi...tempat itu ditengah-tengah kota. Seharusnya tempat penyekapan berada ditempat sunyi atau ditengah-tengah hutan. Banyangan-banyangan dia yang sempat merasakan tersiksanya dikurungan mengerikan waktu lalu membuatnya ketakutan,apakah dia akan mengalaminya yang kedua kalinya(?)
Setitik air mata jatuh dimatanya. Berharap pikirannya barusan tidak benar benar terjadi. Dia tidak mau mengalaminya yang kedua kali. Sudah cukup dia merasakan itu. Tapi...apakah ini kebenaran
Pria tadi menarik alen memasuki ruangan yang cukup..rapih dan bersih. Lalu alen dituntun duduk dikursi kayu,dan meninggalkannya begitu saja. Alen bagai orang kehilangan induknya,mencoba membuka pintu yang baru saja pria itu lewati. Tapi,pintu itu tidak terbuka dalam artian terkunci
Apa!terkunci!. Alen mencoba mencari pintu keluar tapi tetap saja,tidak ada pintu yang bisa dibuka. Alen memilih duduk ditempatnya tadi dan memikirkan tentang kejadian ini. Tanpa sadar,pintu dibelakangnya terbuka. Muncul sosok,wanita elegan dan anggun
Alen tersadar jika ada orang yang mendekatinya,seketika dia berbalik waspada. Jaga-jaga jika dia akan disiksa lagi. Tapi,saat melihat wanita itu kenapa rasa was-was tadi seketika hilang. Senyum ramah wanita itu mampu membuat alen tidak berkutik
"Maaf mengagetkanmu. Perkenalkan saya Keina Keiza Martin. Anda bisa memanggil saya,Keina"katanya memperkenalkan dirinya
Alen tidak menjawab,dia masih berdiri kaku ditempatnya. Keina memegangan tangan alen dan menuntunya duduk"jangan takut. Saya tidak akan menyakitimu. Mari saya bersihkan wajahnya"
Keina terkekeh dan menggeleng"kamu ini. Mana mungkin saya akan menguliti wajah kamu. Saya akan menghias wajah kamu,supaya kamu terlihat cantik"
"Apa ini salon?"keina mengangguk"tapi...saya tidak bawa uang. Jadi nggak usah yah"lagi,keina terkekeh saat mendengar berbagai macam pernyataan polos oleh alen
"Nggak papa. Ini gratis kok"kata keina
Setelah itu keina mulai menghias wajah alen tanpa merespon pernyataan polos alen lagi. Jika dia merespon,maka tidak akan ada selesainya
♡
...
__ADS_1
...
Rohit mondar-mandir kesana kemari,sesekali dia memukul kepalanya. Gelisah karna tidak melihat wanitanya,dan ini sudah berlaku tiga jam
Dennis menatap ayahnya kesal. Dia sendiri sudah tidak tahan jika satu rauangan dengan ayahnya selama tiga jam. Apa lagi dengan toxedo yang dia pakai kini terasa panas
...
...
Ingin sekali dia membuka jas itu,tapi kata eyangnya tidak boleh, karena akan banyak orang yang melihatnya. Tentu saja bocah itu mengiyakan,memikirkan banyak orang pikirannya sudah kemana-mana. Mendekati anak gadis,menebar pesona,menampilkan senyum maut,dan sebagainya
"Ayah. Bisakah ayah duduk? Mata Dennis pegal liatin ayah seperti strika"serobot dennis kesal
Rohit melirik putranya lalu memalingkan lagi wajahnya. Membenarkan toxedo hitamnya dan membenarkan letak dasi kupu-kupunya
Mariam masuk dan menghampiri anaknya. Senyum manis wanita itu terpampang jelas"kamu sudah siap?"tanya mariam
Rohit mengangguk
Walau mengangguk,tapi jantungnya tidak bisa mengangguk. Dia merasa jantungnya seperti ingin meloncat dari tempatnya
Tbc
-------------------------------------------
__ADS_1