Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 33> Pengakuan


__ADS_3

Rohit meninggalkan ruang keluarga dengan perasaan campur aduk. Ia memilih pergi dari tempat itu,sebelum dia menghancurkan wajah putra March itu. Sebelum gabriel menyelesaikan penjelasannya. Dia beranjak dari tempat itu


Dan saat ini dia berdiri dibalkon kamarnya. Memandang jalan raya yang dijejali perkendara maupun pejalan kaki. Kicauan perkendara mendominasi pendengarannya sampai-sampai dia tidak menghiraukan orang yang menghampirinya. Sebuah tangan mungil melingkar diperutnya,memeluknya erat


"Kamu marah sama aku?"suara yang selalu rohit puja kini hanya dapat diadengar tanpa menanggapinya. Pria itu takut,takut menyakiti gadisnya. Karena saat ini dia masih merasa sakit,merasa sakit hati yang kedua kalinya. Tapi,kali ini lebih sakit bray...


"Mas...aku tidak bermaksud menghianatimu. Tapi ketahuilah,bahwa aku...aku...em____"


"Aku tau.."sela rohit dan membalikan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan gadisnya,ah bukan lebih tepatnya wanitanya. Menatap wajah cantik itu. Tak bisa ia pungkiri,bila dia menatap mata maupun wajahnya. Hatinya berdesis,seperti aliran listrik yang bervolt volumenya tinggi


Alen tak bisa menahan air matanya. Dia memilih menenggelamkan wajahnya didada bidang rohit. Dia tak bisa lagi ditatap seperti itu,seintens itu


"Maafkan aku. Aku-aku mencintaimu"kata alen terbata-bata didalam dekapan rohit


Rohit memilih diam ingin mendengar apa kelanjutan dari pengakuan cinta alen tiba-tiba. Baru kali ini ia mendengar langsung dari mulut wanitanya


"Aku ingin mengungkapkan perasaanku dari jauh hari sebelum insiden itu. Tapi aku takut,takut jatuh lagi. Seperti sebelumnya"



...


...

__ADS_1


Alen memainkan air kolam yang berada dihadapannya. Entah mengapa dia ingin merasakan air sepagi ini. Sedang jam masih pukul enam pagi. Artinya belum ada yang bangun,hanya ART kediaman itu yang bangun


Kakinya ia tekuk sedikit. Wajahnya ia sampingkan dan memandang area kolam renang itu. Hatinya menghangat,jantungnya berdebar keras. Entah mengapa hal itu tiba-tiba saja datang


"Kau sedang apa,sayang?"suara berat serak itu menghentikan alen dari aktivitasnya. Memalingkan wajahnya kearah saura seksi itu. Dan apa tadi sayang? Oke,ini bukan pertama kalinya pria itu memanggilnya sayang. Tapi kali ini,sumpah bikin dag-dig-dug ser. Sampai alen tidak bisa menyembunyikan wajah merahnya


"Sayang ini masih pagi. Kok wajah kamu merah gitu?"tanya rohit polos. Alen menggeram kesal,udah bapak-bapak masih polos. padalah kalau wajah wanita memerah itu bukan hal lazim lagi kan (?)


"Mas..?"panggil alen dan kembali pada posisi awalnya. Namun pandangannya hanya pada satu objek,wajah pria seksi didepannya


"Hm?"dehem rohit dan duduk dikaki alen. Setelah duduk dia membaringkan badannya dan memiringkannya. Menopong badannya dengan satu tangan,matanya tak lepas dari wajah natural wanitanya. Mulai kemarin dan hari seterusnya,ia akan menyebut alen sebagai wanitanya


...


...


"Hei. Aku tidak marah sama kamu. Jadi kamu tidak usah takut jika aku marah sama kamu,oke?"alen mengangguk


"Mau mandi?"seringai licik tercetak jelas diwajah tampan itu. Seketika alen berdiri dari posisinya dan ingin melarikan diri. Namun,tangan kekar sialan itu menariknya didalam dekapan hangatnya dan...byur. rohit meloncat dari pinggir kolam kedalam kolam itu. Tawa rohit pecah seketika. Alen memayunkan bibirnya kesal. Hello....pagi-pagi buta mandi dikolam renang (?). Oh amboy. Yang benar saja guys


Rohit menepikan tubuh mereka dibibir kolam renang itu,tepatnya ditangga kolam itu. Baju hitam alen tergambar jelas bram merah,bukan hanya baju. Rok mini birunyapun sudah tersingkap oleh air. Melihat pemandangan itu,rohit menelan salivahnya dengan susah payah. Ini mah,namanya uji ketegangan


Tidak bisa menahannya lagi. Rohit langsung menyerang rakus bibir merah alami itu. Tangannyapun tak tinggal diam. Terus bergerlia diseluruh area sensitif alen. Merasa tidak nyaman dengan posisi mereka. Rohit mengangkat alen dari kolam itu dan menuju kamar yang berada dibelakang pintu masuk area kolam

__ADS_1



Mariam dan ardi meninggalkan kedua insan yang masih diam dalam posisi duduk. Tak ada yang membuaka suara dari mereka berdua. Hanya keheningan yang mereka salurkan. Gabriel menghela napas gusarnya,menatap gadis yang masih menunduk menatap lantai yang menurutnya lebih indah dari pada yang dihadapannya


"Ehm.."dehem gabriel,sekedar hanya ingin membuat savana mengalihkan pandangannya dari laintai itu. Namun,gadis itu seakan menulikan pendengarannya


"Maaf...aku tidak bermaksud tidak mengatakannya. Tapi,ini sungguh diluar dugaanku. Aku harap kamu tidak marah dengan hal yang barusan terjadi..."gabriel mengambil napas disekitarnya,entah mengapa saat dia bicara tadi...seakan udara disekitarnya tidak terasa"aku..em...aku tidak punya perasaan lagi pada alen. Tapi..."dada pria itu naik-turun. Seperti sehabis lari maraton 5 km saja. Bahkan dia mulai panas dingin. Dan jangan ditanya,apa kabar dengan jantungnya. Pasti kalian sudah tau


"Tapi?"beo savana,alis kananya terangkat. Menandakan dia menunggu apa kelanjutan dari ucapan pria itu. Lebih tepatnya Kekasihnya


"Aku menyukaimu.."pelan,gabriel memelankan kalimatnya yang terakhir. Namun,savana mendengarnya dengan jelas. Bukannya geer,tapi memang dia mendengarnya walau pria itu mengatakannya dengan pelan


Langsung saja kedua pipi savana memerah padam. Ingin sekali gadis itu menyembunyikan wajahnya dicloset,atau menjepitnya dipintu agar pria itu tidak melihat wajah memerahnya


"Kok wajah kamu merah. Apa kamu kepanasan?"tanya gabriel polos. Savana menggeram kesal,pria ini memang tidak tau atau pura-pura tidak tau. Huh,savana mendengus kesal dan membelakangi pria itu. Tidak ingin melihat wajah menyebalkan itu


Sedang gabriel melangkah kearah gadis itu duduk dan semakin menyerongkan pantatnya agar bisa berdempetan dengan gadis pujaannya. Terlihat menggemaskan bila kedua pipi itu merona. Dan kelihatan lucu jika gadis itu sedang kesal. Ini nih yang gabriel menyukai gadis itu. Sampai-sampai secepat ini ia bisa terpikat oleh gadis india campur thailand itu


"Ngak sopan memunggungi yang lebih tua"tangan kekar itu melingkar diperut rata savana. Dibalik wajah yang dia palingkan,terukir senyum lebar dan geli diwajahnya. Bahkan wajahnya semakin memerah


"Emang kamu udah tua?"dendam. Savana pura-pura polos saat dia menanyakan hal konyol seperti itu. Tampak gabriel berpikir,jari telunjuknya menari-nari dibawah dagunya


"Belum. Masa pria 20 otw 21 tahun udah tua? Pria ketjeh badai lagi"jawab gabriel bangga

__ADS_1


Savana hanya memutar bola matanya malas. Mana ada pria ketjeh badai? Berarti badai topan dong. Yang ada mah ketjeh gila


Tbc


__ADS_2