Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 27> Janin?


__ADS_3

"Maaf tuan nyonya. G-gadis itu sangat kritis.."


Deg


Bagai disambar petir disiang bolong. Rohit menjadi lemas seketika,bukan hanya rohit,mariam dan yang lainnya sama. Bahkan mariam menutup mulutnya agar isakannya tidak lolos


"Gadis itu kritis,dan kita harus melakukan penanganan serius...."dokter itu menghela napasnya,agar dia tenang sedikit"...dan harus dioperasi.."


"Tidak mungkin!!"teriak rohit,pria itu menggelengkan kepalanya dan menutup wajahnya"dokter pasti salah,ini tidak mungkin.."


Semua yang melihat kerapuhan rohit hanya diam. Mereka juga tidak percaya jika gadis itu harus melakukan operasi,jika hal itu benar adanya otomatis gadis itu mengidap penyakit serius"dokter apa yang anda katakan itu adalah benar?"tanya mariam bergetar


Dokter dipe mengangguk"benar nyonya,benjolan diotaknya sudah menjalar di saraf-saraf otaknya,bahkan kangker ini sudah stadium akhir.."


Penjelasan dokter itu sukses membuat dunia rohit hancur. Dia tidak percaya jika itu benar,apa yang dikatakan dokter itu semuanya hanya lanturan


"Dokter jangan ngelantur,mana mungkin dia menderita penyakit kangker berat itu,dokter pasti salah. Periksa sekali lagi dok,pasti ada yang salah"rohit sudah seperti orang gila,dia duduk dilantai sambil mendongak menatap dokter dipe


"Maaf tuan,hasil itu asli dan tidak ada kesalahan sedikitpun. Karena kami sangat teliti saat dilaboratorium pemeriksaan"


"Jika itu akan membuat dia selamat lakukan yang terbaik dok"kata mariam,semua hanya diam, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan rohit hanya diam menatap kosong kearah tembok. Membayangkan moment-moment yang mereka lalui,terbayang seperti kaset rusak


"Tapi...pasien tidak bisa menanggung dua nyawa..."lanjut dokter dipe,rohit berdiri dari duduknya dan melangkah menghampiri dokter tersebut. Ketiga orang yang diampun menatap dokter itu menunggu apa kelanjutan ucapannya


"Apa maksud dokter,jelaskan semua! Jangan membuat aku ingin mati!"bentak rohit membuat dokter cantik itu terlonjat

__ADS_1


"Janin---"belum sempat dokter itu menjelaskan,rohit sudah membeo


"Iya, janin yang dikandung pasien sangat lemah,jika dia mempertahankan janin itu maka nyawanya juga tidak bisa diselamatkan. Jadi pasien tidak bisa mempertahankan dua nyawa sekaligus"


"Lakukan yang terbaik"sahut rohit dingin,biarkan dia egois. Nyawa gadisnya lebih penting,bukannya dia tidak menginginkan janin itu, tetapi setelah mendengar penjelasan dari dokter itu,walau keputusannya sungguh menyakitkan dia harus memutuskan yang terbaik


"Pilihan yang tepat,kalau begitu kami akan melakukan operasi sejam lagi. Pasien akan dipindahkan diruang operasi. Kalau begitu saya permisi.."setelah dokter dipe meninggalkan mereka,rohit langsung memeluk mamanya erat. Sedangkan narula dan ardi hanya diam seperti patung,mereka juga sangat shock saat mendengar semua dari dokter dipe


"Mam,apakah aku egois? Apakah aku sangat jahat? Bagaimana jika alen menanyakan janin itu"tanya rohit dengan bibir bergetar


"Tidak sayang,kamu tidak egois. Ini yang terbaik,kamu mempertahankan alen. Berarti kamu sangat sayang sama dia,kamu tidak ingin kehilangan dia bukan?"rohit mengangguk


"Itu atrinya kamu memprioritaskan alen.."



"Aunt!!"dennis menarik lengan savana agar gadis itu mempercepat jalannya. Namun savana tidak mengeluarkan protesnya,dia hanya mengeluarkan geraman tertahan saja


"Dennis,akan ku lempar kau sekarang juga jika kau menarikku seperti ini"geram savana dan mereka berhenti saat sudah diluar bandara Alaska


"Aunt,lemparnya entar aja yah. Kita harus cepat sampai di Rumah sakit sekarang. Aku ingin melihat mama"sahut bocah itu enteng


"Baiklah. Tapi jangan menarik tanganku. Dan tunggu disini,aku akan mencari taksi"setelah meletakkan kedua koper kecil itu,savana langsung mencari taksi dipinggir jalan.


Namun saat ia akan melewati pagar pembatas tiba-tiba dia menabrak seseorang dan ternyata itu adalah seorang pria"maaf,saya sedang buru-buru"kata savana bersalah

__ADS_1


Pria itu tersenyum hangat"tidak apa-apa nona. Saya yang salah,saya tidak memperhatikan jalan"elaknya halus"siapa nama nona?"lanjutnya


Bukannya langsung menjawab. Savana malah memandang wajah tampan itu,jika diamati pria itu mempunyai rahang kokoh,mata agak sipit,alis tidak terlalu tebal,bibir penuh dan merah alami,rambut hitam acak-acakan,dan tentunya tubuh atletis. Seketika savana membayang jika dia bisa memeluk tubuh itu,marasakan nafas panasnya dibagian kulitnya,merasakan bibir itu ********** habis,dan....ah savana menggelengkan kepalanya kuat-kuat,bisa-bisanya dia berpikiran kotor dengan pria itu. Ah kenapa juga setan itu hinggap dipikirannya


"Nona,nona tidak apa-apa?"suara seksi itu menyadarkan savana dari perang otaknya. Dasar savana,mesum banget sih kamu,makinya dalam hati


"Ah ya,aku tidak apa-apa. Em...


"Gabriel"seakan tau kelanjutan ucapan gadis itu,gabriel cepat-cepat menyahut


"Nona sendiri?"tanya gabriel,sekedar ingin mengakrabkan diri


"Tidak aku disini bersama keponakanku"


"Bukan itu maksudku,nama nona siap?"skak mat,savana benar-benar malu. Malu dihadapan pria tampan itu,oh savana kau harus apa sekarang (?) Tidak mungkin kau melarikan diri bukan (?) Atau kau pura-pura tuli (?). Oke rupanya tidak ada opsi yang harus savana ambil keduanya sama saja,MEMALUKAN!!!!!


"em-aku harus pergi"akhirnya dia memilih opsi sendiri daripada harus memilih opsi setan dipikirannya. Dia kembali berbalik namun sebuah tangan menahannya


"Siapa nama nona?"savana menaikan sebelah alisnya heran,tidak adakah bahasa yang diucapkan pria itu selain'siapa nama nona?' Oh tuhan,oh dewa,oh god,oh goddes, em...apa lagi yah


"Savana..."


Tbc


***********^^^^^*********

__ADS_1


Jeng...jeng...jeng


Ehm___ada pemeran baru nih. Ciri-cirinya sudah savana jelaskan,jadi terserah kalian mau mendekskipsikan pemeran ini siapa......


__ADS_2