
Narula cemberut disepanjang jalan menuju bandara India Internasional airpon. Pria itu menatap sahabatnya bagaikan musuh yang merebut mangsanya. Bagaimana tidak,dia membawa dua koper besar sekaligus. Rohit pikir dia siapanya,menyuruh-nyuruh orang sembarangan
"Narula...kalau bawa kopernya nggak iklas nggak usah dibawa. Pak john bisa kok bawanya"kata rohit
Narula mendelik kesal"dari tadi kek bilangnya begitu. Aku nggak harus cape-cape bawa koper berat ini"
"Aku hanya memberitahumu,bukannya menyuruhmu"elak rohit tidak terima
Alen mendekap mulut suaminya dengan kedua tangannya. Menatap sahabat suaminya dengan perasaan bersalah"maaf ya narula. Kamu jadi kesusahan gara-gara koper ini"
Dengan terpaksa narula menyengirkan bibirnya"iya. Nggak papa kok. Jangan merasa bersalah,yang bersalah itu suami kamu"alen melirik suaminya yang pasrah
Rohit melirik sahabatnya dengan mata memicing. Setelahnya dia perlahan menuruntan tangan istrinya ,menuntun perjalanan mereka menuju arah pintu masuk,setelah Menyuruh pak john supir mereka untuk membawa koper itu. Narula mengikuti mereka dari belakang dengan wajah kecut
Setelah seminggu penuh bulan madu di India,tepatnya kediaman Khandelwal. Mereka memutuskan untuk pulang di Thailand karena rohit sudah terlalu lama meninggalkan kantor. Biasanya dia meninggalkan kantor,tidak seperti ini. Biasanya dia ingin berlama-lama tidak masuk kedalam kantor,apalagi bertemu dengan tumpukan kertas-kertas berguna itu. Tapi kini dia ingin cepat-cepat masuk ke kantor,alasannya karena tidak ada yang mengurus langsung dikantor itu. Walau dia selalu mengerjakan urusan kantor melalui email. Tapi entah mengapa dia ingin cepat-cepat masuk. Apa lagi sudah ada sahabatnya,rasanya dia ingin segera menyelesaikan urusan kantor sepenuhnya,lalu mengambil cuti untuk masa kehamilan alen yang sudah tidak lama lagi
Dan untuk putra serta kedua orang tuanya,mereka sudah tiba di Thailand dua hari lalu. Sengaja rohit tidak ingin mereka pulang bersama,rohit takut jika ia hilang kendali dan menyakiti putranya itu lagi. Seperti beberapa hari lalu,sudah cukup dia melakukan kesalahan,tidak ingin lagi hal itu sampai terjadi
Saat sudah sampai didalam bandara,rohit langsung mengajak istrinya beristrahat sejenak sebelum take off,meninggalkan negara kelahirannya itu"kamu lelah ,sayang?"tanya rohit lembut kepada istrinya saat mereka sudah duduk dikursi tunggu
Alen mengangguk
__ADS_1
Tadinya mereka sempat berdebat. berdebat hanya karena pendapat mereka tidak sama,yang satu ingin itu dan yang satu ingin ini dan jadilah perdebatan sepajang jam. Jika tidak ada narula yang membuat mereka berhenti,mungkin sampai seharian tidak ada yanga akan mengalah. Bagaimana tidak,rohit ingin saat mereka pulang. Mereka naik jet pribadi perusahaan. Tapi alen tidak setuju dengan itu,wanita itu ingin saat mereka pulang. Mereka harus naik pesawat biasa atau lebih tepatnya bukan jet
Dan itu cukup membuat narula pusing. mau tidak mau,dia harus ikut andil dalam perdebatan rumah tangga baru itu. Dia mengatakan pada rohit,bahwa suami harus mengalah pada istri ini juga untuk kebaikan si jabang bayi. Terpaksa rohit mengiyakan atas perkataan sahabatnya dan istrinya. Dia tidak ingin jika keegoisannya itu bisa mengakibatkan hal buruk untuk bayinya dan yang terpenting istrinya
♡
Cukup lama mereka duduk dikursi penumpang pesawat,akhirnya mereka sampai juga dibandara Thailand Internasional. Saat sampai mereka sudah disambut oleh orang-orang rohit untuk mengantarkan mereka pulang. Terkecuali narula,pria itu memilih pulang kepenginapannya agar besok dia lebih awal melakukan aktivitasnya
Saat sampai dikediaman rohit,didepan teras sudah ada mama dan putranya yang menyambut mereka pulang. Terkecuali ayah rohit,mungkin tuan besar itu sedang melakukan proyek didaerah lain atau sudah kembali di perusahaan pusat tepatnya dilondon untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan hingga tidak bisa menyambut putra dan menantunya pulang
Alen tersenyum dan langsung menyalami sang mama mertua,mencium pipi mama rohit disusul rohit yang mencium pipi kiri dan kanan mamanya. Bahkan dennis tidak mau kalah dengan eyangnya,dia menarik ujung baju alen dan menunjuk pipinya. Dengan senang hati alen menurutinya. Untung suaminya itu sudah lebih dulu masuk kedalam rumah
"Kamu nggak sekolah,dennis?"tanya alen saat mereka sudah didalam rumah. Bocah itu mendongak menatap sang mama,lalu menggeleng
"Nggak boleh ma. Tapi dennis udah izin sama wali kelas"sahut bocah itu
Alen mengangguk"oh gitu. Ya sudah,mama istrahat dulu ya? Cape banget"dennis hanya mengangguk
Setelah berada dikamar,alen langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur dan memejamkan matanya. Dia begitu bersyukur atas kehamilannya ini,biasanya para wanita hamil selalu meminta yang aneh-aneh. Tapi dia tidak. Walau kehamilan awalnya dia sering membuat suaminya pusing bahkan suaminya itu pernah pingsan,tapi setelahnya tidak lagi. Bahkan ada wanita hamil,tingkat nafsunya sangat besar. Alen tidak bisa memungkiri jika ia sering menginginkan rohit berada dalam dirinya,tapi dia berpikir kembali jika dia tidak boleh terlihat memuja pria itu
Katakanlah dia pendek otak,tapi apa salahnya menyiapkan diri dan perasaan lebih awal,jika suatu saat nanti terjadi perselisihan diantara rumah tangganya dia sudah membiasakan diri. Tapi jangan berpikir dia akan menghindari dari suaminya,atau kalian berpikir alen mengharapkan itu terjadi. Tapi asal kalian tahu,banyak wanita yang sakit hati terlalu lama akibat terlalu memuja suaminya hingga dia lupa cara keluar dari rasa sakit itu dan pada akhirnya gangguan jiwa atau strees berat
__ADS_1
Samar samar alen merasakan tangan kekar memeluk perutnya dan mengelusnya lembut. Hebusan napas hangat terasa dipuncak kepalanya,satu kecupan sayang mendarat tepat dipuncak kepalanya. Dalam tidur alen tersenyum,hal sekecil ini mampu membuat alen tidak bisa berkutik dan hal sekecil ini pula,alen terasa melayang
"Selamat tidur,istriku"bisik rohit tepat ditelinga alen. Pria itu memeluk gemas tubuh istrinya dan mengikuti alen di alam tidur
Sebenarnya alen tidak sepenuhnya tidur,dia terlalu melayang atas perlakuan rohit barusan. Jarang sekali suaminya itu mengelus perutnya,mungkin alen bisa menghitungnya. Tapi tidak apa apa. Yang terpenting pria itu selalu mementingkan bayi dan dirinya
Dia sudah mengatakan,dia tidak akan terlihat memuja pria itu. Tapi,ketahuilah perlakuan itu membuat alen lupa akan hal itu. Dan alen menjamin,semua wanita akan sama seperti dirinya jika suaminya memperlakukan mereka dengan baik
Alen menghela napas
Ini baru sore,tapi dia sudah berpikiran yang tidak-tidak dan meracuni otak para pembaca. Tidak mau terlarut dalam suasana sendiri,dia memiringkan tubuhnya dan memeluk suaminya sama gemasnya. Menyusul rohit di alam mimpi
Tbc
**********^^^^^**********
Hai guys...kembali lagi di part 50. Yeiii...tidak terasa cerita gaje ini udah mau end👏. Kalau kalian tanyain extra partnya,sini aku kasih tau. Extra partnya,udah aku tulis 📖dari wedding 👰sampai selesai itu anggap saja sudah extra part📚. Tapi maaf banget,extra partnya tidak seperti yang kalian bayangin. Dan cara penyusun kata-katanya tidak jelas,maaf banget!!!!!.
Dan yang paling terpenting aku mau ngucapin terima kasih udah mau sabar baca cerita ini. Mungkin aku baru dalam hal menulis,ngak percaya? Cek aja dicerita lain aku. Pasti ngagak deh kalau baca. Ck,buka iab nih aku😰!!!
Jadi,aku ucapin banyak terima kasih pada kalian para pembaca setia,aku kasih jempol 👍. Jangan lewatkan cerita selanjutnya mungkin part end-nya, moment pas alen lahiran dan apa keseruan alen melahirkan anak kedua mantan duda hot itu
__ADS_1
Jangan lupa dibaca. TERIMA KASIH!!!!!