Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 34> Pingsan


__ADS_3

Jam satu dini hari,alen terbangun karena dia merasa lapar. Alenpun menyingkap selimutnya dan berjalan kearah pintu kamar. setelah ditengah rumah,dia bingung harus apa. alen menggigit kuku jarinya dengan gugup. Malam ini dia ingin makan sate,tapi...mana mungkin malam-malam begini dia keluar rumah. Bisa-bisa rohit akan menceramahinya,atau bisa saja mariam mengomel sepanjang waktu pagi


Tapi ini sudah darurat,dia ingin makan. Yah dewa,dia harus apa sekarang. Mana mungkin dia membangunkan pria itu,dia tidak tega jika dia membangunkannya. Tetapi,dia harus melakukannya. Kalau bukan pria itu,siapa lagi coba. Hah,tidak ada jalan lain selain jalan pintas


Setelah berpikir panjang. Akhirnya dia memilih membangunkan rohit saja,daripada dia memendam rasa lapar itu. Kemudian alen menaiki tangga perlahan,supaya tidak menimbulkan bunyi dan membangunkan orang-orang yang sedang tidur. Ah,alen sampai lupa jika gabriel menginap dirumah ini


Alen menatap pintu coklat itu dengan gelisah. Antara berani dan menciut. Ah sudalah,jika nanti pria itu memarahinya,dia akan menangis bombai. Biasanya pria akan kepicut jika wanita menangiskan? Jadi tunggu apa lagi


Tanpa mengetuk pintu lebih dulu. Alen membuka pintu tersebut pelan dan pasti. Setelah terbuka, dia masuk dan langsung menemukan pria yang tertidur pulas ditempat tidurnya yang berukuran besar. Perut batu bersusunnya tidak dilapisi baju,sedangkan kaki sampai pantat memakai selimut. Entah apa dipikiran alen,jika dibalik selimut itu tidak memakai sehelai kain. Ya,katakanlah dia mesum


"Pak..."pelan. Alen menguncang badan rohit dengan pelan. Takut jika dia kekencangan,maka pria itu bangun dan tanpa sadar menendang dirinya. Membayangkan hal tersebut,membuat alen mengidik ngeri. Lumayan, tendangan pria sebesar rohit ini


"Pak.."tak ada respon. Alen menghela napas,tidak ada jalan selain membangunkannya dengan kasar. Biar saja pria itu marah,dan apalah itu. Yang terpenting dia makan sate malam ini. Alen berdiri dari posisinya dan memasuki kamar mandi,mengambil gayung kecil dan mengisinya dengan air


Jantung alen sudah memompa keras. Dia sangat takut,tetapi apa boleh buat. Untuk sejenak alen menatap wajah polos itu,terbesit perasaan tidak tega"apa ini keterlaluan? Tapi...kalau tidak seperti ini. Mana mingkin dia bangun. Ah sudalah,biar saja dia marah. Nanti aku nangis deh"alen terkekeh saat membayangkan rohit marah dan dia tiba-tiba menagis,sepertinya menyenangkan


wanita itu mencelupkan tangannya kedalam gayung dan membasahi tangannya,dengan satu hentakan dia menciprikan air itu kewajah rohit. Seketika rohit bangun kesetanan"bocor,astaga atapnya bocor"teriak rohit menggelegar,sambil mengusap wajahnya yang terkena air. Dan disaat itu juga,alen langsung menagis histeris. Daripada nunggu marahnya,kan lebih baik nangis duluan. Batinya geli


Dengan pusing dikepalanya,akibat bangun kesetanan. Dia berjongkok kearah alen yang sudah duduk dilantai dingin itu sambil sesuguhkan. Tangan kirinya mengusap wajah wanitanya"kamu kenapa nangis? Apa aku menyakitimu?"tanya rohit pelan dan lembut,senyum tipis mengiasi wajahnya


"Aku...lapar pak"sahutnya masih sesuguhkan


"Kamu mau makan apa?biar aku yang masakin"tanya rohit lagi masih dengan posisinya


"Aku mau sate,yang ditikungan"ucap alen takut-takut,jika rohit menolaknya

__ADS_1


"Sa..sate? Malam begini? Tapi sayang mana ada penjual sate malam dini seperti ini. Besok saja yah"nah kan. Ketakutan alen jika rohit akan menolak permintaannya terjadi. Tapi dia tidak akan kehabisan akal. Pokoknya malam ini dia ingin makan sate


"Tidak mau!aku mau sekarang!aku mau sate rohit...huaa!!"teriak alen dengan tangis kencangnya. Empat orang masuk berbondong-bondong kedalam kamar rohit. Kaget, siapa yang teriak tengah malam begini


"Loh,rohit? Alen kenapa? Kok nangis?"tanya mariam heran. Heran dengan sikap calon menantunya yang beruba-ubah setiap saat


"Nggak tau mam. Aku saja kaget dibanginin pake nyiram muka aku. Terus dia nangis minta sate yang ditikungan"curhat rohit lesu


"Ya kamu turutin dong. Kan nggak jauh amat juga. Ini udah mau jam tigaan"pancing mariam sambil menahan tawa,bukan hanya mariam bahkan ardi,savana maupu gabriel mati-matian menahan tawa agar tidak pecah. Sedangkan rohit memandang mamanya dengan frustasi. Apa-apaan mamanya ini,ikut-ikutan bikin kepalanya tambah pusing


"Tapi...


"Rohit!aku mau sate!"kesal alen. Dari tadi dia meminta tidak ada yang angkat tangan memenuhi keinginannya


"Sayang,ini tengah malam loh. Emang kamu tega kalau aku sakit"bujuk rohit lembut. Ya dewa,yang benar saja. Malam,ah tidak! subuh begini mana ada yang jualan sate. yang ada pagi atau nggak malam selesai isya bagi beragama islam. Lah ini,subuh? Subuh!!!


"Jangan apa hah!kalau berani meminta pada pria lain,aku akan menghamilimu sekarang juga!"ancam rohit tajam. Mata tajamnya menatap wanita itu dengan sangat tajam. Sedang keempat orang itu,memutar bola matanya malas. Ancamannya nggak jauh-jauh dari kata mesum


"Ya dewa,anakku dewa. Anak ku!!"teriak mariam dalam hati


"Sekarang kita turun dan aku akan membelikanmu sate. Jangan nganjeng kalau aku pergi"alen mengangguk semangat



Rohit memelankan laju mobilnya saat sudah berada ditikungan. Menatap warung kecil dengan sendu,pintu warung itu masih tutup. Pria itu kembali melajukan mobilnya,segera mencari warung sate lainnya

__ADS_1


Setelah berjalan satu jam,tidak ada yang terbuka. Rohit sangat kesal,dia benar-benar kesal saat ini. Jika bukan wanita yang dicintainya,dia sudah menanamkan kepala wanita itu dilumpur atau melemparnya disumur yang dalam. Arrkh,rohit mengerang frustasi,pusing dikepalanya semakin menjadi-jadi


Terpaksa dia pulang tanpa membawa pesanan calon istrinya. Mana lagi dingin udara yang semakin menusuk tulangnya. Dasar wanita licik,senang membuatnya menderita batin. Lihat saja wanita itu,saat dia akan pergi mencari sate. Wanita itu tidak membiarkannya memakai baju atau celana panjang. Kini dia hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan diperutnya


Alen menyambut rohit dengan semangat. Orang-orang sudah pada tidur,kini hanya alen yang berada diruang tamu. Namun,kekecewaan dia telan bulat-bulat,saat melihat tangan rohit kosong tanpa membawa kantung kresek atau apalah yang berisi sate pesanannya. Air matanya sudah diujung,bibirnya pun bergetar


"Maaf sayang. Aku tidak menemukan sate pesanan kamu. Tapi aku janji,besok. Besok aku bawain tiga porsi,bagaimana?"tanya rohit mencoba bernegosiasi


"Nggak!aku nggak mau besok!aku maunya sekarang. Hiks...aku maunya sekarang"isak alen pelan. Air matanya berlomba-lomba terjun dari pelupuk matanya


Rohit mencoba meraih tubuh alen,namun alen selalu menghindar. Bahkan saat rohit memegang tangan alen,wanita itu dengan keras menepisnya. Wanita itu benar-benar kecewa


"Sayang jangan nangis dong. Aku minta maaf yah? Aku janji akan bawain kamu sate. Kita mau nikah loh,yah?"


"aku tidak akan menikahimu!aku akan menikah dengan pria lain!"tolak alen mentah-mentah


Rahang rohit seketika mengeras. Dia mencengkram kedua bahu alen dengan keras tanpa sadar"silahkan cari yang lain. Tapi ingat,pria itu tidak akan hidup dengan waktu lama. Dan kau...aku akan mengurungmu dan tidak akan ada yang bisa memilikimu selain diriku"ancam rohit tajam


Namun alen seakan kehilangan malaikat didalam dirinya. Dia menatap rohit tidak kalah tajam"silahkan saja kau mau mengurungku. Tapi aku tidak akan menikahimu"tantang alen lantang


Setelah mengatakan itu. Alen menepis tangan rohit yang berada dibahunya dan meleset meninggalkan pria yang memasang tampang syoknya dan tidak percayanya. Gadisnya,wanitanya,cintanya,calon istrinya berani mengatakan seperti itu?. Seketika pusing yang berkurang kini kembali menyerangnya,bahkan ini semakin besar. Pandangannya berputar-putar dan seketika menggelap


"Sepertinya aku mau pingsan"


Tbc

__ADS_1


**************************


Ckckck. Rohit pingsan. Alen tolongin Rohit woy!!!!!!


__ADS_2