Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 30> Real


__ADS_3

Detik bergati menit. Menit berganti jam. Sudah dua jam lebih lima belas menit rohit duduk disofa ruangan itu. Tidak sedikitpun niat untuk beranjak dari posisinya,menghela napas lelahnya saja sudah beberapa kali dalam dua jam lebih ini


"Mam,kok alen nggak buka mata ya. Ini udah dua jam lebih loh. Tapi sedikit pergerakan saja tidak ada"lirih rohit,sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan kekarnya


Mariam memaksakan senyum,dan mengelus bahu putranya. Didalam pikirannya juga sama apa yang rohit utarakan tadi,jika gadis yang terbaring lemah itu tidak memberikan pergerakan walau hanya gerakan kecil saja"sabar ya,alen pasti sadar. Ini baru dua jam lebihan"


Sedang dennis. Menghampiri alen yang masih menutup matanya dan duduk tepat dipinggir brankar dengan tangan mengelus punggung tangan lembut alen"ayah?"panggilnya pada rohit. Pria benetra coklat itu menatap lurus kearah sang putra,menunggu ucapan selanjutnya dari putranya


"Hm"


"Bolehkah aku mencium mama?"sontak ketiga manusia yang berada diruangan itu menatap sang bocah itu terkejut. Terutama rohit. Pria itu menatap sang putra tajam setajam pisau. Yang benar saja. Dia saja tidak sembarangan mencium gadisnya,dan bocah itu. Bisa-bisanya akan mencium gadisnya (?) No no,rohit tidak akan tinggal diam saja


"Tidak boleh!dan tidak akan pernah dennis!bukan muhrim!"tegas rohit. Mata coklatnya memicing,mengintimidasi putra semata wayangnya itu


"Loh kok gitu yah. Kan dicerita dongeng yang pernah aunt sava baca untukku. Jika seorang gadis tertidur panjang,maka pangeran akan menciumnya. Kan aku pangerannya. Jadi... bisa yah? Siapa tau mama sadar"ucap polosnya dengan kedua tangan bertaut dan meremas gugup


Rohit lagi-lagi menatap putranya tajam"itu hanya dongeng dennis. Dan hanya auntie sava yang mengarangnya,itu tidak betul"


Bocah itu menunduk,memikirkan apa yang ayahnya ucapkan itu betul atau hanya bualan ayahnya saja. Tapi,yang pernah dia lihat di tv-tv,pangeran mencium sang putri tidur maka,putri tersebut akan membuka matanya. Jadi,mana yang benar. Omongan ayahnya atau yang pernah dilihatnya ditv? Atau yang pernah dibacakan oleh auntienya? Ah. Bocah itu seketika pusing memikirkan hal tersebut. Dan...bagaimana kalau ditv benar adanya (?) Bagaimana kalau dicoba sekarang (?) Tapi....kalau ayahnya murka bagaimana. Hoh,dikepala bocah itu hanya ada kata Bagaimana saja,huh

__ADS_1


"Bagaimana kalau ayah saja,mencium mama. Siapa tau kan?"usul dennis antusias


Sedang rohit dan kedua orang tuanya melongo **** saat mendengar penuturan bocah itu. Yang benar saja. Mana ada hal mitos seperti itu,ah rohit seketika sakit kepala mendadak mendengar penuturan sang putra. Ini nih yang rohit bangga pada putranya,saking bangganya dia. Ingin melemparnya dijembatan tower


"Sayang,itu nggak benar ya. Jangan bicara ngawur lagi oke? Lebih baik kamu duduk manis dan menunggu mama sadar yah?"ujar mariam,menenangkan sang cucu. Walau berat,dennis tetap melakukan apa yang eyangnya tutur. Sakit hati (?) Tentu. Bocah mana yang rela dibilang ngawur (?) Tapi ya sudalah. Toh dia tidak bisa apa-apa. Terlebih,saat ayahnya itu selalu menatapnya tajam. Kadang bocah itu berpikir,siapa anak ayahnya. Mama alennya atau dia. Hoh,dennis hanya bisa pasrah. Jika mamanya sadar,dia akan mengadukan atas sikap ayahnya itu. Biar ayahnya tahu rasa. Dan dia akan lihat,siapa yang akan menang diantara mereka ayah anak itu



Sedang dialam bawah sadar. Alen memaksakan penglihatannya dan menajamkan indera pendengarannya jika dia tidak salah dengar. Dia menangkap pembicaraan tetapi,entah mengapa suara-suara itu terlalu dekat dengannya


Berusaha membuka matanya walau terlalu sulit. Tapi,dia tetap berusaha hingga akhirnya mata itu semakin terbuka. Namun mata itu kembali tertutu akibat silau yang masuk diretina matanya terlalu menyilaukan. Akibat tidak tersesuai,mata itu beberapa kali terbuka dan tertutup. Hingga terbuka sempurnah


"Kamu sadar sayang. Aku merindukanmu,sangat"kecupan itu lagi membuat alen mengulum senyum tipis


"Permisi,saya akan memeriksanya dulu"dokter dipe mengintrupsi agar dia diberi ruang untuk memeriksa pasiennya. Walau berat hati,rohit tetap melakukannya


Setelah memeriksa dengan alat yah..taulah. hanya dokter yang bisa mengerti alat apa itu. Dan semua alat yang melekat ditubuh alen dilepas oleh dokter tersebut,barulah dokter dipe menjelaskan mengenai keadaan nona alen"keadaan pasien sudah stabil. Tinggal menunggu hasilnya saja. Mungkin tiga sampai empat hari pasien bisa pulang"


"Oh iya,tolong tebus obat ini diapotek terdekat. Nanti petugasnya yang akan menjelaskan pemakainnya. Kalau begitu saya permisi"sepeninggalan dokter dipe. Rohit langsung menyerang alen bertubi-tubi dengan mencium seluruh wajahnya tanpa terlewat. Bahkan pria itu tidak memberi ruang kepada putra maupun kedua orang tuanya. Dasar rohit pelit banget

__ADS_1


"Ayah,dennis mau cium mama juga. Masa ayah mulu sih"rajuk dennis kesal. Ingin rasanya dia membenturkan kepala ayahnya ditembok atau diatas lantai. Tapi,takut dosa


"Tidak dennis. Ayah tidak mengizinkanmu oke. Jadi kamu duduk,diam"tegas rohit


Sedang ardi dan mariam hanya dapat menghela napas atau menggelengkan kepala saja. Bagaimana jika rohit dan alen menjadi suami istri (?) Bisa-bisa rohit mengusir putranya. Atau mengurung alen agar tidak ada yang mengganggunya. Ckckck


"Pak.. biarkan saja. Dennis ingin memelukku saja"ujar alen lemah. Dia tidak bisa menggerakan badannya terlalu lama


Rohit menggelengkan kepala tidak setuju oleh perkataan sang gadis"tidak. Awalnya saja mau peluk. Lama-lama pasti minta yang lain"sanggahnya


"Astaga ayah. Ayah suka banget nuduh dennis. Aku masih kecil yah. Masa aku melakukan yang tidak-tidak pada mama"protes dennis tidak terima


"Iya kamu masih kecil. Tapi otak kamu yang udah dewasa. Ayah tau kamu mau nyosor mamakan? Ayo ngaku. Ayah kasih deh 10% saham ayah. Tapi kamu ngaku"tudingnya pada putranya namun dengan negoan


"Ayah kira aku buronan? Dan ayah kira aku mata dollar? No dad. Aku mau 50% setengah saham ayah. Titik tidak pake koma apalagi tanda seru"


"Kamu mau memeras ayah. Wah,anak durjana ini namanya"


"Durhaka ayah"ralat alen dan dennis bersamaan

__ADS_1


__ADS_2