Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 39> Tertangkap Basa


__ADS_3

Gabriel kembali mengenggam tangan savana. Menuntunnya berjalan dilorong rumah sakit ternama disalah satu dikota Hoolywod. Sesekali mencuri-curi pandang satu sama lain. Setelah memakan 7 menit,akhirnya mereka sampai didepan pintu kamar nomor 120 Setelah sampai gabriel mengetuk pintu itu hingga terdengar suara yang cukup familliar dipendengaran gabriel,menyuruh mereka untuk masuk


Jantung savana rasanya seperti ingin melompat dari sangkarnya. Dia sedari tadi sudah nervous,dan panas dingin. Selama hidupnya,dia tidak pernah melihat Mr. March itu. Ya,katakanlah dia gadis jaman dulu. Tidak pernah meliihat seorang pembisnis Jaringan terkenal sedunia. Padahal,seluruh manusia duniapun tahu,siapa orang dibalik pembisnis itu


Setelah masuk,gabriel mencium tangan march disusul oleh savana. Sedang march menatap savana yang menunduk dengan pandangan menilai. Seakan tahu,gabriel menarik savana agar mendekat dengannya


"Kenalin,ini savana pa. Putri Mr. Khandelwal"jelas gabriel,yang membuat savana semakin menunduk malu


"Angkat kepalamu. Saya tidak akan memakanmu"tegur march tegas


Gabriel mengangkat dagu savana, agar gadis itu meluruskan pandangannya. Setelah kepalanya dia angkat,dia bisa melihat pria paruh baya yang tidak jauh dengan wajah...


"Alen..?"


Gabriel dan march,menatap savana heran. Siapa yang gadis itu panggil"alen? Ini papa aku. Bukan alen"tukas gabriel heran


Savana menggelengkan kepalanya kuat,menyingkirkan pikirannya bahwa wajah Mr. March dan alen hampir mirip. Tapi,setelah dia lihat wajah itu...masih tetap sama"maaf,tapi...wajah papa kamu mirip dengan alen. Aku bisa melihat itu"kukuh savana dengan pendiriannya


Gabriel menatap papanya dengan detail. Menatap seakan wajah papanya adalah wajah pencuri tertangkap basah"iyayah,kok aku baru tau"kata gabriel membenarkan ucapan kekasihnya barusan


March menatap dua sejoli itu bingung. Siapa yang mereka bicarakan, dan siapa yang mereka maksud"kalian. Kenapa menatap papa seperti itu?"


"Pa. Apa papa masih ingat siapa anak papa sama mama sarah?"tanya gabriel hati-hati. Takut jika papanya mengamuk,atau meninju wajahnya


"Masih? Yah papa masih ingat. Tapi nggak tau deh sekarang. Papa cuma tau namanya doang"sahut march sendu


Savana menatap gabriel menuntut penjelasan'papa kamu kenapa'. tapi,gabriel hanya mengangkat bahunya acuh"emang siapa nama anak papa?"


"Alena Gladysyah"



...


...


Dennis mengunci dirinya didalam kamar mandi. Air matanya sudah membasahi pipinya,dia bahkan berteriak tidak karuan. Meneriaki ayahnya


"Dennis!buka pintunya. Atau ayah akan mendobrak pintu ini"ancam rohit dan menggedor-nggedor pintu itu

__ADS_1


Alen maju dan memasang telinga kananya dipintu itu. Tidak ada suara dari balik pintu,bahkan isakan bocah itupun tidak dia dengar. Seketika itu juga alen panik,dan menggedor-nggedor pintu tersebut sesekali meneriaki nama bocah itu


"Dennis. Keluar sayang. Mama janji,bentar malam mama akan tidur___"


"TIDAK!!"sela rohit dengan teriakan. Dia menatap tajam kearah alen setajam pisau. Alen hanya memutar bola matanya malas dan mendengus kesal


"Rohit!hanya semalam. Aku tidak akan kena rabies kalau aku tidur dengan dennis. Lagipula dia putraku,putramu. Kasih dia kasih sayang"rohit mendengus kesal saat mendengar nasihat dari alen


Sedangkan dennis yang berada dikamar mandi, mendengar perkataan alen seketika tertawa. Namun, tangannya menutup mulutnya,agar tawanya itu tidak terdengar


"Dennis. Keluar sayang,mama janji"suara lembut itu,membuat dennis menurut dan membuka pintu kamar mandi tersebut. Setelah keluar,lantas dennis langsung memeluk pinggang alen. Saat-saat seperti ini,moment yang bocah itu tunggu-tunggu. Memeluk alen dengan lama,tidak ada yang menarik ujung bajunya agar melepaskan pelukannya dari alen. Tapi sekarang,ayahnya itu hanya menatapnya tajam tanpa menarik bajunya seperti biasa


"Apa yang mama bilang tadi,sungguhan?"alen mengangguk sambil tersenyum


"Yei,mama akan tidur dengan dennis. Ayo ma,kita kekamar dennis ya. Bacain aku dongeng putri tidur"ajak bocah itu antusias tanpa memperdulikan ayahnya. Rohit menatap sendu kearah alen,berharap wanita itu akan membatalkan niatnya untuk tidur dengan putranya. Tetapi,seakan tahu tatapan itu ,alen memalingkan wajahnya dan menarik dennis kearah kamar bocah tersebut


Rohit ingin menarik tangan alen,namun dengan cepat alen menghindar menjauhkan tangannya dar jangkauan tangan rohit. Hingga tangan kekar itu hanya berada diudara"sakit banget diabaikan"lirih rohit dan memegang dadanya dramatis


"Emang enak di abaikan. Gaya-gayaan abaikan orang,eh sekalinya dibalas dramatisnya kayak cewek"ledek mariam tiba-tiba muncul,seperti jailangkung yang tiba-tiba muncul. Tapi,jika jailangkung muncul sehabis baca mantra pemanggilnnya seperti'DATANG DIGENDONG,PULANG DIBOPONG'. Lah,mamanya seperti preman malakin anak gadis orang


"Mama apaan sih. Kayak jailangkung"kesal rohit dan meninggalkan mamanya. Mariam tertawa mengejek dan memutar arah berlawanan saat rohit meninggalkannya


"Kok rohit mulu mama gangguin? Savana nggak?"


"Savana nggak asik"


Ckck. Ardi merasa istrinya itu kurang masa kecilnya. Perasaan ardi,saat menikah usia mariam sama seperti alen. Tapi bedanya,mariam baru masuk kuliah. Sedang dia sudah diakhir semester



Rohit mengendap-ngendap bagai penyusup. Langkahnya dia lebarkan agar tidak menimbulkan bunyi.


Setelah sampai pada tujuannya,rohit segera menjalankan aksinya. Dia memakai topeng hitam,dan jaket hitam


Ceklek


Bunyi pintu terbuka,lantas rohit memasuki kamar tujuannya"enak aja tidur dengan alen"gumamnya kesal


Setelah sudah berada dikamar,tentunya kamar putranya. Dia melepas lagi topeng dan jaket yang dikenakannya. Setelah itu,dia berjalan mendekati ranjang dan melihat wanitanya tidur sambil memeluk putranya

__ADS_1


"Ehm..."


Rohit mulai menaiki ranjang itu,dan menyingkap selimut yang menyelimuti alen


"EHM!!"


Rohit tetap meneruskan aktivitasnya tanpa memperdulikan deheman keras itu. Saat dia ingin mencium bibir alen,sebuah tarikan ditelinganya membuat dia harus berhenti. Tarikan itu semakin menjadi-jadi sampai dia tertarik kebelakang


"Aduh!aduh!sakit---akkhh"adu rohit kesakitan sambil memegang tangan itu yang masih setia bertengger ditelinganya


"Ngapain kamu!"skak mat. Rohit terlonjat kaget saat mendengar suara menyeramkan itu. Saat menoleh ternyata....


"Mama?"


"Iya!kamu ngapain malam-malam dikamar dennis? Dan apa maksudnya tadi,bibir dimonyongin?"rohit menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mamanya menyerangnya berbagai pertanyaan. Sedangkan,telinganya sudah aman dari tarikan mariam


"Anu mam. Em...anu.."


"Anu apa!ROHIT!"teriak mariam membahana,membuat alen terbangun. Bukan hanya alen,ardipun berbondong datang keasal teriakan itu


"Ada apa ini?"tanya ardi heran


Rohit menunduk tidak berani menatap mereka satu persatu. Bahkan dia menautkan tangannya gugup. Dia merasa seperti maling tertangkap basa


"Tuh anak papa. Mau perkosa alen"celetuk mariam


Ardi semakin bingung mendengar perkataan istrinya"rohit benar itu?"


Dengan cepat rohit menggeleng"nggak ayah. Aku hanya mau mencium alen"jujurnya


"Apa bedanya,rohit!"greget mariam


Sedangkan alen hanya menonton saja. Tidak mengerti apa permasalahannya


"Sudah-sudah. Tidak usah diperpanjang oke? Ini baru jam satu dini hari,kita lanjutkan tidur. Dan kau rohit..kembali kekamarmu. Begitupun alen,kembali tidur"kata ardi ultimatum


Tbc


Maaf ngak nyambung. Maaffffff banget

__ADS_1


__ADS_2