
19++++++++
Jangan membaca part ini,bila umur anda 17 kebawah. Terima kasih!!!!!
^^^^^^^^
Rohit menuntun alen untuk berbaring ditempat tidur berukuran king size,dikamar tamu. Setelah membaringkan,rohit menyelimuti alen dengan selimut tipis.
"Kamu akan kamana?"tanya alen saat rohit ingin meninggalkannya
"Aku akan membuatkanmu sesuatu,istrahatlah aku akan kembali"rohit mengelus punggung tangan gadisnya lembut
Alen mengangguk
Setelah itu rohit meninggalkan alen dan menuju dapur,pria itu membuka lemari es dan mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat makanan. Dengan percaya diri,rohit memotong sayuran dan tomat maupun bawang. Walau terlihat sulit untuk rohit,tapi dia tidak urung niat. Dia ingin memberi kesan pada gadisnya
"Kau sedang apa rohit?"tanya mariam dari belakang putranya
"Mama,kau mengagetkanku. Oh mama,apakah ini sudah cukup?"rohit memandang mamanya dengan mata binar
Mariam berpikir sejenak,tangan lentik terawatnya menari-nari didagunya"emang kamu mau buat apa? Itu kebanyakan"jawab mariam
Sudut bibir rohit terangkat,membentuk senyum misterius"ada deh,mama nggak boleh tau. Aku akan menguranginya"
__ADS_1
"Ah,mama tau pasti buburkan? Jangan senyum seperti itu lagi"raut wajah wanita paruh baya itu tampak murung
"Memangnya kenapa mam? Itu hanya senyum. Bukan---"
"Sudalah,mama akan kebelakang. Kau selesaikan saja kerjaanmu. Oh iya,jam 11 pagi kau harus menjemput putramu. Pak hero tidak bisa,istrinya mau lahiran"rohit manggut-manggut saja saat mendengar penuturan mamanya
Sepeninggalan mamanya,rohit kembali pada aktivitasnya. Namun,pria harus menghentikannya lagi karena suara ponselnya memekikan telinga. Pria itu menghela napas dan melangkah keruang keluarga dan mengangkat telepon itu
"Ada apa?"tanya rohit tanpa basa-basi
"Tuan,kami telah menemukan sedikit titik pelaku itu. Dan kami juga sudah mengetahui jika itu seorang wanita"rahang rohit mengeras,matanya menyala-nyala. Namun,ada perasaan lega saat mendengar penjelasan dari anak buahnya
"Temukan dia secepat mungkin. Jangan biarkan dia lolos begitu saja"rohit mematikan ponselnya dan membuangnya disembarang tempat,untung ponsel itu bernasip baik,jatuh disofa empuk
Rohit kembali kedapur dan melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda. Setelah memakan sepuluh menit,makanan itu sudah siap dicicipi. Bubur bercampur sayuran ditaburkan bawang goreng dibagian atas
"Sayang aku bawakan______"mata rohit melebar saat matanya menemukan satu titik yang bisa membuat matanya sakit
Napan yang dia pegang bergetar. Baru kali ini rohit melihat hal seperti ini. Disana tepat didepan jendela,gadisnya sedang menatap diluar jendela,namun gadis itu hanya memakai celana dalam saja? Rohit menaruh napan diatas nakas dan mendekati gadis yang tidak bergeming dari tempatnya
"Sayang---kau sedang apa disini? Bukankah----"rohit membelalakan matanya tidak percaya dengan tindakan gadisnya. Gadis itu menjadi agresif dan seliar ini. Hati rohit berbunga-bunga saat permukaan kenyal nan lembut itu menyentuhnya
* * *
__ADS_1
alen terbangun saat tubuhnya merasakan gerakan kecil disampingnya,mata sipitnya menatap pria yang kini telah terlelap pulas. setelah kejadian beberapa jam lalu,dia menyerahkan dirinya pada pria itu. entah darimana datangnya pikiran bahwa dia menginginkan pria itu. aleh benar-benar merasa telah menjadi gadis murahan. dia tidak memikirkan hal apa nanti yang akan terjadi setelah memberikan kerhormatannya pada pria dewasa itu
"kau sudah bangun?"suara serak membangunkan alen pada dunia nyata. gadis itu menunduk tidak berani menatap pria dihapannya
Rohit menggeser tubuhnya lebih dekat"aku tidak akan meninggalkanmu. jangan berpikir jika hubungan ini hanya sebatas rasa kagumku dan menghancurkan kehormatanmu. aku pernah melalui hal-hal menyakitkan saat mencintai seorang gadis,tolong. aku akan tanggung jawab jika kau hamil,jika itu yang kau pikirkan"pria itu memeluk tubuh mungil disampingnya. ketika jantungnya berdetak,itu artinya dia sudah mencintai gadis itu
alen membalas pelukan pria itu,hatinya begitu menghangat. dia menyadari sesuatu,bahwa dia akan masuk kedalam hidup seorang pria dewasa hingga dia akan begitu sulit keluar dari hidup itu. namun,alen tidak ingin memikirkan hal tersebut,dia hanya akan memikirkan hal sekarang
suara gedoran pintu membuat kedua manusi tanpa sehelai benang terlonjat kaget. rohit kalang kabut mencari pakaian yang sempat dipakainya. dalam hati, rohit sudah meruntuki orang yang telah merusak suasana romantisnya
setelah memakai pakaian,pria itu mengangkat tubuh aleh menuju kamar mandi. rohit begitu kesal dibuatnya saat gedoran itu tidak ingin berhenti. dengan perasaan kesal level tinggi,pria bertubuh kekar itu membuka pintu dengan kasar
disana,terdapat seorang wanita dengan ekspresi yang begitu menakutkan. rohit harus waspada dan harus menyiapkan telinganya untuk siraman rohani dari wanita itu
"kenapa kamu lama sekali dikamar ini rohit!hah!kamu lagi ngangkangin anak orang!"teriak mariam menggelegar,wanita paruh baya itu tidak habis fikir mengapa putranya seliar ini!
rohit menutup telinganya. dia memandang mariam dengan tatapan kesal. mamanya ini kenapa bermulut srigala"mama kok ngomong gitu. kasar banget. mama ini wanita,tidak baik berkata begitu"pria itu mencoba memperingati mamanya dengan lembut
namun,mariam yang mendengar itu tidak terima"siapa yang ngajarin kamu berani peringati mama,hah!"
rohit menggaruk tengkuknya"mam udah dong yah,rohit tidak sanggup lagi mendengar suara teriakan mama"pria mencoba meraih jari-jari mariam
"kamu yang buat mama teriak Rohit!!"
__ADS_1
Tbc
Vote×Coment!!!